Berkeringat itu normal. Mengeluarkan keringat merupakan cara tubuh mendinginkan diri untuk mencegah kepanasan. Namun, ada beberapa kasus di mana keringat keluar tanpa alasan yang jelas. Salah satunya keringat berlebihan yang keluar dari telapak tangan. Dalam dunia medis, kondisi ini disebut hiperhidrosis. Meski nggak memengaruhi kesehatan secara serius, namun bisa menimbulkan perasaan minder, stres, depresi, dan gelisah. Selain dari telapak tangan, hiperhidrosis ini juga bisa terjadi pada wajah, ketiak dan telapak kaki.

Banyak ahli percaya bahwa hiperhidrosis disebabkan oleh sistem saraf simpatik yang hiperaktif, sehingga menyebabkan kelenjar keringat di telapak tangan dan kaki menghasilkan keringat yang berlebihan. Selain itu, kondisi ini juga bisa disebabkan karena faktor genetik, gangguan hormon, kecemasan, atau pengaruh obat-obatan tertentu. Nah, sebelum kamu menduga-duga kalau keringat berlebihan ini disebabkan karena penyakit jantung (karena gejalanya juga disertai rasa nyeri di dada), lebih baik kamu terapkan dulu cara-cara mengatasinya berikut…

1. Cari tahu penyebab keringat berlebih di telapak tangan agar kamu bisa meresponnya dengan tindakan yang tepat

Cari pemicunya terlebih dahulu via orlandoskinsolutions.com

Advertisement

Pada umumnya, hampir semua orang pernah mengalami masalah telapak tangan berkeringat. Namun biasanya, masalah telapak tangan basah ini hanya sementara waktu saja atau ketika mengalami kondisi tertentu, seperti cemas, takut, ataupun grogi. Namun terkadang ada juga orang yang mengalami hal ini tanpa bisa mengendalikannya. Hal ini terjadi karena sistem saraf yang nggak berfungsi sebagaimana mestinya, sehingga terjadi kesalahan pengiriman sinyal dari otak ke saraf keringat. Nah, penyebab telapak tangan yang berkeringat ini perlu kamu cari tahu lebih dahulu, agar bisa merespon dengan tindakan yang tepat nantinya.

2. Menghindarkan diri dari kecemasan dan stres yang berlebihan. Tetap rileks ya, jangan panik

Rileks dulu via waardzicht.co.za

Khusus buatmu yang telapak tangannya berkeringat hingga basah dan sering terjadi, cobalah menghindarkan diri dari pemicunya. Misalnya dengan mengurangi kecemasan ataupun stres yang berlebihan. Karena pada dasarnya saraf akan mengirimkan sinyal ke otak untuk mengeluarkan keringat ketika kamu sedang dalam kondisi cemas atau stres. Stres yang berlebihan akan menyebababkan telapak tangan ini semakin mudah untuk berkeringat karena mengganggu kerja saraf.

3. Mengoleskan obat salep dari dokter yang mengandung 20% aluminum chloride hexahydrate guna mencegah pori-pori keringat terbuka

Oles dengan salep yang mengandung aluminum chloride hexahydrate via www.myciin.com

Obat ini bisa digunakan untuk mengobati kelainan kelenjar keringat pada telapak tangan, dan didapatkan dengan resep dokter. Kamu bisa menggunakan obat ini dengan cara dioles di telapak tangan ketika malam hari dan menghapusnya ketika pagi. Sayangnya, salep ini bisa menyebabkan atrofi (penyusutan) sel-sel pembuat keringat, dan pantangan bagi yang punya alergi. Obat ini pun sebaiknya jangan digunakan pada tangan yang iritasi atau terluka. Alangkah baiknya kamu meminta saran dokter terlebih dahulu sebelum membeli salep ini dan baca instruksi pemakaian dengan teliti sebelum mengoleskannya ke telapak tangan.

4. Kurangi konsumsi makanan pedas maupun minuman beralkohol yang memicu keluarnya keringat berlebih

Hindari minuman beralkohol via havokjournal.com

Advertisement

Selain mengurangi konsumsi makanan-makanan pedas yang dapat memicu keluarnya keringat berlebih pada telapak tangan, kamu juga perlu menghindari minuman beralkohol. Alkohol ini disinyalir menjadi salah satu penyebab terjadinya telapak tangan yang basah akibat keringat karena dapat merusak saraf apabila dikonsumsi dalam jumlah yang banyak dan dalam jangka waktu lama. Karenanya, jika kamu merasa telapak tanganmu mudah basah, sebaiknya jauhkan diri dari konsumsi makanan pedas dan minuman beralkohol, ya!

5. Menggunakan metode iontophoresis, yakni pengobatan yang menggunakan stimulasi listrik

Iontophoresis

Dalam pengobatan untuk telapak tangan berkeringat ini, tangan dimasukkan ke dalam wadah kecil berisi air. Kemudian, arus listrik berdaya kecil akan dialirkan melalui air dari mesin khusus. Meski nggak berbahaya, iontophoresis dapat membuat kita merasa kesemutan. Sebelum memilih cara ini, diskusikan terlebih dahulu dengan dokter. Pantang untuk menggunakan iontophoresis jika sedang hamil, tengah menggunakan alat pacu jantung, atau terdapat implan logam dalam tubuh.

6. Jika cara di atas nggak berhasil juga, cara terakhir yang bisa dilakukan untuk mengatasi telapak tangan berkeringat adalah dengan operasi

Operasi merupakan jalan terakhir untuk mengatasi masalah telapak tangan berkeringat. Cara ini dilakukan untuk mengangkat kelenjar keringat, memotong beberapa saraf yang berjalan di sisi samping tulang belakang, yang mengatur kelenjar keringat di tangan. Namun, operasi tersebut berisiko tinggi dan sangat jarang dilakukan. Maka, berkonsultasilah dengan dokter untuk terapi yang tepat, ya!

Jika telapak tangan berkeringat membuatmu menjadi minder, cemas, atau resah, jangan ragu untuk pergi ke dokter. Begitu pula jika keringat berlebih terjadi di seluruh tubuh, keringat bertambah banyak, keringat hanya terjadi di salah satu bagian tubuh, keringat dingin atau kasur menjadi basah ketika bangun tidur, atau disertai insomnia, kelelahan, haus, sering buang air kecil, dan/atau batuk.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya