Hindari 6 Hal ini Kalau Mau Bisnis Online Makin Untung dan Brand Makin Dikenal!

Tips jualan di medsos dan etika penjual agar tidak kena boikot netizen

Adanya media sosial saat ini rupanya memberikan keuntungan tersendiri bagi pelaku usaha. Sebab, keberadaan berbagai platform sosial media nyatanya membuat kamu jadi lebih mudah untuk melakukan pemasaran produk atau jasa bisnis secara efisien dan murah.Tentu bakal sayang banget kalau keuntungan tersebut nggak diterapkan dalam bisnis yang kamu rintis.

Media sosial sekarang bukan hanya sekadar tempat untuk unggah foto diri kamu atau momen berharga saja, tapi berpotensi raup cuan jika tahu trik dan penggunaannya.

Nah, untuk kamu yang saat ini sedang gencarnya melakukan promosi lewat media sosial, yuk kenali pantangan yang harus dihindari biar brand bisnis kamu nggak dipandang buruk dan bisa menggaet konsumen lebih luas lagi.

1. Usahakan Pakai Foto Produk Sendiri

Pakai jasa freelance fotografer okay juga, loh.

Nggak dipungkiri kalau tampilan produk jadi salah satu daya tarik untuk memikat pelanggan agar melirik online shop milikmu. Oleh karena itu, memajang foto produk yang menarik, jelas (HD), dan detail sangatlah penting. Namun usahakan, jangan pernah pakai foto produk milik orang lain jika kamu bukan bagian dari reseller-nya. Sebaliknya, potret produk kamu sendiri agar terhindar dari pelanggaran hak cipta.

Untuk itu, kamu perlu jadi seller yang jujur dan foto sendiri produk yang dijual guna mengukur kemampuan marketing dari eksposur produk lewat foto, memahami letak kesalahan dalam mengiklankan produk melalui foto, dan sebagainya. Adapun pencurian foto untuk tindakan komersial dapat dikenakan sanksi pidana berdasarkan pasal 113 ayat (3) UU Hak Cipta, lho!

Memfoto produk sendiri nggak harus dengan kamera yang mahal, kok! Kamu bisa pakai HP-mu sendiri atau bisa sewa freelance fotografer yang harganya terjangkau di budget bisnis kamu.

2. Hindari Spamming yang Bikin Orang Lain Risih

ilustrasi bisnis online | Credit: Photo Mix from Pixabay via pixabay.com

Biasanya kita sering temui komentar promosi secara terus menerus di kolom Instagram, TikTok, atau X yang bertujuan untuk menarik engagement dan ketertarikan audiens. Apalagi kalau postingan para artis dengan pengikut puluhan ribu atau jutaan tersebut sedang viral dan banyak mendapatkan puluhan ribu komentar, sudah pasti bisa jadi kesempatan emas buat para brand untuk nimbrung.

Namun masalahnya adalah spamming komentar bukan ide yang bagus. Mungkin satu atau dua masih bisa ditoleransi, tapi jika sampai ratusan komentar berisi promosi produk kamu kirimkan di kolom komentar tanpa menaruh empati, bahkan tidak memahami situasi yang sedang terjadi, tentu bisa mengganggu si pemilik akun dan penggemarnya. Bukannya produk dilirik audiens, malah dihujat!

Untuk itu sebaiknya hindari spamming biar usahamu nggak dicap buruk dan berakhir dengan report akun massal. Nggak mau, kan?

Advertisements

3. Kurangi Nge-Tag Akun secara Acak

jangan tag sembarangan | Credit: USA-Reiseblogger from Pixabay via pixabay.com

Hal ini juga sering dilakukan oleh pemilik bisnis online shop dengan tujuan agar foto produk bisa dijangkau lebih luas oleh banyak orang. Namun belakangan, fitur Instagram sendiri sudah dilengkapi dengan opsi untuk nggak bisa dimention atau mentag apabila bukan teman atau orang yang diikuti. Hal itu juga sejalan dengan privasi seseorang dalam bermedia sosial.

