Setelah menjalani hubungan sekian lama dengan pasangan, kalian mungkin mulai berpikir ke arah yang lebih serius lagi. Isi obrolan saat kencan yang tadinya hanya berkisar tentang kegiatan harian dan beberapa hal lucu yang terjadi dalamnya, mulai bergeser ke arah yang lebih ‘bermakna’.

Mulai dari mau punya anak berapa, bagaimana strategi kredit rumah, sampai dengan bayangan menghabiskan masa tua. Ada pergeseran tentang apa yang kalian perbincangkan berdua. Tapi sebelum semakin jauh merancang masa depan, ada baiknya kamu mengetes kredibilitasnya melalui sebuah perjalanan.

1. Sebelum digandeng ke pelaminan, ajak pasanganmu untuk berpetualang. Dari sanalah kamu dapat mengenali dirinya yang sesungguhnya

saling mengenal kekurangan dan kelebihan via www.lifehack.org

Advertisement

Jika kamu dan kekasih mulai berpikir melangkah ke arah yang lebih serius, salah satu hal yang perlu dilakukan adalah mengenali kekurangan dan kelebihan masing-masing. Tapi, bagaimana caranya mengetahui hal tersebut jika kencan atau waktu kebersamaan kalian tidak pernah lebih dari beberapa jam?

Maka dari itu, melakukan sebuah perjalanan bersama adalah cara terjitu untuk tahu sisi ‘terjujur’ dari dia. Kalau selama ini kamu dan pasangan hanya saling mengenal bagian terluar saja, lewat perjalanan semua sifat dan tabiat aslinya akan terlihat dengan nyata. Jangan kaget kalau ternyata pria yang kamu kira super tangguh itu punya ketakutan khusus pada serangga. Atau mungkin perempuan yang dipikir sangat mandiri justru terlihat manja minta ditemani menyantap mie instan karena kelaparan pas lewat tengah malam.

2. Dengan perjalanan, kalian dilatih membuat rencana berdua dan menyatukan isi kepala. Kemampuan ini penting dimiliki pasangan yang akan berumah tangga

melatih membuat rencana dengan isi kepala berbeda via www.bccu.org

Saat menjalani biduk rumah tangga nantinya, sebagai pasangan suami istri tentu kalian dituntut untuk bisa membuat keputusan berdua. Artinya, keputusan ini tidak hanya melibatkan satu orang saja melainkan isi kepala dua orang sekaligus. Sayangnya kemampuan itu tidak serta merta langsung ada, butuh latihan khusus agar kalian terbiasa untuk membuat keputusan bersama.

Advertisement

Ketika kalian melakukan perjalanan, latihan membuat keputusan berdua bisa terasah sepenuhnya. Mulai dari pemilihan destinasi, menghitung budget yang dibutuhkan, sampai kegiatan yang akan dilakukan melibatkan kalian pada diskusi panjang. Di sinilah kemampuan tersebut diuji. Bagaimana kalian harus bisa menyatukan isi kepala yang berbeda untuk membuat vakansi kalian bisa terlaksana dan tentunya berkesan.

3. Melancong bersama pacar memang rawan godaan. Namun dengan ngetrip bersamanya, kamu jadi lebih tahu seberapa kuat ia bisa menjaga kehormatan dalam sebuah hubungan

setahan apa akan godaan? via www.huffingtonpost.com

Pergi traveling berdua tentu berjalan bukan tanpa risiko di belakangnya. Salah satu yang paling ditakutkan adalah kalian terbawa suasana. Tapi sebetulnya lewat vakansilah kamu bisa mengecek sejauh apa kamu dan pasangan bisa menjaga komitmen untuk berpegang pada nilai yang kalian punya.

Bila selama perjalanan pasanganmu berusaha menjaga dan tetap setia pada kesepakatan yang telah kalian buat, itu adalah satu pertanda bahwa dia adalah pasangan yang bisa dipercaya. Sebaliknya, kalau dia berusaha merayumu untuk melakukan hal-hal yang tidak kamu mau, mungkin kamu harus memikirkan ulang apakah keputusan menikah dengannya adalah pilihan yang tepat.

4. Jika dia berani mencari pengalaman berbeda di jalan, itu sebuah tanda bahwa kekasihmu adalah pribadi tangguh yang layak dipertahankan

keluar dari zona nyaman via www.businessinsider.com

Meskipun sering dianggap sebagai sebuah kegiatan bersenang-senang, nyatanya tidak semua orang berani keluar dari zona nyamannya dan pergi jalan-jalan. Masih banyak orang di luar sana yang begitu takut untuk berpetualang. Bermacam-macam alasannya mulai dari takut kesasar sampai dengan ditipu orang.

Karena tidak semua orang berani menantang diri sendiri dan pergi mencari pengalaman seperti ini, maka bila jika pasanganmu berani melakukannya itu adalah sebuah pertanda bahwa dia layak dipertahankan. Kemauan dan kemampuannya berpetualang menjadi bukti ketangguhan sikapnya. Bukankah sikap tangguh seperti ini akan sangat diperlukan dalam mengarungi bahtera rumah tangga yang sarat akan kesulitan nanti?

5. Karena tidak ada perjalanan yang mulus-mulus saja, kemampuannya menyelesaikan masalah selama perjalanan bisa dijadikan acuan sikapnya ke depan saat dihadapkan dengan tantangan

cara menyelesaikan masalah via www.123rf.com

Saat melakukan perjalanan bersama, kalian tentu akan dihadapkan dengan berbagai tantangan perjalanan. Bisa jadi kamu dan pasangan akan dipertemukan dengan orang yang berniat jahat dan hendak melakukan penipuan. Atau bisa pula tempat yang kalian ingin kunjungi tidak bisa dilewati karena hujan tanpa henti membuat tanah di sekitarnya mengalami longsor.

Rasa kesal atau marah yang datang tentu harus diselesaikan dengan baik. Di sinilah kemampuan dan karakter aslinya dapat kamu kenali secara lebih dalam. Bagaimana ia berusaha menyelesaikan masalah yang terjadi. Keputusan seperti apa yang diambil dalam saat mengatasi kesulitan adalah gambaran bagaimana dia akan bersikap di kehidupan pernikahan nantinya.

6. Kenanganmu dan dia saat mengembara ke berbagai tempat berbeda akan memberikan bahan bicara di hari tua. Bayangkan tawa yang selalu bisa dihasilkan saat mengingatnya

Kalau selama ini kencanmu dengan dia hanya terbatas di kafe, bioskop, atau kampus saja kini adalah saat yang tepat untuk mengukir kenangan tidak terlupakan. Menjelajah pantai-pantai tersembunyi, gunung-gunung nan indah, atau pergi ke museum kota bisa jadi membuat semakin lengket dengannya.

Ingatan-ingatan tersebut bisa jadi memori luar biasa selama hubungan kalian terjalin. Barisan foto saat bervakansi nanti bisa jadi koleksi menarik di hari tua. Tentu kamu ingin dong tertawa bersamanya di teras rumah saat mengingat kamu dan dia yang pernah menjelajah berbagai kota saat masih muda?

Melakukan sebuah perjalanan sejatinya adalah ujian kadar kecocokan kalian sebagai pasangan. Setelah kembali ke kota asal, saatnya kamu menjawab pertanyaan pamungkas:

“Sudahkah ia layak diajak melangkah ke level kebersamaan bernama pernikahan?”

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya