A : Bu, kok seinnya nyala ke kiri tapi ibu belok kanan? Kan hampir nabrak nih. Hati-hati dong bu!

B : Eh Tong. Kualat lu yee ama orang tua. Gue sein ke kiri biar lu lewat kiri, trus Gue ke kanan. Ngarti?

A : TERSERAAAAHHHHH…

Kalau sinetronnya Mas Boy dan Mbak Reva sukses mengakibatkan banyaknya abg yang kebut-kebutan sembarangan di jalan, itu nggak seberapa. Pasalnya, sekarang ada ‘spesies’ baru yang jauh lebih menyeramkan. Hayo tebak, apa dan siapa? Hehe. Yap, siapa lagi kalau bukan emak-emak pengendara matic yang suka ngasih kode ke kanan tapi malah belok ke kiri. Aduh Gusti. Salah apa hambamu ini?

Lalu, gimana perasaan kalian kalau pas enak-enak berkendara tiba-tiba ketemu mereka di jalan? Mau marah inget emak di rumah, mau berhenti juga lagi buru-buru. Malah serba salah. Sebenernya nggak bermaksud menggeneralisir gender atau usia tertentu sih, tapi ya gimana, riset sudah membuktikan. Hehe. Tapi kamu juga nggak bisa ngebantah kan kalau pengendara motor cewek usia di atas 30 tahun seringkali menjadi hal yang sangat mengkhawatirkan pengguna jalan lainnya. Dan maap-maap nih, hal ini sering jadi pemicu kecelakaan. Karena itulah, kalau ketemu si raja jalanan satu ini, mungkin salah satu dari hal di bawah bisa kamu praktikkan!

1. Daripada kamu nambah dosa dengan ngebatin terus dan ngeri-ngeri sendiri, mending kamu cari jalan lain aja. Puter balik!

dikiranya lampu sein itu otomatis lho, kan sedih 🙁 via facebook.com

Tau sendiri kamu, emak-emak ini cuma punya dua aturan. Yang pertama, emak selalu benar. Dan kedua, Kalau si emak salah, kembali ke pasal satu, atau kamu dikutuk menjadi batu. Kan nggak mau, mending udah ngalah aja. Kamu cari jalan lain yang nggak sejalan sama si emak-emak tadi. Bukankah pepatah bilang, banyak jalan lain menuju Roma?

2. Kalau memang itu jalan satu-satunya, yaudah kamu menyingkir dulu. Sebentar aja, sejenak aja. Numpang ngadem ke ATM juga bisa. Cuma saran sih~

Advertisement

kalau ketemu yang begini, kamu ngalah dulu ya via breakingnewsmuslimah.blogspot.co.id

Tau sendiri mereka naik motor seenak-enaknya. Nah kalau ketabrak , siapa yang dimaki-maki? Ya ‘lawan mainnya’, kamu. Jadi sekadar saran sih, jangan cari masalah. Kalau ketemu mereka di jalan, mending kamu menyingkir aja. Kalau ada masjid, pom bensin, atau minimart gitu, udah mampir dulu ya, istirahat. Kalau ada ATM malah bisa buat ngademmm…

3. Pilihan gampangnya sebenernya cuma ada dua; kamu berhenti dulu atau kamu duluin sekenceng-kencengnya?

karena cewek nggak pernah salah via facebook.com

Konon katanya, menghadapi singa si raja hutan yang sedang lapar masih lebih baik dibanding kamu berdekatan dengan emak-emak yang sekarang ngehits jadi raja jalanan ini. Lalu kamu memang kamu diburu waktu, yaudah sok kamu duluin aja. Sekenceng-kencengnya. Kalau bisa melesatlah secepat cahaya -_-

