Gunung Lawu di Karanganyar, Jawa Tengah dikenal sebagai salah satu spot pendakian favorit para pendaki pemula. Meskipun tingginya mencapai 3.265 meter dari permukaan laut, medan pendakian ke puncak Lawu terbilang ramah bagi para pendaki, terutama bagi pendaki pemula.

Medan pendakian ke puncak Lawu memang ramah, tapi jangan pernah menganggap remeh hal itu ya. Seperti pendakian ke gunung-gunung lainnya, kamu harus tetap menjunjung tinggi adat yang berlaku. Termasuk juga menghormati mitos-mitos dan pantangan yang berlaku.

Nah, kali ini Hipwee Travel mau membagikan beberapa mitos dan pantangan yang harus kamu tau sebelum mendaki ke Gunung Lawu. Simak baik-baik ya.

Kehadiran kupu-kupu bercahaya biru menjadi tanda kamu diterima dengan baik oleh penghuni Gunung Lawu.

Puncak Hargo Dumilah Gunung Lawu via nugrohoahmadtp.blogspot.com

Sebagian pendaki mengaku pernah melihat kupu-kupu hitam yang dikelilingi cahaya berwarna biru saat mendaki ke puncak Gunung Lawu. Menurut keyakinan warga setempat, kehadiran kupu-kupu itu menandakan bahwa pendaki itu datang dengan hati yang bersih dan diterima dengan baik oleh para penghuni gunung.

Burung jalak sang penunjuk arah akan membantu semua pendaki yang datang dengan hati yang bersih.

Advertisement

Siap-siap bertemu burung jalak via 1.bp.blogspot.com

Burung jalak ini merupakan jelmaan penunggu Gunung Lawu. Burung ini akan muncul dan memberikan tanda-tanda untuk memudahkan para pengunjung untuk mendaki sampai ke puncak. Kata orang-orang sekitar, jalak ini hanya akan memberi petunjuk ke para pendaki yang datang dengan hati yang bersih.

Jangan banyak mengeluh saat mendaki, karena keluhanmu akan cepat terkabul seperti sebuah doa.

Jangan banyak ngeluh ya, teman-teman! via bayudeje.wordpress.com

Apapun yang kamu rasakan dalam pendakian, usahakan agar selalu menjaga sikap dan perkataan. Sebab, apa yang kamu ucapkan itu seperti akan menjadi doa. Misalnya, kamu mengeluh kepanasan atau kelelahan. Kamu justru akan merasa semakin panas dan semakin lelah. Jadi lebih baik simpan keluhanmu itu di dalam hati.

Pantangan mendaki dengan jumlah yang ganjil dan larangan mendaki dengan pakaian bernuansa hijau.

Berdua lebih baik via ngaku2backpacker.blogspot.com

Kalau berniat mendaki ke puncak Gunung Lawu, usahakan agar tidak datang dengan jumlah yang ganjil. Konon katanya, jumlah yang ganjil itu akan membawa sial. Banyak cerita yang mengisahkan jumlah rombongan pendaki yang jadi genap kalau datang dengan jumlah ganjil. Selain itu, usahakan tidak memakai pakaian bernuansa hijau karena warna hijau identik dengan hal-hal mistis di wilayah Jawa Tengah.

Bukan cuma di Gunung Merbabu, mitos keberadaan pasar setan juga dikenal di Gunung Lawu.

Fenomena pasar setan memang menyeramkan via nophixpuck.blogspot.com

Bukan cuma di Gunung Merbabu, mitos pasar setan juga ada di Gunung Lawu. Pasar setan merupakan fenomena gaib berupa suara-suara ramai semacam di pasar yang sering dialami pendaki di gunung. Kata sejumlah orang, kalau kamu mendengar suara-suara gaib itu kamu harus memetik sehelai daun dan menjatuhkannya ke tanah.

Itulah tadi lima mitos dan pantangan yang berlaku di Gunung Lawu. Sebetulnya kalau dipikir dengan akal sehat, mitos-mitos di atas cukup rasional. Misalnya soal larangan penggunaan baju hijau. Mungkin maksudnya, warna hijau akan membuat pendaki tampak serupa dengan pepohonan. Kalau pendaki ini tersesat, pasti akan sulit dicari.

Kamu bebas mau percaya atau tidak. Yang penting, saran kami siapapun yang berniat mendaki gunung wajib ekstra hati-hati dalam bersikap dan berkata. Kalau kamu punya kisah menarik soal Gunung Lawu, jangan lupa di-share ya supaya bisa dinikmati pembaca lainnya.

Selamat mendaki!