Hipwee Travel akan memberikan liputan khusus destinasi wisata populer di Indonesia maupun mancanegara. Kami menamainya Reportase Wisata. Tiap bulannya kami akan mengupas satu destinasi yang sering jadi impian para traveler. Tak cuma destinasinya saja, kami juga akan membahas sudut pandang dan cerita-cerita lain seputar destinasi tersebut yang tak pernah ternarasikan sebelumnya.

Masih sama seperti bulan lalu, Hipwee Travel masih mengulas tentang Jepang. Kali ini kami berpindah dari Tokyo menuju kota yang lebih ‘Jepang banget’ yang tradisional sekaligus modern jadi satu, yakni ke Osaka dan Kyoto. Nah di artikel ini kami akan bahas tips ngajak traveling bayi. Yuk simak!

Buat kamu yang sudah berkeluarga dan punya anak, liburan pasti jadi sebuah hal yang mewah ya. Apalagi kalau anaknya masih bayi. Hipwee sadar bahwa banyak dari pembaca media ini yang kini sudah mulai membina rumah tangga. Mengajak liburan pasangan dan si kecil tentu jadi impian kalian semua. Lalu gimana caranya? Kan ribet banget tuh ngajakin anak traveling, apalagi kalau mau ke luar negeri.

Advertisement

Sebenarnya mudah-mudah saja kok ngajakin bayi traveling. Lebih susah kalau anak sudah mulai aktif di usia 2 tahun ke atas. Di bawah itu masih cukup bisa terkontrol. Nah, Hipwee Travel bakal berbagi tips liburan ke Jepang buat kamu sekeluarga, termasuk bayi kecilmu yang lucu. Semakin dini dia diajak mengenal dunia, semakin cepat ia belajar dan pikirannya bertumbuh.

Nggak usah kelamaan, simak 7 tips liburan bersama bayi di Jepang!

1. Pesawat harus senyaman mungkin. Kamu harus mantengin tiket promo biar dapat maskapai full service dengan harga murah

naik ANA Airlines via www.hipwee.com

Membawa bayi liburan punya konsekuensi memindahkan kenyamanan rumah ke lokasi tujuan. Bahkan di perjalanan sekalipun, orang tuanya harus menyiapkan suasana senyaman ketika di rumah. Kenyamanan itu dimulai dari transportasi, salah satunya pesawat. Perjalanan ke Jepang ditempuh dengan durasi 7-8 jam penerbangan. Kalau pesawat nggak nyaman pasti bayi akan rewel. Jadi daripada beli tiket pesawat LCC, mending nyari promo tiket maskapai full service seperti ANA All Nippon Airways, JAL Japan Airlines, atau Garuda Indonesia. Kalau beruntung, kamu bisa dapat tiket promo 3-4 jutaan doang lho PP.

2. Ajaklah anakmu traveling saat usianya sudah menginjak 1 tahun ke atas. Di usia itu dia mulai aktif bergerak namun masih sangat terbatas. Namun dia sudah bisa menangkap hal-hal yang ada di sekelilingnya

gunung fuji via www.instagram.com

Advertisement

Usia 1 tahun ke atas dirasa sudah cukup aman untuk mengajak anak bayi traveling. Tubuhnya sudah bisa diajak bepergian jauh. Sampai usia 2 tahun, bayi cuma harus bayar 10 % dari harga tiket pesawat lho. Jadi bakalan ngirit banget kalau ngajak bayi kamu yang usianya di bawah 2 tahun. Di usia tersebut, dia juga sudah bisa berkomunikasi dan menangkap apa yang ia terima.

3. Di usianya yang masuk 1 tahun, segeralah buatkan paspor dan visa jika memang sudah punya tiket pesawat. Kadang ortu males nih ngurusin paspor dan visa ini

paspor indonesia via www.pikniek.com

Bikin paspor nggak perlu nunggu mau ke mana. Kalau sudah ada rencana traveling meski belum beli tiket, segera buatkan paspor. Hal ini agar tidak bikin paspor dengan mepet waktu, kasian si bayi. Harga paspor 48 halaman harganya 350 ribu. Untuk visa sendiri buatkan bersama orangtua. Visa Jepang harganya 525 ribu per orang untuk single entry.

4. Jangan lupa bawakan stroller lipat dan mainan yang dia suka. Jangan terlalu mengandalkan video atau Youtube untuk menenangkan si kecil

bawa stroller dan mainan dia di rumah via www.hipwee.com

Hindari ketergantungan anak kamu dengan Youtube atau HP. Berikan dia mainan mobil-mobilan atau sejenisnya, bukan dengan hiburan di dunia maya. Dengan begitu kamu bisa mereduksi kerewelan anak kamu nantinya. Jika sudah ketergantungan gadget, maka dia akan lebih reaktif, mudah marah dan nangis jika tidak mendapat gadget yang ia inginkan.

Oh iya jangan lupa bawa stroller ya. Gapapa orang tuanya ribet, yang penting si anak nyaman di sana. Pilih stroller yang bisa dilipat dan dibawa masuk ke kabin pesawat.

5. Alih-alih sewa hotel atau hostel, sewalah apartment lewat Airbnb atau booking online lainnya. Selain harganya lebih murah, suasana kamarnya mirip dengan rumah jadi si kecil lebih nyaman

nginep di apartment aja via www.hipwee.com

Sebenarnya nggak apa-apa sih nginep di hotel, tapi asal kamu tahu aja hotel di Jepang kebanyakan sempit. Kurang lega untuk bermain bayi. Lebih baik kamu sewa apartment lewat AirBnb atau booking online. Kamar apartment biasanya sudah ada dapur, kamar mandi dalam plus bathub, balkon, dan ruangannya cukup luas ketimbang hotel biasa.

6. Kurangi aktivitas fisik dalam liburan kamu dengan si kecil. Kunjungilah taman, kota, museum dan destinasi yang tidak membutuhkan fisik yang prima

liburannya jangan yang berat-berat via www.hipwee.com

Kalau mengajak bayi ya jangan traveling ke destinasi yang butuh trekking atau hiking. Bisa-bisa kamu yang pegel gendong terus. Ajak ada ke pusat perbelanjaan, museum, ataupun taman. Di Tokyo, Jepang kamu bisa ajak ke Plaza Omote Sando di Harajuku. Atau kamu ajak saja ke Asakusa menyaksikan sisi tradisional Jepang. Kalau di Kyoto bisa kamu ajak ke hutan bambu Arashiyama ataupun Tenryuji Temple. Jika normal satu hari bisa dapat 3-4 destinasi, kalau sama bayi 2 tempat aja udah cukup ya.

7. Ajarkan ia untuk ramah dengan orang lain. Gestur terimakasih, halo, sampai jumpa, dst sebaiknya sudah kamu ajarkan ke dia saat traveling

ajarkan ramah dengan orang lain via www.hipwee.com

Saat mengajak bayi traveling, ajarkan hal-hal baik kepadanya. Bertemu dengan banyak orang dari berbagai suku dan ras adalah kesempatan yang baik untuk mengenalkannya pada dunia. Ajarkan cara menyapa, terima kasih, sampai jumpa dan sebagainya. Edukasi sejak dini seperti ini akan menempel terus di kehidupan dia nantinya.

Gimana, nggak susah-susah amat ‘kan ya? Memang sih kamu

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya