Mengenal Legenda Begu Ganjang, Hantu Lokal Sumatera Utara yang Dipercaya Membawa Gangguan Mistis 

Hantu begu ganjang

Beragamnya budaya di Indonesia berbanding lurus dengan jumlah mitos dan kisah mistis yang berkembang. Bahkan tiap daerah Indonesia punya kisah mistis dan hantu lokalnya masing-masing. Sebut saja Nyi Roro Kidul di daerah Parangtritis, Yogyakarta atau Leak yang di tanah Bali dipercaya sebagai hantu paling menyeramkan di sana.

Advertisement

Kalau mau melipir ke pulau Sumatera, tepatnya Sumatera Utara (Sumut), begu ganjang mungkin masuk ke dalam daftar hantu lokal yang menyeramkan. Bagi sebagian besar masyarakat Sumut, hantu berwujud manusia yang bisa seketika sangat tinggi ini, dipercaya membawa segala hal berbau mistis ke dalam kehidupan. Saking kuatnya kepercayaan masyarakat, medio 80an pemerintah daerah Simalungun bahkan pernah bikin pertemuan bersama seluruh lurah dan camat, dengan tujuan memberantas kepercayaan terhadap begu ganjang ini. Emangnya seberapa menyeramkan sih, begu ganjang tersebut? Yuk simak ulasan Hipwee Travel berikut.

Begu ganjang punya tubuh yang panjang dan kerap dimanfaatkan untuk tujuan jahat atau pesugihan

ilustrasi untuk begu ganjang via intainews.com

Secara bahasa, begu berarti hantu dan ganjang berarti panjang. Jadi disimpulkan nama hantu ini didasarkan kepada perawakannya yang tinggi, menyeramkan dan bikin nyali ciut. Menurut cerita masyarakat, hantu ini pada zaman dahulunya dipelihara oleh warga untuk tujuan mencelakai lawan, atau sebagai sarana pesugihan. Makanya selain ditakuti, orang yang memelihara begu ganjang pada masa itu diyakini kaya-raya. Konon katanya, begu juga ada beberapa jenis seperti sambaon, solobean, dan silan. Namun dari beberapa jenis tersebut begu ganjang lah yang paling ditakuti.

Nah, meski ditakuti, nggak sedikit pula masyarakat yang pada zaman itu resah terhadap pemeliharaan begu ganjang. Berawal dari pemanfaatan begu ganjang untuk tujuan kejahatan, keresahan warga berujung pada pembasmian orang yang dituduh memelihara hantu tersebut dengan cara yang sadistis. Seperti dicatat majalah Tempo edisi 6 Januari 1988, sepanjang tahun 1987 terjadi 20 pengeroyokan sadistis terhadap orang yang diduga memelihara begu ganjang. Hal tersebut membuat Bupati Simalungun pada masa itu, J.P. Silitonga mengeluarkan perintah untuk mengganyang begu ganjang, karena nggak tahan dengan sikap warga yang baginya mendekati cara PKI membunuh korbannya.

Advertisement

Warga pada masa itu akan bergerombolan mendatangi dan membunuh terduga pemelihara begu ganjang. Dan jika tertangkap, mereka akan mengaku bersama dan minta diadili bersama-sama. Dalam catatan Tempo, salah seorang warga bahkan dibunuh dengan tombak yang menghunus matanya sampai tembus ke tengkorak, dan badannya tercabik-cabik karena ayunan kapak. Kasus terakhir terkait begu ganjang ini terjadi pada tahun 2010, di mana sebuah keluarga di Tapanuli Utara dibakar hidup-hidup karena dugaan yang sama yakni memelihara begu ganjang. Duh, bukan hantunya saja yang ngeri, sikap orang-orang pada zaman itu juga nggak kalah mengerikan!

Pernah kejadian seorang warga meninggal tanpa gejala medis yang diduga karena ulah begu ganjang

Ilustrasi untuk begu ganjang via www.tagar.id

Selain bisa dimanfaatkan oleh pemiliknya untuk mencelakai orang lain, ada hal lain yang bikin begu ganjang ini seram. Yakni kalau kamu bertemu dan melihat langsung sosoknya, bisa dipastikan kamu akan sakit, atau kemungkinan terburuknya meninggal dunia. Cerita tersebut nggak cuma isapan jempol. Seorang warga Deli Serdang seperti dilansir dari Liputan6, mengatakan kalau kejadian mistis begu ganjang pernah menimpa tetangga rumahnya.

Advertisement

Menurut ceritanya, sang tetangga yang saat itu berlibur ke daerah Berastagi, memetik jeruk tanpa izin pengelola kawasan. Setelah itu si tetangga mengalami sakit perut tanpa gejala medis. Keluarga pun memutuskan untuk membawanya ke paranormal. Oleh paranormal dikatakan kalau penyakit tanpa gejala medis tersebut disebabkan oleh begu ganjang yang kesal dengan tindakan memetik jeruk tanpa izin tersebut.

Setelah itu keluarga dan korban berusaha kembali ke Berastagi sesuai anjuran paranormal, untuk meminta maaf dan melakukan ritual adat bersama pemilik kebun. Namun ritual nggak berhasil karena katanya begu ganjang nggak mau memaafkan. Hal itu pada akhirnya diyakini yang membuat korban meninggal dunia, karena kondisinya kian memburuk setelah kunjungan tersebut.

Begu ganjang hingga saat ini masih ada, tapi harus hati-hati kalau mau membahasnya

Ilustrasi untuk begu ganjang via www.boombastis.com

Tapi meski begitu, seorang paranormal di Kota Medan bernama Abah Rahman, bilang kalau nggak semua cerita tentang begu ganjang yang bikin seseorang sakit tanpa gejala medis itu benar. Ia menyarankan masyarakat bijak memilah informasi apalagi menuduh hal tersebut ulah seseorang yang memelihara begu ganjang. Ia meyakini kalau begu ganjang hingga hari ini ada. Namun ia meminta untuk nggak sembrono membahas dan mengaitkan begu ganjang dengan persoalan tertentu karena akan berbahaya.

Nah, bagaimana, kamu percaya dengan keberadaan begu ganjang? Terlepas dari kepercayaan masing-masing kita, faktanya fenomena ini cukup menyeramkan. Bukan saja di tataran perhantuan lokal, tapi juga terhadap kemanusiaan. Kurang ngeri apa coba orang dibunuh dengan cara yang sadistis secara keroyokan?

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

colour my life with the chaos of trouble

Editor

Traveler Baper, Penghulu Kaum Jomblo

CLOSE