Cerita di Balik Hangatnya Sekoteng, Minuman Berkhasiat Populer di Nusantara yang Ternyata Berasal dari Tiongkok

Asal-usul sekoteng

Bagi penggemar kuliner malam, sekoteng menjadi salah satu menu favorit untuk menghangatkan tubuh. Sekoteng cukup terkenal bagi masyarakat Indonesia seperti Jawa, Betawi, Banjar, Medan dan berbagai daerah lain. Hampir tiap daerah memiliki ciri khusus untuk sajian sekotengnya, yang disesuaikan dengan selera masyarakat.

Advertisement

Di balik ketenaran sekoteng bagi masyarakat lokal, siapa sangka jika asal-usul sekoteng ternyata berasal dari Tiongkok, lo! Secara nggak langsung, sekoteng merupakan akulturasi berbagai budaya nusantara dan budaya Tiongkok yang terkenal akan makanannya yang berkhasiat. Penasaran dengan asal-usul sekoteng? Yuk simak ulasan tentang cerita sejarah sekoteng berikut!

Dalam bahasa Hokkian, sekoteng disebut dengan ‘su ko thung‘ atau ‘si gou tang‘ yang berarti sup empat buah

Sekoteng | Photo by iori via commons.wikimedia.org

Di masyarakat Tiongkok, sekoteng terdiri dari 4 macam buah yang dikeringkan yakni kacang amandel, buah jail, kelengkeng dan biji teratai. Su ko thung di Tiongkok sudah dikonsumsi sejak Dinasti Qin sekitar tahun 221 sebelum masehi. Pada saat itu, Kaisar Qin Shi Huang merasa kesehatannya meningkat setelah minum su ko thung. Selain itu, pencernaanya juga lancar dan rasa pegal-pegal akibat kelelahan bisa hilang setelah mengonsumsi su ko thung.

Karena khasiatnya inilah, su ko thung akhirnya direkomendasikan oleh kaisar untuk dikonsumsi oleh masyarakat Tiongkok hingga saat ini. Belum ada catatan sejarah yang menyebutkan kapan su ko thung masuk ke Indonesia, tapi yang jelas su ko thung di kenalkan oleh pedagang asal Tiongkok.

Advertisement

Su ko thung di masyarakat Jawa disebut dengan sekoteng yang merupakan singkatan dari ‘nyokot weteng‘ (menggigit perut)

Perubahan nama dari su ko thung menjadi sekoteng sebenarnya merupakan adaptasi pelafalan saja. Selain itu sekoteng juga dimodifikasi sendiri oleh masyarakat Jawa supaya lebih sesuai dengan selera mereka. Sekotong khas Jawa terdiri dari rebusan gula merah, daun pandang, serai dan jahe yang dilengkapi dengan anek isian yakni kacang tanah, kacang hijau, potongan roti tawar dan pacar cina atau mutiara merah muda yang terbuat dari tepung sagu. Selain itu, sekoteng juga bisa ditambah dengan kental manis vanila untuk menambah rasa dan khasiat. Sekoteng Jawa hampir mirip dengan sekoteng Betawi dan daerah lain.

Sekoteng khas Medan merupakan sekoteng paling unik di nusantara. Sekoteng ini memiliki rasa oriental yang kuat dengan isian yang lebih lengkap dan disajikan sebagai es atau minuman dingin

Advertisement

Sekoteng Medan disebut sebagai sekoteng paling mirip dengan su ko thung Tiongkok karena secaa isian hampir sama. Sekoteng Medan terdiri dari air rebusan gula dan pandan yang diberi isian lengkap seperti kelengkeng, anggur kismis, angco, ragam jamur, jeruk kietna, cincau, jali-jali, agar-agar, pepaya muda dan biji selasih. Sekoteng Medan paling cocok dinikmati saat cuaca panas, karena perpaduan rasa dari seluruh isiannya benar-benar menimbulkan sensasi segar.

Sekoteng menjadi minuman favorit nusantara karena dikenal memiliki khasiat ampuh untuk menjaga kondisi tubuh

Sebagian besar sekoteng di berbagai daerah mengandung jahe yang memiliki beragam khasiat untuk tubuh seperti menghilangkan pusing, mengurangi mual dan meringankan masuk angin. Berbagai isian sekoteng juga berkhasiat memperlancar pencernaan. Kandungan kacang hijau pada sekoteng bisa membantu mengurangi tekanan darah dan mengandung antioksidan yang baik untuk menjaga kesehatan tubuh.

Nah itulah cerita asal-usul sekoteng yang cukup unik karena sangat populer di berbagai daerah tapi ternyata berasal dari Tiongkok. Ada yang suka minum sekoteng?

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Penikmat buku dan perjalanan

Editor

Penikmat jatuh cinta, penyuka anime dan fans Liverpool asal Jombang yang terkadang menulis karena hobi.

CLOSE