Apa yang akan kamu lakukan kalau kamu bervakansi ke pantai? Main air, berenang, membuat istana pasir, atau berfoto? Sah-sah saja sih. Tapi tahukah kalau kamu juga dapat menikmati landscape pantai yang lebih luas dari ketinggian? Yap, mercusuar akan membantumu!

Mercusuar adalah bangunan menara tinggi dengan sumber cahaya di puncaknya. Letaknya yang berada di tepian pantai, difungsikan untuk membantu navigasi kapal laut. Terutama untuk menandai daerah-daerah yang berbahaya, misalnya karang dan daerah laut yang dangkal. Deretan mercusuar di Indonesia ini dapat kamu jajali pada waktu libur, agar mendapatkan pemandangan pantai yang berkali-kali lipat eloknya.

1. Mercusuar Pantai Pandansari. Tempatmu bisa menikmati deretan pegunungan hijau di Gunung Kidul dan keindahan Laut Selatan, Yogyakarta

Berselfie di mercusuar Pantai Pandansari. Keren kan? via kintarous.com

Mercusuar ini terletak di dusun Wonoroto, Gadingsari, Sanden, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Mercusuar setinggi 45 meter ini, memiliki empat tingkat ruangan yang menjulang ke atas. Di setiap ruangannya terdapat 2 tangga yang melingkar. Melelahkan memang, namun pantanglah mundur sebelum sampai tujuan! Sebab pemandangan menakjubkan telah siap membelai-belaimu di atas sana.

Mercusuar yang dibangun di era pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid ini, bertugas memberi peringatan kapal yang akan menuju ke pelabuhan Cilacap agar tidak salah jalur dan menabrak karang. Cukup merogoh kantong sebesar Rp 2.000,00 saja, pemandangan Pantai Pandansari dan sekitarnya dijamin membuatmu puas maksimal untuk berfoto. Sebab tak hanya pantai, awan, langit, dan ombak saja yang kamu saksikan. Deretan pegunungan Gunung Kidul juga memanjamu dengan warna hijaunya.

2. Menjadi saksi sejarah sambil berwisata, kenapa tidak? Nikmati saja titik nol rute Anyer-Panarukan dari Mercusuar Cikoneng.

Advertisement

Kalau sudah lihat yang seperti ini, rasa lelah mendaki tangga aja udah gak kepikiran lagi! via 1.bp.blogspot.com

Apabila musim mudik lebaran tiba, nama Jalur Pantura (Pantai Utara) pasti sudah terlalu akrab dengan telingamu. Namun tahukah kamu di mana titik nolnya? Ada baiknya kamu mencari tahu di Mercusuar Cikoneng.
Mercusuar Cikoneng berdiri di titik nol jalur Pantura yang meliputi rute Anyer-Panarukan. Kabarnya, mercusuar ini merupakan pengganti mercusuar lama yang hancur akibat letusan gunung Krakatau di tahun 1883. Karena letusan tersebut, pada tahun 1885 didirikanlah mercusuar ini yang mana merupakan hadiah dari Raja Belanda bernama Z. M. Willem III.
Jika kamu masuk dan mendaki ke atasnya, pemandangan berupa anak tangga yang melingkar dan ruangan yang semakin menyempit akan melengkapimu. Bila ditotal, ada sekitar 17 lantai yang kamu daki hingga puncak atau kira-kira sekitar 75,5 meter. Lelah pasti lelah. Tapi kalau lelahmu disambut dengan pemandangan luar biasa, semangatmu niscaya akan meledak senang.

3. Yang ini bukanlah sembarang lengkuas. Sebab Mercusuar Pantai Lengkuas akan memanjakan mata dan hatimu dengan ketenangannya.

Pantainya biru banget! via 1.bp.blogspot.com

Ini bukanlah lengkuas yang biasa kamu temui di dapur. Bukan juga salah satu bumbu masak yang sering diolah oleh ibumu. Pulau Lengkuas adalah salah satu objek wisata andalan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Luasnya tidak lebih dari 1 hektar, namun banyak wisatawan berbondong-bondong ke sana. Apalagi kalau bukan untuk menyinggahi mercusuarnya.

Mercusuar setinggi 18 lantai ini, dibangun pada tahun 1882 oleh kolonial Belanda. Dari puncaknya, kamu bisa memandang Pulau Lengkuas dan perairan sekitarnya dengan leluasa. Pastikan kamu mencuci kaki terlebih dahulu karena jika mercusuar baja ini terkena air laut, bangunan ini akan cepat berkarat. Sesampainya di puncak, laut yang biru jernih, pasir pantai yang putih, awan dan langit yang berarakan jadi kawan terakrabmu. Oiya, pastikan cuaca cerah dan aman ya ketika datang ke pulau ini.

