Sederet Manfaat dan Efek Samping Susu Kedelai bagi Kesehatan, Hati-hati Bisa Ganggu Kesuburan

susu kedelai

Susu kedelai sudah nggak asing lagi di kalangan para vegetarian dan pegiat diet. Minuman ini dijadikan sebagai pengganti susu sapi yang rendah kalori. Sebenarnya, susu kedelai bukanlah murni susu, melainkan sari pati kedelai yang didapatkan dengan merendam kedelai dalam air dan mengambil sarinya yang putih seperti susu. Selain rendah kalori, susu kedelai juga dijadikan alternatif bagi mereka yang alergi laktosa alias karbohidrat utama dalam susu sapi.

Advertisement

Meski merupakan susu nabati, khasiat susu kedelai nggak kalah dengan jenis susu lainnya. Susu kedelai mengandung beberapa vitamin dan mineral penting serta menjadi sumber yang baik untuk serat, magnesium, fosfor, potasium, dan protein. Berikut beberapa manfaat susu kedelai yang bisa dirasakan oleh tubuh.

1. Alternatif yang sehat sebagai pengganti susu sapi dan susu kambing

lebih baik dari susu sapi atau kambing | credit: milklife via milklife.com

Susu kedelai merupakan sumber protein yang mengandung semua asam amino esensial, asam lemak esensial, kolina, vitamin, mineral dan fitonutrien. Seperti halnya susu sapi, susu kedelai juga mengandung 42 kali jumlah mangan untuk pembentukan tulang dan penyimpanan zat besi. Susu kedelai mengandung empat kali lebih banyak jumlah vitamin B1 dan hampir dua kali jumlah vitamin B3 dibandingkan dengan susu sapi.

2. Asupan rutin kedelai dapat menurunkan kadar kolesterol jahat dan meningkatkan kadar kolesterol baik dalam darah

menurunkan kolesterol jahat | credit: sidechef via www.sidechef.com

Bukannya bebas lemak, susu kedelai memiliki 2 persen lemak tanpa kolesterol jahat lebih sedikit dari susu sapi. Karena terbuat dari kacang-kacangan, susu kedelai berisi sekitar 9 kali lebih sedikit lemak jenuh dibandingkan susu sapi, dan justru 10 kali lebih banyak asam lemak ketimbang susu sapi, yang merupakan lemak sehat.

Advertisement

3. Memperkuat pembuluh darah yang artinya menurunkan risiko penyakit kardiovaskular terutama jantung

baik untuk jantung | credit: london-mail.uk via london-mail.uk

Asam lemak omega-3 dan omega-6 serta kandungan phyto-antioksidan dalam kedelai sangat efektif dalam melindungi pembuluh darah dari luka dan perdarahan. Senyawa ini mengikat lapisan pembuluh darah dan mempertahankan sel-sel lapisan dari serangan radikal bebas dan deposit kolesterol. Aktibvitas ini meningkatkan fluiditas dan fleksibilitas pembuluh darah sehingga menjaga tekanan darah tetap normal dan terhindar dari penyakit jantung.

4. Manfaat susu kedelai juga penting bagi mereka yang telah melewati masa menopause

mengurangi sindrom pascamenopause | credit: dailymail via www.dailymail.co.uk

Produksi estrogen akan menurun selama menopause. Wanita menopause memiliki risiko lebih tinggi terkena penyakit jantung, diabetes dan obesitas. Mereka juga lebih rentan terhadap depresi, perubahan suasana hati, insomnia dan gangguan psikologis lainnya. Kandungan fitoestrogen dalam kedelai merupakan pengganti estrogen. Rutin mengonsumsi kedelai akan mencegah dan mengurangi sindrom pascamenopause.

5. Membantu menurunkan berat badan karena kalorinya yang kecil

untuk diet | credit: foodnavgator-asia. com via www.foodnavigator-asia.com

Jumlah kalori dalam susu kedelai jelas lebih kecil dibanding susu sapi. Segelas susu kedelai hanya memiliki 80 kalori, kandungan gulanya per cangkir hanya 7 gram saja. Manfaat susu kedelai untuk diet lainnya adalah asam lemak dalam susu kedelai bisa membantu pencernaan untuk menyerap lemak. Selain bisa bikin kenyang lebih lama, hal ini bisa membantu menurunkan berat badan dengan lebih efektif.

