Saat ini ponsel pintar yang kita miliki tak hanya digunakan untuk sekedar telepon maupun berkirim pesan singkat. Di zaman digital yang serba canggih ini, teknologi ponsel sudah semakin pintar, bahkan setara dengan kecanggihan komputer desktop maupun laptop kamu dirumah. Ponsel pintar saat ini sudah dipersenjatai dengan beragam sistem operasi, sehingga kamu dapat menginstall beberapa aplikasi untuk membantu pekerjaan, maupun hanya sekedar untuk bermain game.

Namun, seperti layaknya perangkat lain, ponsel pintar baik yang bersistem operasi Android maupun sistem operasi lain juga bisa menjadi mimpi buruk bagi kamu. Pasalnya, hampir setiap data serta akun digital pasti ada di sana kamu bukan? Mulai dari akun email beserta passwordnya, belum lagi akun e-banking jika kamu sering berjualan online, atau mungkin data-data pribadi yang sangat privasi seperti foto dan video. Gimana dong kalau ponselmu hilang?

Nah! Untuk mengantisipasi dan meminimalisir dampak buruk yang mungkin terjadi, pada artikel kali ini Hipwee ingin menunjukkan beberapa tutorial untuk berjaga-jaga jika ponsel Androidmu memang benar-benar hilang.

1. Sebelum ponselmu raib, rekeningmu dibobol dan emailmu jebol, aktifkan fitur Android Device Manager di ponselmu saat ini juga.

Aktifkan fitur ADM via gs3.wonderhowto.com

Tidak perlu unduh apa-apa. Caranya adalah buka menu Setting/Pengaturan → kemudian pilih tab General → lalu pilih menu Security → setelah itu scroll ke bawah, dan pilih menu Phone administrator → lalu beri tanda centang pada Android Device Manager.

Advertisement

Pengaturan awal ini sangat penting sekali dilakukan agar jika kamu benar-benar kehilangan ponsel Androidmu suatu hari nanti, kamu bisa melakukan beberapa pengaturan untuk mengamankannya, seperti yang akan Hipwee jelaskan pada poin-poin selanjutnya.

2. Jika suatu hari ponselmu benar-benar hilang—semoga saja tidak pernah terjadi—segera akses akun Google yang kamu pakai di perangkat Android kamu

Akses akun Google via Hipwee.com

Mungkin kamu memiliki lebih dari satu akun Google, karena kamu adalah orang yang suka berkamuflase  memiliki mobilitas tinggi. Yah, mungkin saja kamu adalah seorang pengusaha yang tak hanya memiliki satu bini bisnis, jadi kamu memerlukan beberapa akun untuk mengelolanya. Namun pastikan bahwa kamu benar-benar ingat akun mana yang kamu gunakan untuk mendaftar di Google Play.

Kemudian akses akun Google tersebut lewat laptop atau PC. Gimana caranya? Masuk saja ke www.google.com lalu di bagian pojok atas pada menu Google, pilihlah setting/pengaturan. Dan disana kamu bisa log in menggunakan akun Google yang kamu punya.

3. Jika sebelumnya GPS-mu aktif, segera lakukan pelacakan sederhana dari laptop untuk menemukan lokasi ponsel kamu

Melacak Android via safetracer.com

Untuk melakukan aktivitas ini, pastikan kamu sudah melakukan cara yang tertera pada poin 1 diatas. Karena fitur ini tak dapat digunakan jika kamu menonaktifkan Android Device Manager.

Masuklah ke akun Google kamu. Disana kamu akan menemukan beberapa informasi mengenai data-data yang kamu gunakan untuk mendaftar Google. Carilah menu Recent activity, disana kamu akan menemukan perangkat Android yang kamu miliki.

Kemudian klik gambar perangkat Androidmu, dengan mengklik tulisan Find your Android devices with Android Device Manager. Jika GPS-mu aktif, kamu akan dengan mudah melacak posisi ponselmu.

4. Jika kamu berniat ingin “menjemput” ponselmu, mintalah bantuan orang lain. Jangan pernah datang sendirian.

Panggil bantuan via www.freestockphotos.name

Ingat! Jangan lakukan hal ini sendirian. Ada baiknya kamu minta bantuan pihak yang berwenang, karena kamu tak akan tahu siapa yang telah menemukan atau yang telah mengambil Androidmu. Bisa saja dia adalah seorang preman, penjahat, atau bahkan sindikat? Jadi intinya, jangan lakukan ini sendirian. Bukankah keselamatanmu lebih penting daripada ponselmu?

Jadi sekali lagi, mintalah bantuan pihak berwenang. Atau jika tidak memungkinkan, pastikan kamu membawa beberapa orang teman untuk membantumu. Ya, latihan buat main detektif-detektifan gitu lah. Nanti berpencar, dan bagi tugas. Jangan sampai mencolok. Namun sekali lagi, resiko nantinya kamu yang tanggung lho ya.

5. Nah, kalau GPS kamu nggak aktif, apa yang mesti dilakukan? Kuncilah Android-mu, bunyikan alarm ponsel dari jarak jauh, dan hapus data-data sensitif yang ada

Pilihan menu untuk mengamankan datamu via hipwee.com

Namun jika tidak, kamu masih bisa mengamankan data-data dengan melakukan langkah-langkah ini. tindakan pengamanan dengan mengunci ponsel atau menghapus data-data agar tak disalahgunakan. Caranya? Tinggal lihat gambar tersebut diatas.

Jika kamu memilih Ring, maka ponselmu akan membunyikan alarm dengan tingkat nada paling keras meski dalam keadaan silent! Hal ini pasti akan memancing perhatian orang-orang di sekitar ponsel kamu, dan bisa sedikit membantu menemukan ponselmu. Lalu jika kamu memilih Lock, maka ponselmu akan terkunci secara otomatis, dan pencuri atau orang yang menemukan tak akan bisa mengutak atik isi ponselmu.

Namun jika banyak data-data yang sangat pribadi, kamu bisa memilih opsi Erase untuk menghapus data-data di dalam ponselmu. Pilihan terakhir ini adalah pilihan yang menurut Hipwee paling bijak. Kamu nggak mau kan foto-foto alay mesramu tersebar di dunia maya?

6. Jika kamu masih tak dapat menemukan ponselmu, toh kamu masih bisa menyelamatkan data-data penting

Aman untuk sementara via www.smalsresearch.be

Kamu nggak mau kan, kalau tiba-tiba akun media sosialmu berubah tampilan dengan gambar-gambar yang tak senonoh, atau data-data kartu kreditmu dicuri dan disalahgunakan, atau mungkin akun-akun email penting jatuh ke tangan yang tak bertanggung jawab? Maka dari itu, kuncilah data-data penting itu untuk sementara selagi ponselmu belum bisa kamu temukan. Dan ini akan bisa kamu lakukan kalau kamu mengaktifkan Android Device Manager-mu seperti langkah nomor 1.

Mungkin memang susah untuk melacak sebuah ponsel yang hilang. Namun setidaknya dengan melakukan langkah-langkah tersebut diatas, kamu masih bisa meminimalisir penyalahgunaan maupun pencurian identitas yang mungkin dilakukan oleh si pemegang ponsel. Jadi mulai sekarang harap berhati-hati, ya.