6 Risiko ‘Ngeri’ Kalau Kamu Pakai Pantyliner Setiap Hari. Celana Dalamnya sih Bersih, Tapi…

Risiko pakai pantyliner tiap hari

Saat keputihan datang, beberapa cewek akan memilih menggunakan pantyliner atau yang juga disebut pembalut tipis. Namun ada juga cewek yang sudah bersiap pakai pantyliner meski belum terlihat adanya tanda-tanda kepurtihan. Biasanya, pantyliner juga digunakan dengan tujuan agar celana dalam nggak gampang kotor. Apalagi kalau kamu yang sering jalan-jalan, penggunaan pantyliner jadi agak wajib biar bisa menghemat celana dalam selama perjalanan.

Advertisement

Meski kerap jadi benda penyelamat para cewek, menggunakan pantyliner setiap hari ternyata nggak baik lo. Pantyliner hanya akan bikin vaginamu lembap yang menyebabkan bakteri lebih mudah berkembang biak. Bukan hanya itu, berikut ini risiko yang akan kamu alami ketika menggunakan pantyliner setiap hari.

1. Sering menggunakan pantyliner akan membuat vaginamu rentan iritasi

iritasi pada area kewanitaan via www.cosmopolitan.co.id

Pantyliner yang beredar di pasaran umumnya nggak terbuat dari 100% bahan katun, belum lagi tambahan pemutih dan pewanginya. Efeknya, pantyliner dengan bahan yang nggak seluruhnya katun ini akan membuat pergesekan pada kulit sehingga menyebabkan iritasi. Wah, coba bayangkan kalau kamu punya aktivitas yang cukup padat, apa jadinya kalau kulit sekitar vaginamu terkena gesekan karena pakai pantyliner seharian? Apalagi kalau kulitmu cederung sensitif. Duh, pikirkan lagi deh, ya!

2. Nggak cuma iritasi, pantyliner yang dipakai seharian juga bisa bikin vagina terinfeksi

infeksi pada vagina via parenting.orami.co.id

Vagina membutuhkan sirkulasi udara yang cukup. Nah, penggunaan pantyliner justru bikin sirkulasi jadi nggak lancar dan akhirnya bikin vaginamu lembap. Kondisi kayak gini ideal banget sebagai tempat tumbuh jamur dan bakteri penyebab infeksi. Vagina yang terinfeksi akan menimbulkan akibat jangka panjang, seperti terganggunya kesuburan, kesehatan rahim, dan penyumbatan saluran telur. Tadinya ingin sehat dan bersih, malah membahayakan diri sendiri, duh!

Advertisement

3. Hati-hati dengan pantyliner yang memiliki aroma wangi, ini bisa menganggu flora normal vaginamu!

pantyliner yang memiliki wewangian via www.fimela.com

Flora vagina adalah bakteri baik yang ada di dalam vagina. Bakteri-bakteri ini akan menjaga tingkat keasaman vaginamu. Kamu yang biasanya membeli pantyliner dan memiliki aroma yang wangi, lebih baik berhenti deh. Wewangian pada pantyliner akan mengganggu flora normal vagina yang artinya bisa membunuh bakteri yang menjaga keasaman vagina. Bisa-bisa keputihanmu akan terus berlanjut dan jadi gatal.

4. Penggunaan pantyliner terlalu lama dan memblokir sirkulasi tentu bikin kulitmu sulit untuk ‘bernapas’

hati-hati kulitmu nggak bisa bernapas! via satujam.com

Strip perekat yang ada di pantyliner biasanya terbuat dari plastik. Hal ini akan membuat kulit pada vagina kamu sulit untuk bernapas. Duh, bisa terjadi iritasi di sekitar vagina lo 🙁

5. Alergi kulit bisa saja terjadi kalau kamu menggunakan pantyliner terlalu sering. Yakin masih mau pakai setiap hari?

pantyliner yang bikin alergi via www.ojornalzinho.com.br

Aroma wangi yang ada di pantyliner tentunya berasal dari bahan kimia. Bahan yang tadinya dikhususkan untuk mengurangi bau tidak sedap pada vagina malah membahayakan lo. Bahan ini bisa menimbulkan alergi pada kulitmu, apalagi kalau kulitmu sensitif. Harus lebih hati-hati, nih!

Advertisement

6. Bukannya berkurang, keputihanmu justru bisa bertambah parah lo!

kok malah tambah banyak ya? via bali.tribunnews.com

Pakai pantyliner biar keputihan bisa teratasi, tapi kok malah tambah parah ya?

Nah, penggunaan pantyliner setiap hari akan menumbuhkan jamur di area vagina yang lembap. Jamur dan bakteri akan berkembang biak, termasuk jamur dan bakteri yang menjadi penyebab keputihan. Jadi, jangan heran kalau keputihanmu malah bertambah parah, ya!

Pantyliner mungkin bisa menjadi pilihan saat masa keputihan. Tapi lebih baik pantyliner tidak untuk digunakan setiap hari, ya. Yuk, jaga kesehatan area kewanitaanmu!

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Editor

salt of the earth, light of the world

CLOSE