13 Foto Polusi Ini Memang Menyesakkan. Butuh Kesadaran Buat Nggak Nyampah Sembarangan!

Lebih dari sepuluh tahun terakhir, manusia telah memproduksi plastik sepuluh kali lebih banyak dibanding sampah plastik selama seratus tahun terakhir. Entah disadari atau tidak, setiap tahunnya kita membuang sampah yang mampu mengelilingi empat kali bumi. Amerika Serikat saja misalnya, membuang setidaknya 35 juta botol air setiap tahun, yang diperlukan waktu 500-1000 tahun untuk terurai alami. Ini fakta.

Polusi itu tak hanya isapan jempol semata. Isu klasik memang, tapi semakin hari kita semakin bisa melihat fakta mengejutkannya, yang tentu akan berdampak pada masa depan anak cucu kita, dan juga bumi ini. Pencemaran lingkungan, sebagian besar timbul sebagai akibat kegiatan manusia. Dan sebagian kecilnya disebabkan oleh alam (misal gunung meletus dan gas beracun). Kalau penyebabnya ialah aktivitas manusia itu sendiri, berarti bisa dicegah dan dikendalikan dong? Semoga 13 foto ini mampu membuka hatimu!

ADVERTISEMENTS

1. Beginilah potret nyata polusi lingkungan yang perlahan menghancurkan bumi kita tercinta. Polusi udara, limbah dan sampah makin membuat resah

kalau di jamanmu udah begini, kamu nggak mikir gimana jaman cucu cicitmu nanti? kamu tega?

kalau di jamanmu udah begini, kamu nggak mikir gimana jaman cucu cicitmu nanti? kamu tega? via www.mongabay.co.id

ADVERTISEMENTS

2. Seekor anjing ini sedang berdiri di tengah asap beracun yang dihasilkan oleh pertambangan batu bara di India. Berapa banyak pertambangan di Indonesia?

anjing juga makhluk hidup. dampaknya bakal sama...

anjing juga makhluk hidup. dampaknya bakal sama… via mongabay.co.id

ADVERTISEMENTS

3. Nggak cuma di darat, polusi pun sudah sampai perairan. Ikan-ikan makin berkurang digantikan beragam sampah di lautan. Kamu tega anak cucumu nggak bisa makan ikan?

ini di laut, lama-lama bakal ketutup sama sampah

ini di laut, lama-lama bakal ketutup sama sampah via mongabay.co.id

ADVERTISEMENTS

4. Seorang anak tengah berenang dan menyelam di antara sampah-sampah mengambang di sungai di Filipina, salah satu negara paling terpolusi di dunia. Pikirin deh, di Indonesia ada berapa banyak sungai dan penduduknya? Apa nggak lebih banyak?

hal kaya gini bisa terjadi dimana-mana, sampah sudah merajalela

hal kaya gini bisa terjadi dimana-mana, sampah sudah merajalela via mongabay.co.id

ADVERTISEMENTS

5. Perempuan ini harus memakai masker kemana-mana demi menyaring udara untuk bernafas, karena polusi udara Beijing 20 kali lebih buruk dari level “aman”

apa nggak repot kalau masker harus selalu nyantol di hidungmu seperti ini?

apa nggak repot kalau masker harus selalu nyantol di hidungmu seperti ini? via mongabay.co.id

ADVERTISEMENTS

6. Beralih ke Brazil. Olimpade Rio 2016 makin dekat, dan pemerintah Brazil tak bisa lagi menyangkal bahwa negara tersebut menghadapi polusi lingkungan yang mengkhawatirkan

sampah benar-benar menyebar ke seluruh penjuru dunia

sampah benar-benar menyebar ke seluruh penjuru dunia via mongabay.co.id

7. Kamu tahu kan ini apa? Iya, burung albatros yang mati, lantaran menelan begitu banyak sampah lewat makanannya (ikan). Tubuhnya sama sekali tidak bisa mengeluarkan sampah-sampah tersebut, dan membuatnya mati

90% sampah di lautan ialah sampah plastik. kurang-kurangin lah...

90% sampah di lautan ialah sampah plastik. kurang-kurangin lah… via mongabay.co.id

8. Yang ini juga burung. Masih hidup sih, tapi kayanya dia mending mati aja. Burung pelikan coklat ini seharusnya sudah terbang tinggi di atas Teluk Meksiko, tapi tubuhnya berlumur minyak yang juga dia telan saat tumpahan melanda kawasan itu.

burung dan terbang bukankah sesuatu yang identik? kalau sudah nggak bisa terbang, buat apa pelikan ini hidup :(

burung dan terbang bukankah sesuatu yang identik? kalau sudah nggak bisa terbang, buat apa pelikan ini hidup 🙁 via mongabay.co.id

9. Bahkan kawasan tinggi pun tak luput dari sampah. Mount Everest membutuhkan tim pembersih untuk membersihkan sampah yang ditinggalkan para pendaki. Mending kamu di rumah aja bantuin mama daripada bikin rusuh dimana-mana

terus naik gunung itu gunanya buat apaaa??? gaya gayaan aja?

terus naik gunung itu gunanya buat apaaa??? gaya gayaan aja? via mongabay.co.id

10. Kamu salah kalau kamu pikir binatang ini lagi lucu-lucuan mainan demi mengundang perhatian. Ia sedang kesulitan melepaskan kaleng yang membuat mulutnya terperangkap. Karena siapa? ya manusia!

Sekitar 1 juta burung dan 100 ribu mamalia laut terbunuh tiap tahun karena sampah di lautan.

Sekitar 1 juta burung dan 100 ribu mamalia laut terbunuh tiap tahun karena sampah di lautan. via mongabay.co.id

11. Masih belum sadar juga kenapa kamu harus sesegera mungkin mengurangi penggunaan plastik dalam kehidupanmu? Nggak kasihan sama satwa ini yang nggak ngerti gimana cara melepaskan dirinya dari jeratan plastik?

Sekitar 500 miliar karung plastik dipakai di seluruh dunia setiap tahun. Tiap jam dan menitnya ada berapa??

Sekitar 500 miliar karung plastik dipakai di seluruh dunia setiap tahun. Tiap jam dan menitnya ada berapa?? via mongabay.co.id

12. Kalau begini terus, anak cucumu bakal nggak bisa jadi traveler. Gimana enggak, mau traveling kemana kalau lautan juga sudah tercemar zat berwarna??

apa kamu masih minat main air kalau sudah begini?

apa kamu masih minat main air kalau sudah begini? via mongabay.co.id

13. Masih kurang bukti? Lewat gambar ini bahkan mungkin nggak ada lagi yang akan berminat menjadi peselancar. Surfing kok bareng sampah!

mengerikan

mengerikan via mongabay.co.id

Pencemaran lingkungan, karena kegiatan manusia. Sudah terlanjur begini, ya mana bisa dihindari. Kamu hanya bisa mengurangi, mengendalikan, dan meningkatkan kepedulian dan kesadaran terhadap lingkungan hidupmu sendiri. Kurang-kuranginlah mencemari lingkungan ini lagi dan lagi. Kamu harus nunggu berapa spesies punah sih buat sadar? Lingkungan ini sudah nggak seimbang, kesuburan tanah jauh jauh berkurang, kamu mau makan apa? Nggak peduli negara maju atau berkembang, semuanya jadi korban. Selamat menyelamatkan lingkungan!!!

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Rajin menggalau dan (seolah) terluka. Sebab galau dapat menelurkan karya.