4. By the way, kamu gamers bukan? Pasti mainin Pokemon dong? Ide bagus. Kalau ketemu mereka mending berhenti aja di pinggir jalan sambil cari pokemon, kali-kali malah jodoh yang ketangkep

udah mending cari pokemon aja, jangan kemana-mana dulu via media.suara.com

Karena hanya Tuhan, dan emak-emak itu sendiri yang paham kemana mereka akan belok nantinya. Daripada makan ati dan kamu kenapa-napa di jalan, udah jangan ambil resikolah. Berhenti berhenti. Kalau nggak mau rugi, yaudah sambil cari pokemon kan bisa buat waktu nunggumu jadi menyenangkan. Cewek emang selalu benar sih, makin tua makin menjadi-jadi kayanya. Ya Tuhan ~

5. Kalau kamu nggak sekadar ingin menghindar, mungkin kamu ada juga dong yang bertujuan ingin membuat mereka sadar. Mainin klakson yuk!

jangan cari mampus di jalan via jambstyle.com

Tau sendiri, betapa banyaknya testimoni-testimoni miring mengenai gaya berkendara emak-emak matic ini. Tentang bagaimana saat mengendarai motor, terkadang penggunaan indikator tidak difungsikan sebagaimana mestinya. Nggak cuman nyalain lampu sein kanan tapi belok kiri aja. Ada juga yang menyalakan lampu sein tapi nggak berniat belok, dan sebaliknya. Kamu bingung kan? Yaudah gantian. Kamu mainin klakson aja sampai kaya nada dering, biar emak-emak itu gantian bingung. Kelar!

6. Mungkin mereka kehilangan fokus. Suruh berhenti aja, kasih air putih. Lalu tinggalin!

kalau kurang, beliin segalon via instagram.com

Udah ketemu emak-emak make matic, nggak pakai helm, jalannya dengan kecepatan nanggung, berasa mau mati aja nggak kalau kaya gitu? Mungkin mereka hilang fokus. Kalau kamu orang baik, kamu berhenti bentar di warung beli air putih. Atau kalau kamu kebetulan bawa itu jauh lebih baik. Suruh dia berhenti, suruh minum dulu.

7. Kalau kamu justru kasihan sama mereka. Parkirin motormu, boncengin ibunya. Udah gitu aja~

kalau ketemu begini, suruh turun aja. boncengin. via facebook.com

Beberapa orang menilai kurangnya kesadaran dari para emak-emak pengendara matic ini terhadap keselamatan berkendara mereka sendiri. Jadi penasaran, mereka sebenernya punya SIM apa enggak sih? Kalau kamu bener-bener peduli, kamu berhentiin dulu ibunya. Ngomong baik-baik, cari alasan motormu kenapalah jadi kudu harus berhenti. Dan kamu alasan nebeng dia, pura-pura searah, boncengin!

8. Terakhir, kalau kamu mau lebih paham kebiasaan mereka. Buntutin aja sebenernya mereka mau kemana dan ikutin sampai balik ke rumahnya. Ya siapa tahu anaknya canteekkk…

karena mereka ibu-ibu, kita mah apa atuh via facebook.com

Ya kali, siapa tahu fenomena ini begitu menarik dan menyita perhatianmu. Mungkin kamu ingin menjadikannya bahan skripsi atau thesis. Jadi kamu harus paham dulu kebiasaan mereka. Buntutin aja. Misal apa tanda-tanda mereka mau berhenti mendadak, ketika keluar dari gang ke jalan besar sama sekali nggak butuh tengok kanan kiri, nggak kenal yang namanya polisi tidur, dan entah kebiasaan apa lagi.

Nah, kalau kamu sudah tahu kebiasaannya dan tuntas ngebuntutin sampai tujuan dia. Yaudah, jangan pernah lewat situ lagi. Kamu kan sudah tau rute dia. Hehe. Atau kamu mending ikutin sampai rumahnya dan bertamu. Siapa tahu anaknya cakep! Ya namanya juga usaha…

Kamu, yang hati-hati di jalan ya. Dan semoga fenomena emak-wmak bermatic ini akan semakin sedikit ke depannya. Tuhan dengarlah hambamu ini. Amiiin.