4. Mercusuar Z. M. Willem di Bangkalan, Madura Akan Memberikan Nuansa Vakansi Pantai yang Berbeda

Mercusuar dengan pemandangan perairan dan langit yang biru. via dayat86.files.wordpress.com

Mercusuar setinggi 65 meter ini, dibangun pada masa kolonial Belanda. Ia gagah berdiri di tepi Pantai Sembilangan, Bangkalan, Madura. Pada tahun 1879, Raja Belanda Z.M. Willem III yang membangunnya. Meski begitu, kondisi mercusuar ini masih kokoh. Penerangan darinya mampu menjangkau jarak sejauh 20 mil. Sensasi yang dirasakan setelah mencapai puncaknya tentu saja menyenangkan. Angin akan membelai dengan mesra dan menghapus jejak-jejak keringat usai pendakianmu melalui belasan lantai.

Selain pemandangan laut, hijau dari hutan bakau yang tumbuh mengembalikan stamina tubuh. Sayangnya, beberapa pengunjung sempat melakukan aksi corat-coret pada bagian puncak mercusuar. Jangan sampai kamu yang jadi pelaku vandalisme yang kesekian, ya!

5. Melihat indahnya pulau terbarat NKRI tidaklah mustahil. Mercusuar William Torens di Aceh bisa membantumu.

I’m flying! via images.detik.com

Mercusuar yang dibangun tahun 1875 ini, mempunyai ketinggian sekitar 85 meter. Nama Williams Torens sendiri diambil dari tokoh yang membangunnya. Mercusuar ini terletak di Pulau Beras atau Pulau Breuh, Kecamatan Pulo Aceh, tepatnya di barat Pulau Weh. Dahulu, kompleks tempat mercusuar ini berada merupakan pemukiman yang ditinggali para perwira Belanda. Mercusuar ini sendiri dibuat untuk menyiapkan Pulau Weh sebagai  pelabuhan transit Selat Malaka.

Dari puncak mercusuar, kamu dapat melihat Pulau Weh. Pulau Weh juga dikenal sebagai Sabang, bagian terbarat dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. Tentu saja selain asri, pemandangan di sini masih bersih dan bebas polusi. Surga banget lah kalau kamu sudah menyempatkan jauh-jauh hingga tempat ini!

6. Cobalah naiki Mercusuar Tanjung Kelian. Indahnya Muntok di Pulau Bangka bisa kamu tangkap dalam sekejap mata.

Bisa sambil lihat dermaga. via jelajah.valadoo.com

Mercusuar Tanjung Kelian merupakan salah satu tempat wajib yang harus dikunjung di Muntok, Bangka Barat. Jangan ragu untuk naik ke puncak mercusuar dan siap terpukau dengan pemandangan hamparan pantai Muntok. Dari puncak berketinggian 56 meter ini, kamu bisa melihat laut, kapal-kapal nelayan, deretan pegunungan, dermaga beratap merah, sampai sebagian wilayah Bangka Barat.

Mercusuar peninggalan Inggris ini dibangun pada tahun 1862 dan berjarak 10 menit dari Pelabuhan Muntok. Untuk menaiki setiap anak tangganya, kamu harus berhati-hati karena licinnya lumut. Sesampai di puncak, kamu akan menemui kap lampu mercusuar yang terbuat dari gelas tebal dan masih asli semenjak bangunan ini didirikan. Meski begitu, kekuatan sorot lampu yang mencapai 40 mil tidaklah berkurang. Mercusuar tersebut juga pernah menjadi saksi tragedi yang menimpa sekelompok perawat asal Australia saat kapal mereka dikandaskan oleh tentara Jepang pada masa Perang Dunia II.

7. Sensasi pulau reptilia setelah Pulau Komodo dan jernihnya laut. Apa lagi yang kurang dari Mercusuar Pulau Biawak?

Kapan lagi bisa lihat yang seperti ini? via 1.bp.blogspot.com

Mercusuar ini dapat terbilang unik bila dibandingkan dengan mercusuar peninggalan kolonial lainnya. Bangunannya dikelilingi dengan kerangka besi yang rapi di luar dinding putih yang menjulang. Pada sekitar tahun 1874, mercusuar ini didirikan oleh Raja ZM Willem untuk memandu kapal-kapal besar yang melintas. Dari ketinggian sekitar 65 meternya, kita dapat melihat lukisan alam bentangan laut Jawa yang luas membiru.

Sesuai namanya, pulau yang terletak di Laut Jawa, Indramayu, Jawa Barat ini dihuni oleh reptilia biawak. Selain dapat menyaksikan biawak, ada pula tanaman bakau yang hijau dan rapat. Pantai jernihnya pun bisa dijadikan area snorkeling dan diving karena keindahan taman laut yang penuh ikan hias dan terumbu karang asrinya. Bayangkan kamu melihatnya dari puncak mercusuar! Indah bukan?

Terkadang ketinggian terasa menakutkan dan melelahkan. Akan tetapi kamu akan melihat pemandangan tak tergantikan bila menaiki satu per satu anak tangga mercusuar. Pengorbananmu jadi setara ketika angin yang berhembus dan birunya laut membelalakkan mata. Selamat traveling!