Siapa nih yang sudah merencanakan liburan ke Gunung Bromo minggu ini? Mungkin kamu bahkan sudah menyusun itinerary untuk berburu matahari terbit atau menjelajahi lautan pasirnya. Kalau iya, sebaiknya cek dulu kondisi terbaru di kawasan wisata ini.
Pada Senin, 3 Agustus 2026 sekitar pukul 17.00 WIB, kebakaran pertama kali terdeteksi di Blok Bantengan, lereng Kaldera Tengger, kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).
Sehari kemudian, tepatnya pada Selasa (4/8), kobaran api dilaporkan mulai bergerak ke arah kawasan Savana Bromo atau Bukit Teletubbies yang menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan. Demi keselamatan pengunjung sekaligus mendukung proses pemadaman, Balai Besar TNBTS pun menutup sementara sebagian akses wisata hingga kondisi dinyatakan aman.
Untuk mengutamakan keselamatan pengunjung sekaligus mendukung proses pemadaman inilah, Balai Besar TNBTS memberlakukan penutupan sementara di sejumlah pintu masuk kawasan wisata.
Titik api pertama muncul di Blok Bantengan

Kebakaran di Blok Bantengan-instagram story @fais.saver3676 via www.instagram.com
Kebakaran pertama kali diketahui petugas pada Senin sore saat muncul hotspot di kawasan Blok Bantengan. Lokasi tersebut berada di lereng Kaldera Tengger yang memang dipenuhi vegetasi kering pada musim kemarau.
Tidak lama setelah titik api ditemukan, petugas langsung melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mencegah api semakin meluas. Namun, kondisi cuaca yang kering membuat proses pengendalian api menjadi lebih menantang.
Sebagai langkah antisipasi, Balai Besar TNBTS kemudian mengumumkan penutupan sementara beberapa jalur wisata mulai Senin, 3 Agustus 2026 pukul 22.00 WIB. Penutupan ini berlaku hingga waktu yang belum ditentukan.
Api mulai mendekati kawasan Savana Bromo

kebakaran melebar mendekit Savana-instagram via instagram.com
Memasuki Selasa, 4 Agustus 2026, kebakaran dilaporkan mulai bergerak menuju kawasan Savana Bromo. Area yang dikenal dengan hamparan padang rumput hijau dan Bukit Teletubbies ini menjadi salah satu ikon wisata di kawasan Bromo.
Tim gabungan terus diterjunkan untuk membuat sekat bakar dan mengisolasi titik-titik api agar kobaran tidak menjalar lebih luas. Hingga kini, proses pemadaman masih terus dilakukan dan menjadi prioritas utama.
Balai Besar TNBTS juga menyampaikan bahwa luas lahan yang terbakar belum dapat dipastikan. Penghitungan baru akan dilakukan setelah kondisi benar-benar aman karena saat ini seluruh personel masih berfokus menghentikan penyebaran api.
Beberapa pintu masuk ditutup, tapi Bromo belum ditutup total

Kebakaran belum padam akses dibatasi-instagram @bbtnbromotenggersemeru via www.instagram.com
Akibat kebakaran tersebut, Balai Besar TNBTS menutup sementara beberapa akses menuju kawasan Bromo untuk waktu yang tidak ditentukan, yaitu:
- Pintu Jemplang (Kabupaten Malang)
- Pintu Coban Trisula (Kabupaten Malang)
- Pintu Senduro (Kabupaten Lumajang)
Sementara itu, dua pintu masuk lainnya masih dibuka dengan pembatasan, yakni:
- Pintu Cemoro Lawang (Kabupaten Probolinggo)
- Pintu Wonokitri (Kabupaten Pasuruan)
Meski masih dapat dilalui, wisatawan yang masuk melalui kedua jalur tersebut hanya diperbolehkan berkunjung hingga kawasan Lautan Pasir. Pengunjung belum diizinkan menuju Savana Bromo karena lokasinya berada di dekat area kebakaran.
Kalau kamu sudah telanjur memesan jeep, penginapan, atau tiket perjalanan, sebaiknya pastikan kembali rute wisata yang bisa dikunjungi agar tidak kecewa saat tiba di lokasi.
Tim gabungan masih fokus memadamkan api

Personil TRC PB memantau kawasan-instagram @bpbd_malangkab via www.instagram.com
Proses pemadaman melibatkan berbagai unsur, mulai dari petugas Balai Besar TNBTS, Masyarakat Peduli Api (MPA), TNI, Polri, hingga relawan setempat.
Kepala Balai Besar TNBTS Ir. Rudijanta Tjahja Nugraha, bersama jajaran termasuk Kepala Bagian Tata Usaha Bambang Suryono dan Pranata Humas Endrip Wahyutama, menyampaikan bahwa fokus utama saat ini adalah menghentikan penyebaran api sebelum melakukan pendataan luas area yang terdampak.
Selain itu, pihak TNBTS juga mengimbau masyarakat, wisatawan, pengemudi jeep, dan pemandu wisata agar mematuhi seluruh pembatasan yang diberlakukan. Di tengah musim kemarau, semua pihak diminta tidak menyalakan api ataupun membuang puntung rokok sembarangan karena berpotensi memicu kebakaran baru.
Kalau berencana ke Bromo, pastikan selalu cek informasi terbaru

Kondisi terkini bromo Agustus 2026-canva via canva.com
Musim kemarau memang menjadi salah satu waktu favorit untuk menikmati panorama Gunung Bromo. Namun, kondisi alam juga bisa berubah dengan cepat, terutama ketika terjadi kebakaran hutan seperti saat ini.
Kalau kamu berencana berkunjung dalam beberapa hari ke depan, pastikan selalu memantau informasi terbaru dari Balai Besar TNBTS atau operator wisata sebelum berangkat. Dengan begitu, perjalanan tetap nyaman tanpa mengabaikan keselamatan diri sendiri maupun proses pemulihan kawasan konservasi.
FAQ
Q: Kapan kebakaran Gunung Bromo mulai terjadi?
Kebakaran pertama kali terdeteksi pada Senin, 3 Agustus 2026 sekitar pukul 17.00 WIB di Blok Bantengan, lereng Kaldera Tengger.
Q: Apakah Gunung Bromo ditutup total untuk wisatawan?
Tidak. Akses melalui Cemoro Lawang dan Wonokitri masih dibuka, tetapi wisatawan hanya diperbolehkan berkunjung hingga kawasan Lautan Pasir.
Q: Mengapa Savana Bromo ditutup sementara?
Karena kobaran api telah bergerak mendekati kawasan Savana sehingga area tersebut ditutup sementara demi keselamatan pengunjung dan untuk mendukung proses pemadaman yang masih berlangsung