Jujur, makanan cepat saji memang sangat menarik untuk dikonsumsi, antara lain karena bergengsi, biayanya nggak terlalu mahal, dan tempatnya lebih nyaman.

Makanan cepat saji atau fast food sering kali dianggap buruk karena kandungan lemak, kalori dan sodiumnya tinggi. Sering pula diisukan sebagai penyebab kanker dan penyakit berbahaya lainnya. Meskipun begitu, tuntutan hidup sering kali memaksa kita untuk sesekali makan makanan cepat saji.

Dilema pasti menghantui kita, mau makan tapi katanya nggak sehat, nggak makan juga merasa ketinggalan gaya hidup. Lalu bagaimana? Hipwee Tips akan memaparkan padamu fakta-faktanya, setelah itu putuskan sendiri bagaimana kamu akan mengonsumsinya.

1. Makanan cepat saji sudah mencantumkan informasi gizi, dari sana kamu bisa memutuskan setelah jeli mengamati

Informasi nilai gizi KFC via kfc.com.my

Makanan cepat saji biasanya dimiliki oleh perusahaan yang besar jadi hampir tidak mungkin kalau tidak ada informasi nilai gizinya seperti apa. Kamu bisa melihatnya di papan menu atau selebaran jika tak menemukannya di bungkus makanan tersebut. Setelah tahu bagaimana informasi gizinya, kini giliranmu untuk menentukan akan memakannya atau memilih pilihan yang lebih sehat.

2. Teknik memasak makanan cepat saji sudah berkembang. Kini, mereka menggunakan metode memasak yang sehat dan ada standarnya

Advertisement

Memasak fast food via phys.org

Dulunya di negara-negara Barat, makanan cepat saji sering kali dimasak dengan minyak babi. Tapi seiring dengan semakin tingginya kepedulian terhadap kesehatan, kini mereka sudah mulai beralih ke tapi minyak sayur. Beberapa teknik memasaknya pun sudah ada yang dipanggang bukan digoreng, jadi lebih sehat.

3. Ada banyak bahan-bahan menyehatkan yang kini mulai disisipkan dalam makanan cepat saji, kamu pun wajib pilih menu yang ini

Fast food sehat via keyword-suggestions.com

Menu-menu seperti salad segar, yoghurt rendah lemak, dan buah-buahan kini sudah tersedia di restoran cepat saji. Perusahaan-perusahaan ini mulai mempertimbangkan untuk mengganti menu yang mengandung lemak tinggi dengan yang lebih rendah kandungan lemaknya atau bahkan yang kaya serat.

Lagi pula beberapa makanan cepat saji kan memang sudah ada manfaatnya, misalnya pizza yang mengandung mozarella baik untuk mendukung pertumbuhan tulang dan daging yang berfungsi sebagai zat besi. Kentang goreng misalnya ternyata juga rendah sodium. Jadi nggak bahayanya nggak kebangetan ‘kan sebenarnya?

4. Tahu bahwa makanan cepat saji selalu jadi idola anak-anak, kini produk-produk cepat saji itu pun sudah mulai membuat makanan ramah anak

Sekarang sudah cukup ramah anak via eater.com

Anak-anak emang paling suka kalau sudah diajak ke restoran cepat saji apalagi makan disana. Sayangnya menu-menu di restoran ini terkadang tidak cukup sehat, apalagi untuk anak-anak. Alasan inilah yang pada akhirnya membuat para pemilik makanan cepat saji mulai mengganti soda manis dengan susu rendah lemak, irisan apel untuk menggantikan kentang goreng, dan lainnya.

Semoga di Indonesia juga udah gini semua ya, guys!

5. Kalau ada yang bilang kemasan makanan cepat saji itu beracun dan berbahaya, sepertinya kamu harus gali lebih dalam sumber infonya

Kemasannya sehat kok! via youtube.com

Styrofoam mie gelas instan sering kali dituduh mengandung racun. Padahal, bahan yang digunakan memang khusus untuk makanan dan sudah memenuhi syarat sebagai kemasan produk pangan. Bahan tersebut sama sekali tidak beracun dan sudah melalui proses pressing yang ketat serta memenuhi standar. Jadi nggak usah takut beracun lagi, ya!

Setelah tahu lima fakta tersebut, masih mau kah kamu mengonsumsi makanan cepat saji? Itu semua tergantung kamu. Asal tidak sering-sering, makan makanan tadi sepertinya takkan jadi masalah besar. Toh banyak makanan yang nggak fast food ternyata juga nggak sehat, jadi konsumen yang lebih bijak ya, guys. Cheers!

Suka artikel ini? Yuk, follow Hipwee di mig.me!