Tak semua wisatawan asing yang datang ke Indonesia itu kaya! Hal ini terbukti dari perilaku Benjamin Holst, warga negara Jerman yang minggu kemarin diciduk oleh satpol PP Surabaya karena kedapatan mengemis di jalanan kota pahlawan tersebut.

Holst adalah sosok petualang yang pernah mengunjungi berbagai negara di Asia. Sayangnya, banyak dari masyarakat yang menyayangkan sumber dana yang ia gunakan untuk bersenang-senang. Ya, Benjamin Holst mendapatkan uang untuk jalan-jalan dari rasa kasihan penduduk lokal kota tempatnya menikmati waktu liburan.

Benjamin bukan contoh traveler yang baik. Tak cermat dalam perhitungan, ia mengemis saat kehabisan uang

Malah mengemis… via bali.coconuts.co

Benjamin mengaku bahwa ia tak pernah punya niatan awal untuk mengemis. Ia pernah menjadi sales yang berpenghasilan tinggi di Jerman dan memutuskan untuk jalan-jalan dengan uang yang ia kumpulkan sejak awal bekerja. Namun, ia tak mengira bahwa budgetnya tak cukup untuk membiayai perjalananya. Ditambah lagi penyakit kaki gajah yang ia derita sejak berada di India, ia pesimis bisa pulang dengan kondisinya yang seperti itu.

Pada akhirnya dia nekat mengemis demi membiayai hidupnya di negara orang. Sempat mengemis di Bali, Benjamin melanjutkan aksinya hingga ke Surabaya. Mengharap iba dari pengguna jalan di kota-kota.

Aksinya pun mendapat beragam respon dari warga sekitar. Ada yang memujinya, tapi banyak juga yang menghina

Advertisement

Ada yang iba, ada yang merasa kecewa via netz.id

Kenekatannya untuk mengemis mendapat respon yang beragam. Ada yang memujinya atas keberanian dan sifatnya yang tak mengenal menyerah. Meski kondisi fisiknya tengah terganggu, ia tak menyerah dengan keadaan. Ia juga dipuji karena karakternya yang tak gentar meski di-bully banyak orang karena aktivitas mengemisnya.

Namun tetap saja banyak yang membencinya. Menghujat karena ia mengemis demi menghidupi diri di negara orang. Postingan foto di akun Benjamin juga tak luput dari cercaan netizen. Mereka kecewa dan menganggap Benjamin hanya seorang penipu yang memalukan!

Akhirnya, banyak warga yang melaporkannya ke pihak berwenang. Benjamin menggunakan uang hasil mengemis untuk bersenang-senang!

Ya dianya mah yang kurang ajar kalo gini… via facebook.com

Sebelum tertangkap oleh satpol PP di Surabaya, sebelumnya Benjamin juga menghadapi situasi yang sama di Bali. Kegiatan mengemisnya dianggap hanya sebatas pura-pura. Banyak saksi mata yang bilang bahwa selepas gelap, pria yang memperoleh iba dari kaki gajah yang ia derita ini malah menggunakan uang hasil mengemisnya untuk foya-foya bersama gadis-gadis cantik.

Warga yang merasa tertipu akhirnya melaporkan Benjamin ke pihak berwenang. Sayangnya, ia keburu kabur ke Surabaya sebelum sempat diamankan. Yah, pantas saja warga yang marah. Dia mengaku uangnya untuk membeli tiket pulang, tapi nyatanya malah buat senang-senang.

Rupanya, tak cuma di Indonesia saja dia mengemis untuk jalan-jalan. Di negara-negara yang pernah ia kunjungi, ia juga melakukan hal yang sama. Duh!

Haish… via www.harian.online

Yang bikin kesal, ternyata tak cuma kali ini saja ia melakukan aksi mengemisnya. Sejak 2009, ia juga pernah melakukan aksi serupa di negara-negara lain yang pernah ia kunjungi sebelumnya. Sebut saja India, Hongkong, Vietnam, Filipina hingga Jepang! Karena dianggap menyalahi visa, Benjamin sempat dideportasi dari beberapa negara tersebut. Duh, bule bertubuh tambun ini kok ya nggak kapok, ya! Semoga setelah dari Indonesia ini ia kapok dan berhenti mengemis demi memuaskan nafsu jalan-jalannya~

Nah, kabar terakhir mengatakan bahwa Benjamin yang tengah ditahan di Surabaya sudah membeli tiket untuk pulang ke Jerman, kok. Menurut kepala UPTD Liponsos Keputih Surabaya, uang untuk membeli tiket tersebut adalah hasil mengemisnya sendiri. Waah, dari mengemis saja bisa dapet tiket hingga ke Jerman, ya… Eits, tapi jangan ditiru, loh. Biar bagaimanapun, mengemis itu dilarang oleh negara! Jangan sampai kamu melakukan kesalahan yang sama seperti mas Benjamin ini, ya… 😀