Di zaman yang semakin modern dan serba canggih ini, rasanya apapun bisa dengan mudah kamu lakukan. Termasuk mengabadikan setiap momen menggunakan kamera, baik itu kamera handphone atau kamera lain yang lebih canggih. Di sini kita tentu sangat dimanjakan, karena segala sesuatu pasti akan jadi sangat menyenangkan.

Mungkin banyak juga di antara kamu yang masih kebingungan, bagaimana sih menggunakan kamera-kamera tadi? Trik-trik khusus apa saja sih yang harusnya kamu lakukan demi hasil foto yang memuaskan? Terlebih jika kamera tadi adalah kamera DSLR, yang tingkat kesulitannya jauh lebih besar daripada kamera HP. Wah, gimana dong?

Kamu tidak perlu kuatir, karena pakai DSLR ternyata tak sesulit kelihatannya. Nggak percaya?

1. Apa sih DSLR itu? Yang pasti, bukan cuma bisa dipakai buat selfie saja :’)

apa DSLR itu? via belfot.com

DSLR adalah kependekan dari Digital Single lens Reflex. Dalam bahasa yang gampang, DSLR adalah kamera yang memanfaatkan cermin untuk mengarahkan cahaya dari lensa ke viewfinder. Viewfinder adalah lubang kecil dibelakang kamera tempat kita mengintip obyek foto.

Ini nih bagian-bagian penting dan fungsinya…

Advertisement

2. Cari tahu dulu bagaimana cara mengaktifkannya, jangan sampai kamu bingung dibuatnya

di-on-in dulu yaaaa~ via gaptek28.wordpress.com

Untuk mengaktifkan kamera pastilah semua sudah tahu bagaimana caranya. Yup! Dengan menekan tombol on yang tersedia. Setelah kamera aktif, cobalah untuk mengecek fokus kamera dengan melihat sesuatu objek melalu viewfinder. 

Sebagai pemula, kamu harus membiasakan diri untuk melihat objek foto dengan viewfinder tersebut. Jangan melulu kamu menggunakan monitor LCD untuk melihat objek, agar matamu bisa terbiasa dengan penggunaan viewfinder dan kamu pun akan bisa menguasai objek yang akan kamu bidik.

3. Sebagai awalan, kamu disarankan untuk menggunakan menu automatic sampai benar-benar nantinya

automatic~ via krysnatz.wordpress.com

Buat kamu yang masih memelajari teknik dasar dari fotografi, disarankan untuk lebih dulu menggunakan menu otomatis. Setidaknya kamu bisa pakai menu tersebut sampai kamu terbiasa dan lihai menggunakannya. Biasanya, menu atau mode tersebut dilambangkan dengan bentuk persegi panjang di tiap kamera.

Kalau kameramu sudah ter-setting secara otomatis, pengaturan lainnya juga akan ter-setting dengan sendirinya. Hasil jepretanmu pasti akan jadi luar biasa dan kemampuanmu pun ikut bertambah karenanya.

4. Untuk menentukan fokus dari objek yang akan dibidik, sebaiknya kamu menekan tombol shutter dalam 2 langkah

Bagi pemula, sebaiknya kamu menekan tombol shutter dalam dua langkah, yang pertama kamu harus mengambil fokus objek dengan menekan setengah dari tombol shutter dan tunggulah hingga lensa dapat menangkap titik fokus dengan baik. Kemudian, kamu bisa melanjutkan dengan langkah berikutnya, yakni dengan menekan penuh tombol shutter. Selamat mencoba!

5. Selanjutnya, mulailah untuk mempelajari menu-menu lain yang tersedia pada kamera, seperti pengaturan ISO, aperture, dan shutter speed

setting manual~ via kramelion.ru

Saat kamu sudah mulai terbiasa dengan DSLR-mu, cobalah untuk memulai memelajari pengaturan lain yang tersedia secara manual. Kamu perlu mengetahui jika dengan mengatur shutter speed kamu akan bisa mendapatkan foto yang terbaik.

Sebagai contoh, ketika kamu ingin mengambil objek bergerak maka kamu memerlukan shutter speed yang cepat agar objek dapat terlihat dengan jelas.

Lalu, bagaimana sih mengatur shutter speed?

shutter speed via lifehack.org

Ketika kamu ingin mengambil gambar di tempat yang gelap, maka shutter speed perlu diatur selambat mungkin agar kamera dapat mengumpulkan banyak cahaya untuk menerangi objek foto. Nah, saat kamu menggunakan shutter speed yang rendah disarankan untuk menggunakan tripod demi hasil yang nggak blur akibat gerakan tanganmu.

Kemudian, setelah mengatur shutter speed, kamu juga harus mengatur aperture atau yang biasa disebut juga dengan diafragma (biasa dilambangkan dengan F). Kamu harus tahu jika semakin kecil nilai F-nya, maka akan semakin besar tingkat diafragmanya, artinya semakin banyak F yang kamu setting maka objek foto akan terlihat semakin terang.

Tidak berhenti di situ Saja, untuk memperoleh pencahayaan yang baik, kamu juga perlu memperhatikan keseimbangan antara shutter speed dan aperture.

Setelah itu, kamu bisa lebih akrab dengan yang namanya ISO (International Standart Organization)

Lalu, yang nggak boleh ketinggalan adalah pemilihan ISO yang jelas sangat berpengaruh. Kamu harus berhati-hati dalam mengatur ISO, semakin tinggi nilai ISO maka semakin cepat reaksi sensor terhadap cahaya yang ada. Kunci untuk memilih ISO harus disesuaikan dengan shutter speed. 

Jika kamu memilih ISO yang tinggi maka kamu harus memilih shutter speed yang cepat, pun sebaliknya.

Hal lain yang perlu kamu ketahui adalah penggunaan ISO yang rendah dapat digunakan saat hari cerah, sedangkan ISO yang tinggi dapat digunakan untuk objek gambar yang ada di dalam cahaya gelap. Dan… Kalau kamu mau aman menggunakan ISO di segala jenis kondisi, sebaiknya gunakanlah ISO 100 atau 200.

6. Selanjutnya, untuk mengambil objek yang kamu inginkan, pemilihan angle dan sense of art harus turut diperhatikan agar hasil yang diharapkan jadi begitu maksimal

anglenya harus pas… via artikel.pricearea.com

Setelah berhasil mengatur segala pencahayaan yang tepat, mulailah untuk membidik objek yang kamu inginkan. Untuk itu, nilai seni yang kamu punya jelas sangat diperlukan. Demi hasil yang maksimal, kamu perlu cermat dalam mengambil angle dan sense of art kamu pun begitu diuji.

Kalau kamu bisa menyiasati kedua hal tersebut dengan baik, maka bukan suatu yang mustahil jika kamu dapat mengambil objek yang biasa jadi terlihat luar biasa.

Itulah beberapa cara yang bisa dilakukan oleh para pemula demi hasil bidikan yang sempurna. Yuk, giat belajar dan berlatih mengambil foto terbaik dengan kamera DSLR-mu. Siapa tahu kamu bisa segera jadi fotografer yang handal! Semangat, ya! 🙂