Di beberapa produk skincare, ada beragam kandungan yang tertera pada label komposisinya. Beberapa di antaranya ada AHA, BHA, atau PHA. Ketiga kandungan ini kerap ditemukan pada produk scrub atau exfoliator wajah. AHA, BHA, dan PHA ini merupakan senyawa asam yang punya efek pengelupasan kulit lapisan terluar. Tapi jangan samakan dengan asam yang biasa digunakan pada laboratorium atau industri yang bisa membahayakan saat disentuh lo, ya. Khusus AHA, BHA, dan PHA ini telah lulus uji klinis sehingga aman dan efektif digunakan sebagai salah satu kandungan dalam produk kecantikan.

Nah, biar nggak salah pilih dan berujung iritasi, yuk kenali dulu bedanya AHA, BHA, dan PHA!

AHA (Alpha Hydroxy Acid): sifatnya mudah menyerap ke dalam kulit, cocok untuk kulit kering dan rusak karena sinar matahari

AHA untuk kulit kering via www.shapaology.eu

Advertisement

Struktur kimia dalam AHA bersifat hidrofilik atau larut dalam air sehingga lebih mudah menyerap ke dalam lapisan kulit. AHA akan bekerja pada bagian kulit terluar dan melarutkan ikatan di antara sel kulit mati sehingga efektif mengangkat sel-sel kulit mati, mengurangi tampilan kerut halus, tekstur kulit yang nggak merata, kemerahan, dan bekas jerawat. AHA juga mengandung pelembap yang bekerja mempertahankan kadar air dalam kulit sehingga menjadikan kulit tampak lebih lembap. Sayangnya AHA nggak bisa menembus jauh ke bawah permukaan kulit karena sifatnya yang mudah larut dalam air.

Contoh AHA yang populer digunakan dalam produk kecantikan adalah glycolic acid atau asam glikolat dan lactic acid atau asam laktat.

BHA (Beta Hydroxy Acid): sifatnya larut dalam minyak, cocok untuk masalah wajah berminyak seperti komedo dan jerawat

salicylic acid untuk kulit berminyak via khoobsurati.com

Jika AHA larut dalam air, maka BHA bisa larut dalam minyak atau lipofilik. Karena sifatnya ini, BHA bisa menembus permukaan kulit, membersihkan minyak berlebih di pori-pori, mengangkat kotoran dan sel kulit mati. Selain itu, BHA juga mengandung agen antiradang dan antibakteri sehingga ampuh digunakan untuk kulit yang berminyak, berjerawat, berkomedo, hingga kulit sensitif. Tapi hati-hati, BHA ini nggak mengandung pelembap. Makanya, produk perawatan wajah yang mengandung BHA lebih direkomendasikan untuk mengatasi masalah kulit berminyak karena sifatnya yang mengeringkan.

Advertisement

Jenis paling populer dari BHA adalah salicylic acid yang efektif mengangkat sel kulit mati tanpa menghilangkan minyak alami kulit.

PHA (Polyhidroxy Acid): mirip dengan AHA namun dengan ukuran molekul yang lebih besar, cocok untuk kulit sensitif

kandungannya lebih lembut daripada AHA dan BHA via nourishtheskin.com

PHA merupakan generasi baru dari senyawa asam yang fungsinya juga untuk eksfoliasi kulit. Mirip dengan AHA, tapi ukuran molekulnya jauh lebih besar, sehingga penetrasinya ke dalam lapisan kulit nggak sedalam AHA dan BHA. Efeknya pun akan lebih lembut, kemungkinan menimbulkan iritasinya juga lebih minim, makanya cocok untuk kulit sensitif, bahkan buat yang punya penyakit kulit seperti eksem dan rosacea yang bikin kulit jadi kemerahan.

Umumnya, PHA ditemukan di asam laktobionat yang berasal dari laktosa yang ditemukan pada susu sapi, bersifat melembabkan, kaya antioksidan dan antiinflamasi, serta menenangkan. PHA juga bisa diperoleh dari galaktosa sehingga bisa membantu percepatan pemulihan luka.

Meski telah teruji secara klinis dan bisa digunakan sehari-hari, kamu harus tetap harus teliti melihat persentase kandungan AHA, BHA, dan PHA yang berbeda-beda karena berpengaruh pada tingkat kekerasan yang juga berbeda. Untuk lebih amannya, berkonsultasilah dengan dokter kulit sebelum pakai produk-produk dengan kandungan AHA, BHA, atau PHA, ya!

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya