Artikel Hipwee ini dipersembahkan oleh Traveloka. Website yang bisa membantumu menemukan harga hemat untuk pemesanan tiket dan hotel bagi perjalananmu.

Traveling sering diangap sebagai kemewahan yang tidak semua orang bisa dapatkan. Kekurangan dana, tidak punya waktu, sampai takut menjajal pergi sendiri ke tempat baru jadi alasan kenapa keinginan melihat dunia terganjal sekian lama .

Seperti keinginan lain yang harus diwujudkan dengan usaha, sebenarnya pasti selalu ada alasan untuk berkilah dan menunda. Hanya saja, jika mau sedikit percaya sebenarnya kita-kita ini mampu kok untuk mengangkat ransel, memesan tiket, lalu pergi segera. Masih butuh alasan untuk menghilangkan keraguan yang ada? Di sini Hipwee dan Traveloka akan berikan jawabannya.

Traveling bukan cuma soal berapa banyak uang yang kamu punya. Ini tentang bagaimana kamu memprioritaskan perjalanan di atas kebutuhan lainnya

Ini soal prioritas. Ke mana akan melangkahkan kaki

Ini soal prioritas. Ke mana akan melangkahkan kaki via tumblr.com

Ayolah, siapa sih yang di usia 20-an sudah bisa menghasilkan puluhan juta tiap bulannya? Jika toh ada, jumlah golongan super beruntung itu tak akan seberapa.

Sebenarnya kita semua hampir sama. Jadi fresh graduates, memulai karir dari bawah dengan gaji pas-pasan sebagai pegawai pemula, berusaha memutar otak untuk memenuhi kebutuhan hidup dengan uang yang dipunya. Tapi toh ada kawanmu yang tetap bisa menginjakkan kaki ke tempat-tempat baru dengan nominal gaji yang sama. Jika dia bisa, kenapa kamu tidak?

Seorang travel blogger ternama pernah mengatakan bahwa traveling bukan hanya soal berapa banyak uang yang dipunya. Melainkan soal menempatkan prioritas perjalanan di atas kebutuhan lainnya.

“Berapapun uang yang kamu punya, jika perjalanan bukan jadi prioritasmu — uang itu akan tetap terpakai untuk kebutuhan lainnya. Aku jelas bukan orang kaya, tapi aku terbukti bisa menyisihkan uang demi traveling melihat dunia.”

Kalau alasanmu cuma keterbatasan dana, omong kosong rasanya. Bukankah sekarang kemudahan dan kesempatan amat terbuka?

Omong kosong kalau traveling belum bisa dilakukan hanya karena masalah dana

Omong kosong kalau traveling belum bisa dilakukan hanya karena masalah dana via hymeandribbons.com

“Pengen banget sih bisa ke Myanmar. Tapi belum ada duitnya nih sampe sekarang..”

Alasan keterbatasan dana jadi andalan banyak orang saat ditanya kenapa belum juga mewujudkan rencana perjalanan yang dipunya. Sepertinya urusan uang jadi akhir dunia, bujet menggagalkan semua harapan yang ada. Yeah, beralasan memang lebih ringan ‘kan dibanding harus menghadapi kenyataan?

Sebenarnya omong kosong jika sampai hari ini destinasi yang diinginkan belum juga bisa tercapai karena kekurangan biaya. Budget flights, pilihan diskon yang ditawarkan oleh aplikasi dan web penyedia layanan perjalanan macam Traveloka, sampai pilihan hotel murah yang juga bisa dipesan via Traveloka  memudahkanmu mewujudkan rencana perjalanan.

Dengan sedikit usaha dan perencanaan yang baik, selalu ada cara untuk mengakali keterbatasan dana perjalanan. Channel nya sudah ada kok, tinggal bagaimana saja kita memanfaatkan.

Perjalanan bisa mempertemukanmu dengan orang-orang baru yang sama hangatnya dengan kawan dan keluarga. Bahkan saat pergi sendirian kamu tak akan merasa kesepian

Bahkan saat pergi sendirian kamu tak akan kesepian

Bahkan saat pergi sendirian kamu tak akan kesepian via tumblr.com

Bahkan saat pergi melancong sendirian, sebenarnya traveling tak pernah mengantarkanmu pada perasaan kesepian. Selama mau membuka diri dan bersikap hangat, perjalanan justru membuka pintu untuk ikatan-ikatan anyar.