Advertisement

6. Menjadi tambahan nutrisi yang baik untuk ibu hamil dan janin yang dikandungnya

nutrisi bagi ibu hamil | credit: kingdomofbaby via www.kingdomofbaby.com

Kandungan karbohidrat di dalam susu kedelai untuk ibu hamil bisa memberikan energi yang cukup. Susu kedelai juga dapat menjadi alternatif untuk memenuhi kebutuhan vitamin D guna pembentukan tulang dan gigi yang kuat pada bayi. Protein berkualitas tinggi dalam susu kedelai mendukung perkembangan janin serta dapat membantu memperbaiki sel-sel tubuh. Susu kedelai untuk ibu hamil juga baik untuk mengurangi risiko cacat lahir pada bayi karena kandungan asam folatnya.

Meski susu kedelai banyak manfaatnya bagi tubuh, mengonsumsinya secara berlebihan juga menimbulkan efek samping sebagai berikut:

1. Mengubah siklus menstruasi dan produksi alami estrogen dalam tubuh wanita

mengganggu siklus mens | credit: nortonhealthcare via nortonhealthcare.com

Melansir dari Klikdokter, dua gelas susu kedelai sehari dalam satu bulan penuh, mengandung cukup komponen kimiawi yang dapat mengganggu siklus menstruasi wanita. Gangguan hormonal dan perubahan suasana hati akan trentan terjadi pada wanita yang memakai pil kontrasepsi. Perlu diketahui bahwa 100 gram produk kedelai mengandung komponen estrogenik yang sama dengan satu pil kontrasepsi.

2. Menyebabkan ketidakseimbangan testosteron atau dapat mengurangi kesuburan pria

mengancam kesuburan pria | credit: diabetes.co.uk via www.diabetes.co.uk

Susu kedelai mengandung fitoestrogen isoflavon yang mirip dengan hormon estrogen dan dapat memengaruhi keseimbangan hormon reproduksi pada pria maupun wanita. Menurut penelitian Jorge Chavarro, MD, Sc.D yang telah diterbitkan pada Human Reproduction tahun 2008 mengungkapkan bahwa asupan makanan tinggi kedelai, termasuk susu kedelai, dapat mengurangi konsentrasi semen sehingga berpotensi mengurangi kesuburan, dilansir Detik Health.

3. Gangguan pada reproduksi janin

gangguan reproduksi janin | credit: medicalnewstoday via www.medicalnewstoday.com

Pada ibu hamil yang memiliki janin laki-laki, asupan isoflavon berlebihan dipercaya dapat meningkatkan risiko janin mengalami kelainan pada sistem reproduksi atau organ vital. Sementara itu, pada janin perempuan, asupan isoflavon berlebih diduga dapat meningkatkan risiko janin mengalami pubertas dini kelak.

4. Susu kedelai kurang baik untuk kesehatan bayi

kurang baik untuk bayi di kondisi tertentu | credit: healthline via www.healthline.com

Susu kedelai bukanlah jenis susu yang dapat digunakan sebagai sumber nutrisi utama bagi bayi. Susu kedelai untuk bayi umumnya baru direkomendasikan jika bayi memiliki alergi terhadap susu formula biasa yang berbahan dasar susu sapi. Susu kedelai juga nggak dianjurkan untuk diberikan pada bayi yang terlahir prematur atau bayi berusia kurang dari 6 bulan. Selain itu, susu formula kedelai sebaiknya nggak diberikan pada bayi yang sedang mengalami kolik dan berisiko tinggi memiliki alergi makanan.

5. Susu kedelai yang berbahan kedelai dari rekayasa genetika dapat mengganggu fungsi kerja tubuh

kedelai non organik berbahaya | credit: pressurecookrecipes via www.pressurecookrecipes.com

Susu kedelai yang berasal dari kacang kedelai hasil rekayasa genetika dapat meningkatkan risiko penyakit atau efek samping, seperti kesulitan pencernaan, masalah jantung, disfungsi tiroid, memodifikasi struktur uterus dan ovarium, bahkan memengaruhi kesehatan reproduksi.

Susu kedelai tak hanya disajikan dalam bentuk cair, ada juga susu kedelai kemasan yang disediakan di beberapa tempat seperti halnya susu kedelai bubuk juga susu kedelai botol yang tinggal minum. Perhatikan konsumsi susu kedelai ya, jangan sampai berlebihan karena manfaat baiknya justru bisa membahayakan kesehatanmu.

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

salt of the earth, light of the world

Editor

salt of the earth, light of the world

CLOSE