4 Tips Sehat Menikmati Kuliner Kekinian

Nggak perlu worry nikmati kuliner kekinian, karena ada cara sehat yang bisa kamu lakukan

Bicara soal kuliner, ada banyak hal yang bisa kita bahas. Mulai dari tradisi, filosofi, cara menikmati, hingga mana saja menu kuliner kekinian favorit generasi kiwari. Untuk poin terakhir, agaknya jadi yang paling sering kita bahas karena berkaitan dengan tren.

Yup, segala sesuatu yang ngetren hampir selalu menarik perhatian generasi muda. Hanya saja untuk keep up dengan tren kuliner kekinian, nggak sedikit generasi muda yang ragu. Ini karena menu-menu kekinian sering dianggap kurang baik bagi kesehatan.

Keraguan tersebut adalah wajar, mengingat banyak dari kuliner kekinian masuk kategori fast-food, atau tinggi kandungan gula. Meski begitu, bukan berarti kamu nggak bisa menikmati kuliner kekinian dengan sehat, loh. 

Lantas, bagaimana caranya agar bisa menikmati kuliner kekinian dengan sehat? Simak 4 tips berikut.

1. Suka jajan minuman boba? Coba pilih yang refined sugar-free

Ilustrasi minuman boba | Dok. Burgreens

Kenikmatan minuman boba yang menjadikannya ngetren sepertinya sudah nggak perlu diperdebatkan. Namun, sejalan dengan kenikmatannya, ada risiko kesehatan jika mengkonsumsinya secara berlebihan, karena minuman satu ini punya kandungan gula yang tinggi. 

Nah, salah satu cara agar kamu bisa menikmati minuman satu ini tanpa perlu khawatir adalah memilih minuman boba yang bebas gula putih, yaitu yang menggunakan gula minimum proses seperti gula merah organik atau pemanis lainnya yang tanpa kalori seperti stevia. 

Stevia ini jauh lebih manis dibanding sukrosa atau gula biasa, loh. Dengan kata lain, penggunaannya pada minuman jadi nggak perlu banyak. Menariknya, meski lebih manis, stevia nggak mengandung kalori dan baik untuk diabetes.

Selain itu, untuk menikmati boba secara lebih sehat, kamu juga bisa memilih oat milk atau soy milk alih-alih susu sapi sebagai base-nya. Dua jenis susu diketahui lebih tinggi serat dan tidak mengandung kolesterol seperti susu sapi. Minuman boba dengan oat milk dan soy milk juga bisa jadi pilihan buat kamu yang nggak mengkonsumsi produk hewani.

2. Buat pencinta ayam goreng kuning dengan sensasi pedasnya, bisa pilih versi vegan

Ilustrasi ayam goreng kuning | Dok. Burgreens

Buat lidah orang Indonesia, ayam goreng adalah kuliner primadona yang bikin nagih. Gurihnya ayam goreng plus sambal pedas bisa dibilang sudah menjadi semacam “obat” penambah nafsu makan. Kamu yang lagi nggak berselera makan, kalau liat ayam goreng pasti langsung ngiler. Betul, nggak?

Nah, selain ayam goreng, sate taichan juga merupakan kuliner yang belakangan banyak disukai pencinta pedas. Kesamaan dua menu kuliner yang sama-sama bikin nagih ini adalah menggunakan daging ayam dan sambal yang pedas.

Namun, ketagihan hingga terus-terusan makan ayam goreng atau sate taichan bisa jadi kurang baik bagi kesehatan. Salah satu alasannya karena ayam goreng umumnya mengandung lebih banyak kalori, dan konsumsi daging ayam yang terlalu sering bisa meningkatkan kolesterol.

Meski begitu, kamu yang ketagihan ayam geprek atau sate taichan nggak perlu berkecil hati. Sebab, ada alternatif daging ayam dari bahan nabati untuk menikmati dua menu tersebut dengan kenikmatan yang sama tetapi lebih sehat, tak lain tak bukan Galangal Spiced Chick’n dan Chick’n Satay taichan dari Green Rebel Foods.  

Yup, saat ini kamu sudah bisa menemukan menu ayam goreng maupun sate taichan vegan, di mana daging ayam asli diganti daging yang dibuat menggunakan GMO-free soy protein, yaitu protein nabati dengan karakteristik fungsional paling mendekati daging. Daging vegan ini biasanya juga bebas kolesterol dan hormon, sehingga lebih sehat untuk dikonsumsi. 

3. Fast-food nggak melulu “junk-food“, burger berbahan dasar jamur contohnya

Ilustrasi burger | Dok. Burgreens

Menu makanan dari gerai cepat saji seperti burger kerap jadi teman nongkrong generasi muda kiwari. Selain karena rasanya yang enak dan cukup mengenyangkan untuk ukuran perut Indonesia yang akrab dengan nasi, burger dari restoran cepat saji populer karena harganya relatif murah. 