Di tengah dinginnya angin musim dingin Fukuoka bisa kamu temui obaasan (nenek-red) baik hati yang rela mengantarmu ke bus stop terdekat saat kehilangan arah karena tak bisa membaca huruf kanji. Di bawah teriknya matahari Florida pertemananmu dengan waitress di restoran take away Meksiko langganan bisa tercipta, setelah hampir setiap hari makan di sana.

Traveling memang membuatmu terpisah sementara dari orang-orang tercinta. Tapi di belahan dunia lain, akan ada orang-orang yang sama baiknya; yang sementara dapat mengisi lubang kosong sementara mereka tak ada.

Takut tak bisa bertahan di negara orang karena biaya hidup yang mahal? Di negara macam Eropa dan Jepang saja kemudahan selalu bisa didapatkan — asal mau memutar akal

Bahkan di negara mahal pun opsi hidup murah selalu ada

Bahkan di negara mahal pun opsi hidup murah selalu ada via www.cestchristine.com

Pergi ke manapun sebenarnya menawarkan kesempatan berhemat yang sama. Tidak ada negara yang terlalu mahal untuk dikunjungi, selama kamu bisa menyesuaikan diri dengan kebiasaan masyarakat lokal di sana. Justru di sini seninya perjalanan bukan? Waktu kamu bisa menanggulangi keterbatasan demi bertahan hidup di tanah orang.

Bahkan di negara yang terkenal mahal macam Jepang, Eropa, dan Amerika selalu ada cara hidup hemat yang bisa dicoba. Di Jepang, kamu bisa berbelanja bento di supermarket setelah jam 8 malam demi mendapatkan diskon hingga setengah harga. Berbelanja di supermarket murah asal Jerman di Eropa membuatmu bisa berhemat minimal 30 ribu tiap belanja. Begitu pun di Amerika, makan di restoran Meksiko di daerah suburban membuatmu mengeluarkan 1,5-2 dolar sekali santapan.

Sebenarnya tidak ada negara yang terlalu mahal — jika kemampuan adaptasimu cukup pejal.

Bahkan kini ada pilihan untuk mencari tambahan dana di sepanjang perjalanan. Pilihan pekerjaan online sampai pekerjaan lepas sebenarnya bertebaran

Pekerjaan online sampai pekerjaan lepas pun bisa kamu lakukan

Pekerjaan online sampai pekerjaan lepas pun bisa kamu lakukan via hymeandribbons.com

Ketakutan kehabisan dana di tengah perjalanan sekarang seharusnya bukan lagi jadi alasan. Sepanjang perjalanan, banyak pilihan pekerjaan yang bisa kamu lakukan demi menambah pundi-pundi uang simpanan. Bekerja secara online sebagai content writer atau programer bisa dilakukan di mana saja, selama laptop dan koneksi internet tersedia.

Bekerja lepas kasual seperti bekerja sebagai waitress atau server di gerai cepat saji juga bisa jadi pilihan. Dengan visa khusus macam Work and Holiday Visa (WHV) perusahaan di negeri orang dengan senang hati akan menerimamu bekerja. Kehabisan uang di tengah jalan sebenarnya tidak akan terjadi asal mau berusaha memanfaatkan kemampuan yang dimiliki.

Tak perlu juga takut karena keterbatasan bahasa. Walau tak langsung fasih bicara, orang lain akan tetap memahamimu dengan sedikit mengerahkan usaha

Keterbatasan bahasa selalu bisa diatasi, asal mau berusaha sekuat hati

Keterbatasan bahasa selalu bisa diatasi, asal mau berusaha sekuat hati via thestart.com

Tak peduli betapa fasihnya kita terhadap suatu bahasa asing, kita tetaplah bukan native speaker yang harus lihai menggunakannya dalam berbagai suasana. Mengunjungi negara atau daerah dengan bahasa yang asing memang terlihat mengerikan pada awalnya — tapi hey, toh itu bukan Bahasa Ibu kita ‘kan? Kenapa harus takut salah saat menggunakannya?

