Setiap orang itu istimewa. Mereka adalah pahlawan, meski hanya dalam kisahnya sendiri.

Terkadang, kamu merasa kurang, kurang dan kurang. Kurang tinggi, kurang kaya, kurang cantik atau bahkan kurang ajar. Tapi sadar kah kamu bahwa sikap-sikap semacam ini justru menghambat langkah dan masa depanmu sendiri? Bukan soal menyumpahi atau apa, tapi inilah fakta lapangan yang ada. Berkali-kali Hipwee pun sudah membahas soal; bagaimana sih menjadi pribadi yang PD, dan disajikan khusus untukmu, sebagai pembaca setia yang rentan galau. Hehe.

Dan kali ini, Hipwee Tips akan memberikan sedikit pemahaman buatmu, mengapa menjadi pribadi yang disegani banyak orang itu jauh lebih penting, dibanding hanya sekadar disukai, lalu perlahan ditinggal pergi. Dibaca sambil tiduran juga boleh, kok. Yuk, mari…

1. Jangan pernah mendewakan uang. Meski ia segalanya, tapi kamu harus tetap memanusiakan manusia

mendewakan uang via wsj.com

‘Gue sih rela ngelakuin apa aja, demi naik jabatan bulan ini!’

Advertisement

Pemikiran dangkal semacam ini kini sudah jadi fenomena, bahkan banyak terjadi di sekitar kita. Seperti kurang peduli dengan risiko apa saja yang akan menghadang nanti, seseorang sering lupa bahwa hal-hal semacam ini adalah termasuk urusan hati. Dan dendam, adalah satu-satunya buah dari apa yang ditanam jika terlalu mendewakan uang.

2. Ubah pola hidupmu sesegara mungkin. Mengawali dengan bangun pagi atau murah senyum, misalnya

bangun lebih awal via higherperspective.com

‘Ibarat menjemput bola, bangun pagi itu seperti awal dari terkabulkannya do’a-do’a’

Pernah ada yang mengatakan bahwa bangun pagi setiap harinya itu sama dengan terlebih dulu menjemput harapan, yang telah banyak diimpikan orang-orang. Logikanya, pola pikir seperti ini akan membuatmu lebih bersemangat dan bergairah setiap harinya, karena dilakukan sendiri tanpa ada yang memaksa.

So, masih mau buang-buang waktu buat begadang dan pakai wi-fi gratisan di warung kopi sampai pagi?

3. Bersahabat dengan sakit hati itu ibarat sebuah kewajiban, karena hidup tak pernah luput dari ujian

permasalahan adalah ujian via wsj.com

‘Jangan merutuki masalah, kalau kamu nggak mau dianggap kalah!’

Cuma orang labil dan lebay saja yang mau mengalah dengan setiap permasalahan yang ada. Dia tidak mau mengubah mind-set bahwa hidup yang cuma sekali ini butuh perjuangan, bahkan sampai mati-matian. Dewasa dalam segi usia saja percuma, kalau ditolak kerja sekali saja sudah berhenti mencoba. Dan dewasa dalam segi usia saja sia-sia, kalau sampai nggak nafsu makan karena putus cinta!

4. Menekan snooze pada alarm di layar HP-mu itu bukan cuma bencana, tapi mendatangkan masalah baru juga

snooze : bencana via abunawaf.com

Sekilas, memang nggak ada yang salah kalau menekan snooze di layar HP saat alarm berbunyi. Ini hak setiap orang, dan tak ada satu pun yang bisa melarang. Tapi, pola pikir atau kebiasaan seperti ini rasanya kurang bijak kalau dibenarkan, apalagi dipupuk sampai tumbuh subur. Ibaratnya, sama seperti kamu yang menunda-nunda rezeki datang, hanya demi memuaskan waktu tidur semata.

5. Sesekali, cobalah menjadi pribadi yang solutif bagi lingkunganmu. Jangan cuma bisa ‘yaudah, sabar aja ya’ tanpa ada titik temu

pribadi yang solutif via learning-mind.com

‘Tir, cowok gue ngehamilin anak orang! Gue harus gimana sekarang?’

‘Yaudah sabar aja, tegur dia baik-baik’

Tidak ada yang salah dengan predikat pendengar yang baik atau tempat curhat ternyaman bagi seseorang. Justru inilah bukti bahwa dia dipercaya, dan berpotensi dapat banyak pahala. Tapi tunggu dulu. Apakah permasalahan yang ada cukup diselesaikan dengan ‘yaudah sabar aja’? Atau langsung diselesaikan dengan bijak dan sigap saat itu juga?

Dilematis memang. Tapi sekali lagi, pendengar yang baik saja takkan pernah cukup untuk menyelesaikan sebuah masalah. Kamu jangan bangga menyandang peran ini!

Jadi, gimana? Cukup sederhana bukan? Hanya bermodal membaca seksama artikel ini saja, kamu pasti akan segera mencobanya sekarang juga 🙂

Suka artikel ini? Yuk, follow Hipwee di mig.me!