Namun, lagi-lagi konsumsi rutin burger bisa jadi kurang baik bagi kesehatan. Ini karena burger memiliki kalori, lemak jenuh, serta natrium yang sangat tinggi. Nggak heran juga kalau makanan ini sering disebut “junk-food” meski dilengkapi sayuran seperti selada dan timun.

Meski demikian, menu makanan ala fast-food seperti burger nggak melulu “junk-food”, loh. Kamu bisa menikmati burger yang lebih sehat, seperti burger vegan dengan jamur shiitake sebagai bahan utama pembuatan patty yang umumnya dibuat dari daging sapi cincang berkualitas rendah. 

Selain bisa menikmati cita rasa khas burger dengan lebih sehat, dengan memilih burger yang tidak menggunakan daging sapi kamu secara langsung juga berkontribusi dalam mengurangi emisi gas rumah kaca, loh. Melansir katadata.co.id, sapi ternak memiliki emisi gas rumah kaca yang mencakup 62 persen total gas rumah kaca yang dihasilkan sektor pertanian dunia. Jadi, bukan hanya sehat buat dirimu, tetapi juga buat lingkungan. 

Nah, yang menarik lagi dari burger vegan adalah biasanya kamu juga bisa memilih gluten-free bread untuk teman-teman yang menghindari konsumsi tepung. 

4. Cara paling mudah, pilih kafe atau resto yang punya komitmen terhadap gaya hidup sehat dan keberlanjutan

| dok. Burgreens

Yup, cara paling mudah untuk bisa menikmati berbagai kuliner kekinian secara sehat adalah dengan mendatangi kafe atau resto yang menjadikan gaya hidup sehat dan berkelanjutan sebagai komitmen mereka. Di Indonesia, salah satu resto yang punya komitmen tersebut adalah Burgreens.

Keempat menu kekinian yang bisa dinikmati secara sehat seperti sudah kita bahas di atas, yaitu Vegan Boba dengan stevia, Ayam Goreng Kuning Bowl & Sate Taichan Bowl yang menggunakan GMO-free soy protein, cholesterol & hormone-free, serta Mighty Mushroom Burger yang patty-nya terbuat dari shiitake mushroom adalah menu best seller di Burgreens yang bisa kamu nikmati.

Menariknya, seluruh menu yang bisa kamu pesan di Burgreens diolah dari bahan-bahan makanan utuh atau wholefoods, berdasarkan pemahaman nutrisi nabati sang founder, Chef Max Mandias, dan juga bebas dari gula putih. Semua menu juga mengandung protein nabati, karbohidrat kompleks, serat pangan, dan lemak baik dalam jumlah yang seimbang. 

Nah, sebagai resto yang mengkhususkan diri sebagai rantai makanan nabati terkemuka di Indonesia dengan spesialisasi masakan Asia dan Barat, menu-menu di Burgreens nggak hanya bisa membantumu mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat, tetapi juga bisa berdampak pada keselamatan bumi dari perubahan iklim. 

Aspek keberlanjutan di Burgreens juga dipastikan melalui pemberdayaan petani lokal, di mana sebagian besar bahan-bahan yang mereka gunakan dibeli langsung dari petani dan pengrajin makanan yang menerapkan pertanian berkelanjutan. Selain itu, Burgreens juga mengambil peran memberdayakan perempuan, dan bekerja sama dengan berbagai LSM serta komunitas untuk menggelar edukasi tentang pola makan sehat hingga lokakarya memasak. 

Bagaimana, sudah nggak ragu lagi kan untuk keep up dengan tren kuliner kekinian secara sehat? So, langsung saja sambangi gerai-gerai Burgreens yang saat ini sudah tersebar di Jakarta, Tangerang, Bandung dan Bali. Saat kamu makan di restoran Burgreens, juga bisa belanja makanan beku nabati dari sister-brand Burgreens, yaitu Green Rebel Foods. Jadi bisa juga berkreasi masak plant-based di rumah kan? 

Oiya, kamu juga nggak perlu khawatir soal harga. Kuliner sehat nggak melulu mahal, kok. Di Burgreens, kamu bisa menikmati berbagai menu sehat dengan harga yang bersahabat. Nggak percaya? Langsung saja sambangi gerainya. 

Untuk informasi lebih lanjut mengenai menu-menu, promo dan lokasi gerai Burgreens, kamu bisa menyambangi Instagram @burgreens, @greenrebelfoods atau website resmi burgreens.com dan greenrebelfoods.com 

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Editor