Jika kegiatan mentag secara acak terus menerus kamu lakukan, bisa saja akun yang terkait jadi terganggu dan berujung online shop kamu diblokir. Nah, untuk mengantisispasi hal ini coba beralih ke cara lain, seperti memanfaatkan fitur Facebook ads, Instagram ads atau dengan teknik endorsement.

4. Nggak Mencantumkan Detail Produk dengan Jelas

Produk nggak jelas, deskripsi pun nggak sesuai, hadeeh.

Kalau barang sampai nggak sesuai dengan tampilan itu sih namanya sudah pembohongan publik, ya. Jadi, sebisa mungkin hindari tindakan seperti ini biar minim kritik dari pelanggan. Biasanya kita seringkali melihat akun yang nggak mencantumkan produk dengan detail atau menyebunyikan harga untuk ditanyakan langsung via DM.

Sebenarnya nggak sepenuhnya salah sih, namun kecenderungan masyarakat Indonesia yang praktis membuat cara seperti itu malah bikin image bisnis kamu terlihat jelek, dan kemungkinan besar berakhir ditinggalkan.

Untuk menarik pelanggan, coba berikan detail produk seperti ukuran, tipe, warna, dan ketersediaan produk. Dengan begitu, audiens makin tertarik untuk check out produk jualanmu.

5. Stop Kirim Pesan Broadcast secara Terus Menerus, karena Itu Mengganggu!

jangan kirim broadcast terus menerus | Credit: Brooke Lark from Unsplash via unsplash.com

Pelaku bisnis banyak memanfaatkan broadcast message atau pengiriman pesan massal untuk menawarkan produk dan jasa. Namun seringkali fitur ini justru disalahgunakan, yakni kamu jadi mengirim pesan secara terus menerus tanpa kenal waktu dan berakhir menggangu privasi si penerima. Akhirnya pihak penerima pesan merasa risih dan memilih untuk nge-mute atau memblokir akun jualanmu, nih.

So, ada baiknya, kamu perlu mengatur jadwal pengiriman pesan promo, misalnya hanya pada saat produk terbaru hingga momen diskon tertentu.

6. Coba Bersikap Komunikatif dan Responsif

responsif terhadap pelanggan | Credit: freestocks from Pixabay via pixabay.com

Usahakan menjadi seller yang tahu kondisi saat mempromosikan sesuatu. Misalnya kamu ingin mengiklankan produk lewat unggahan artis/selebgram/influencer. Nah, sebelum menggunakan jasa mereka, sebisa mungkin ketahui konsep endorse-nya terlebih dahulu, cari tahu rate card-nya, dan situasi dari si publik figur tersebut (Apakah sedang mengalami musibah atau tidak).

Bukan hal yang etis, jika tiba-tiba kamu menyodorkan tawaran kerja sama secara bertubi-tubi tanpa mengetahui kondisi mereka. Dengan sikap yang peka dan komunikatif, kamu bisa buat brand lebih berkelas dengan strategi marketing lain seperti membuat konten sendiri di Tiktok atau Live Instagram yang sudah kian mudah.

Selain itu kamu juga harus responsif kepada pembeli, jangan sampai mereka meninggalkan daganganmu karena pelayanan yang lama. Untuk itu, dibutuhkan totalitas menjalankan strategi ini, termasuk merespon testimoni, pesan, ulasan baik maupun negatif. Jadilah seller yang legowo menerima kritikan sebagai motivasi untuk memberikan yang terbaik.

Itulah hal yang perlu kamu perhatikan menggunakan sosial media untuk berjualan, nama brand aman etika bermedia sosial pun diterapkan. Semoga bisa bantu kasih insight baru untuk strategi marketing kamu di media sosial ya!

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Tim Dalam Artikel Ini

Editor

An avid reader and bookshop lover.