6 Efek Buruk Penggunaan Toner Cuka Apel yang Kurang Tepat. Awas, Nggak Cocok Bisa Beruntusan!

Toner cuka apel

Sejak beberapa waktu lalu, toner cuka apel Bragg khususnya, banyak digunakan untuk mengatasi beragam masalah kulit. Klaimnya, toner cuka apel ini dapat menghilangkan beruntusan dan bekas jerawat secara perlahan. Manfaat ini didapat berkat kandungan asam asetat dan asam sitrat di dalamnya yang cukup kaya.

Advertisement

Di samping manfaat toner cuka apel yang bagus untuk beberapa masalah kulit (asal cocok), nyatanya toner ini juga dapat memicu efek samping jika kurang tepat pemakaiannya. Bahkan tak sedikitĀ review toner cuka apel yang menyebut bahwa mereka justru mengalami masalah wajah yang lebih parah, seperti kulit kering hingga jerawat meradang. Berikut efek samping yang mengintai para pengguna toner cuka apel untuk wajah jika digunakan dengan kurang tepat.

1. Iritasi maupun alergi merupakan salah satu efek samping penggunaan toner cuka apel yang paling kentara

iritasi wajah | credit: Insider via www.insider.com

Baik toner cuka apel Beauty Glam maupun merek lainnya, pasti memiliki kandungan asam tinggi yang berpotensi memicu iritasi. Di awal pamakaian, kamu mungkin akan mengeluhkan kulit kemerahan yang disertai gatal sebagai tanda kondisi makin parah. Saat gejala awal ini mulai dirasakan, baiknya segera sudahi pemakaian agar tak memicu hiperpigmentasi pada area wajah tertentu. Namun, setidaknya ini bisa diminimalisir dengan penggunaan dan cara membuat toner cuka apel yang tepat.

2. Kadar pH tinggi dalam toner cuka apel dapat memicu pengikisan kulit jika digunakan setiap hari

pengikisan kulit | credit: Insider via www.insider.com

Apakah toner cuka apel aman digunakan setiap hari?

Advertisement

Mengingat kadar pH dalam toner cuka apel yang cukup tinggi, yakni sekitar 2,7 sampai 3,95, kamu mesti berhati-hati saat memakainya. Jika terus digunakan setiap hari, kulit akan mengalami pengikisan dan lapisan arinya pun jadi makin tipis. Padahal kalau terkikis, kulit jadi lebih sensitif dan gampang iritasi. Untuk mencegahnya, baiknya hindari penggunaan toner cuka apel setiap hari dan imbangi dengan skincare lain yang fungsinya melembapkan.

3. Pemakaian toner cuka apel yang berlebihan pun dapat memicu kulit kering dan mengelupas akibat berkurang kelembapannya

kulit kering | credit: Jenna Hamra via www.pexels.com

Selain karena bersifat asam, toner cuka apel pun merupakan produk fermentasi yang mengandungan alkohol. Padahal kandungan tersebut tak dianjurkan digunakan oleh para pemilik kulit kering. Bahkan mereka yang memiliki kulit normal pun mesti menggunakannya dengan takaran yang tepat agar tak memicu masalah lainnya. Maka dari itu, cuka apel harus digunakan dengan sangat hati-hati agar tidak mengganggu kelembapan kulit, termasuk toner cuka apel White Glow.

4. Beruntusan dan breakout juga menjadi salah satu keluhan para pengguna toner cuka apel

Advertisement

wajah bruntusan | credit: The Sun via www.thesun.ie

Beberapa orang percaya bahwa penggunaan toner cuka apel untuk jerawat sangatlah efektif. Tapi sebagian pengguna lainnya justru mengeluhkan hal yang berbeda. Menurut mereka, penggunaan toner cuka apel untuk bruntusan justru dapat memperparah komedo, sebum, dan jerawat di wajah. Meski tak sedikit juga yang menyakini bahwa kondisi tersebut hanyalah efek purging alias tanda bahwa wajah bereaksi. Padahal belum tentu juga lo!

Jika ternyata purging tak membaik selama 3 sampai 7 hari ke depan, sebaiknya hentikan penggunaannya. Walau harga toner cuka apel relatif murah, tapi kalau bikin masalah, mending nggak usah deh~

5. Dalam jangka waktu lama, penggunaan toner cuka apel dapat menyebabkan luka bakar ringan pada wajah

luka bakar ringan | credit: Medical News Today via www.medicalnewstoday.com

Dalam sejumlah laporan medis dari National Capital Poison Center tertulis bahwa ada beberapa orang yang mengalami luka bakar ringan akibat kebiasaan memakai toner cuka apel, mengutip laman MedicalNewsToday. Penyebabnya karena kandungan asam dan bahan kimia dalam cuka apel yang terlalu tinggi, sehingga bisa membuat pembuluh darah terlihat dan memicu luka bakar ringan terutama pada kulit sensitif. Meski bisa ditangani secara media, sayangnya bekas luka bakar ini agak sulit dihilangkan.

6. Efek jangka panjangnya, toner cuka apel pun dapat menyebabkan skin barrier atau sel kulit dalam

lapisan kulit dalam | credit: drbailey skincare via drbaileyskincare.com

Kandungan asam sitrat dalam cuka apel dapat memicu ruam dan menyebabkan iritasi kulit. Lambat laun hal ini akan berpengaruh dan membuat sel kulit dalam mengalami masalah, terutama pada pemilik kulit sensitif. Mengutip laman Hello Sehat, dokter spesialis kulit dr. Listya Paramita, Sp.KK menyebut bahwa sampai saat ini pun belum ada bukti ilmiah yang benar-benar menunjukkan keamanan serta kemanjuran toner cuka apel untuk wajah. Jadi, perlu dikaji lagi penggunannya.

Jika kamu ingin menggunakan cuka apel untuk wajah yang berjerawat, begini pemakaian yang tepat:

Campur cuka apel dan air menggunakan perbandingan 1:2. Tuang ke kapas lalu aplikasikan pada area wajah yang bermasalah. Sebelum digunakan, lakukan dulu uji alergi untuk meminimalisir efeknya. Lalu, pakai toner cuka apel dibilas atau tidak? Baiknya tetap dibilas agar wajah tidak berbau dan menyebabkan iritasi.

Pada akhirnya, tetap berhati-hatilah saat menggunakan toner cuka apel untuk wajah. Apabila wajah terasa panas dan clekit-clekit, baiknya sudahi penggunaannya. Daripada kenapa-kenapa lo!

Gelombang resesi mulai menghampiri, bagaimana kalian mempersiapkan diri menghadapinya? Isi survei berikut ini.

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Helga-nya Arnold!

Editor

salt of the earth, light of the world

CLOSE