Hambatan berbahasa adalah hal yang wajar dalam sebuah perjalanan. Kamu akan takut-takut membuka mulut, membuat orang mengernyitkan dahi karena kata-katamu tak diucapkan dengan benar. Namun seperti kita yang mahfum saat orang asing berusaha menggunakan Bahasa Indonesia, mereka pun akan melakukan hal yang sama.

Percayalah, orang-orang baru yang kamu temui akan rela membuka telinga dan memperhatikan gerak tubuhmu lebih seksama. Mereka akan menghargai orang baru yang mau belajar menggunakan bahasa mereka.

Bimbang dan ragu juga pernah dialami mereka yang kini dikenal sebagai traveler sejati. Jika mereka bisa, kenapa kamu tak mampu mengikuti?

Bimbang dan ragu juga pernah dirasakan avid traveler. Tapi mereka bisa melewatinya

Bimbang dan ragu juga pernah dirasakan avid traveler. Tapi mereka bisa melewatinya via tumblr.com

Tidak ada orang yang langsung lahir dengan keinginan traveling menggebu. Kenyamanan, pekerjaan mapan, sampai hidup menetap di suatu tempat adalah pemahaman yang ditanamkan di kepala kebanyakan orang. Bahkan mereka yang kini sudah jadi avid traveler pun pernah mengalami ketakutan saat harus melepas segala yang mereka punya demi sebuah perjalanan.

Adam dan Susan Dua Ransel harus menjual rumah dan bekerja keras selama sekian tahun sebelum memulai perjalanan mereka keliling dunia. Agustinus Wibowo yang terkenal dengan perjalanan ke daerah konflik pernah hampir diperkosa oleh pria, ditangkap polisi karena kesalahpahaman dalam berbahasa.

Mereka pernah mengalami ketakutan yang sama. Sebagai sesama manusia dengan tingkat survival yang tak jauh beda — kamu pun pasti bisa melakukannya.

Dunia terlalu luas untuk tak dijelajahi selagi muda. Menjejak tempat-tempat baru sekarang bukan monopoli mereka yang berduit saja. Kamu pun punya kesempatan yang sama besarnya

Dunia terlalu luas untuk tak dijelajahi selagi muda

Dunia terlalu luas untuk tak dijelajahi selagi muda via tumblr.com

Promo paket traveling yang bisa didapatkan dengan memesan menggunakan kartu kredit tertentu terkadang membuat kita melongo iri. Bagaimana tidak, promo diskon yang ditawarkan cukup lumayan; potongan harga yang bisa didapat jelas memangkas biaya perjalanan — tapi apa daya, status sebagai mahasiswa dan pegawai baru tak memungkinkan aplikasi kartu disetujui.

Kartu kredit tak punya, apalagi status  frequent flyer yang menawarkan terbang gratis dengan mengumpulkan poin dari setiap flight yang dibeli? Duh, itu sih rasanya cuma mimpi!

Tapi sekarang bukan lagi jamannya hanya mereka yang punya kartu kredit atau status frequent flyers saja yang bisa traveling sesuka hati. Kita-kita ini juga punya kesempatan yang sama, asal mengerti trik untuk mendapatkannya.

Memesan tiket via Traveloka memberimu kesempatan mendapatkan deal terbaik dalam setiap pemesanan. Sebab Traveloka dengan best price guarantee-nya menjaminmu mendapatkan harga terendah dari harga yang ditawarkan di pasaran. Tanpa perlu pakai kartu kredit, lewat Traveloka diskon hotel di berbagai daerah dan negara juga bisa kamu dapatkan. Pilihan pembayaran yang beragam, baik via transfer,  internet banking, sampai pembayaran langsung menggunakan kartu debit akan memudahkanmu dalam merencanakan perjalanan. Diskon dari memesan hotel via Traveloka juga lebih dari sekadar lumayan.

Masihkah kamu merasa kurang daya untuk mewujudkan perjalanan yang diidamkan sekian lama?

Oh, ayolah — sesungguhnya kamu bisa!

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya