UNESCO Tetapkan 3 Kawasan di Indonesia Sebagai Cagar Biosfer Baru. Apa Itu Cagar Biosfer?

Cagar Biosfer di Indonesia

Sejak lama, keindahan bentang alam Nusantara dari Sabang hingga Merauke begitu tersohor. Keanekaragaman yang terangkum bahkan mengantar Indonesia kepada predikat negara megabiodiversitas. Kendati demikan, ragam flora dan fauna, laut beserta isinya, hingga hutan-hutan hijau yang dibanggakan, bisa terancam jika kita nggak mampu melestarikannya. Ada harga yang tak akan terbayarkan jika sampai itu terjadi.

Advertisement

Nah, mencegah segala bentuk perusakan alam dan lingkungan, khususnya yang dilakukan oleh tangan-tangan serakah adalah bentuk paling nyata yang bisa digencarkan untuk mempertahankan warisan alam. Mendapuk atau memasukkan sebuah kawasan penting ke dalam program Cagar Biosfer merupakan salah satunya. Apa itu Cagar Biosfer? Yuk simak penjelasannya

Cagar Biosfer ditujukan untuk melindungi dan melestarikan lingkungan hidup, serta memberi manfaat sosial-ekonomi bagi masyarakat setempat

Bawah laut Cagar Biosfer Wakatobi|Photo by Craig D, CC BY-SA 2.0, via Wikimedia Commons via commons.wikimedia.org

Secara sederhana, Cagar Biosfer merupakan suatu kawasan ekosistem yang keberadaannya diakui dunia internasional sebagai bagian program Man and Biosphere (MAP) UNESCO. Tujuan program ini adalah mempromosikan konservasi keanekaragaman hayati dan pembangunan berkelanjutan, dengan melibatkan masyarakat lokal berdasar ilmu pengetahuan.

Kawasan yang diakui sebagai Cagar Biosfer nggak hanya bertujuan untuk melindungi dan melestarikan lingkungan hidup saja. Melainkan juga untuk memberi manfaat sosial-ekonomi bagi masyarakat setempat mulai dari daratannya, laut, dan pesisir. Program ini digagas oleh UNESCO sejak tahun 1971. Hingga kini Cagar Biosfer yang tersebar di 129 negara di dunia berjumlah 714.

Advertisement

Indonesia sendiri sebelumnya sudah punya 16 Cagar Biosfer yang diakui UNESCO. Di antaranya termasuk Pulau Komodo yang jadi ramai diperbincangkan karena ide ngawur “Jurassic Park” itu, Gunung Leuser, Pulau Siberut, Lore Lindu, Gunung Gede Pangrango, Tanjung Puting, Giam Siak, Taman Laut Wakatobi, Bromo-Semeru-Tengger-Arjuno, Taka Bonerate, Blambangan, Berbak Sembilang, Betung Kerihun Danau Sentarum Kapuas Hulu, dan Rinjani.

Yang terbaru, UNESCO tetapkan 3 Cagar Biosfer baru di Indonesia

Cagar Biosfer Lore Lindu|Photo by Lo2asinamura, CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons via commons.wikimedia.org

Nah, kabar baiknya, UNESCO baru saja menetapkan lagi tiga Cagar Biosfer baru di Indonesia. Melansir Kompas, penetapan ini diumumkan dalam sidang ke-32 International Coordinating Council (ICC) Man and the Biosphere (MAB) UNESCO tahun 2020, pada tanggal 28 Oktober 2020 lalu.

Advertisement

Adapun ketiga Cagar Biosfer baru ini adalah Bunaken Tangkoko Minahasa, Karimunjawa Jepara Muria, dan Merapi Merbabu Menoreh. Total luas ketiga Cagar Biosfer ini mencapai 2.237.373,26 ha. Dengan ini Indonesia punya 19 Cagar Biosfer yang diakui dunia.

Direktur Eksekutif Komite Nasional Program MAB Indonesia – LIPI, Y. Purwanto mengatakan 19 Cagar Biosfer di Indonesia punya total luas kawasan sebesar 20% dari total luas kawasan Cagar Biosfer yang ada. Menurutnya, pencapaian ini bisa jadi momentum Indonesia dalam melaksanakan berbagai konvensi terkait lingkungan hidup, keanekaragaman hayati, dan perubahan iklim. Nah, berikut selayang pandang mengenai tiga Cagar Biosfer baru Indonesia.

1. Cagar Biosfer Bunaken Tangkoko Minahasa

Bawah laut Bunaken|Photo by Sakurai Midori, CC BY-SA 3.0, via Wikimedia Commons via commons.wikimedia.org

Terletak di jantung Segitiga Terumbu Karang kawasan Indo-Pasifik, Cagar Biosfer Bunaken Tangkoko Minahasa mencakup 746.405,92 ha wilayah darat dan laut, meliputi sistem ekologi, hutan bakau dan pesisir, hingga ekosistem darat. Alam bawah laut Bunaken punya sekitar 390 terumbu karang, 3.000 spesies ikan, alga, dan rumput laut. Maka nggak heran Bunaken juga terkenal sebagai surganya para penyelam.

2. Cagar Biosfer Karimunjawa Jepara Muria

Cagar Biosfer Karimunjawa|Photo by Midori, CC BY 3.0, via Wikimedia Commons via commons.wikimedia.org

Nggak kalah unik dengan Bunaken, Cagar Biosfer Karimunjawa Jepara Muria dengan luas 1.236.083,97 ha memiliki ekosistem yang merupakan gabungan antara kepulauan, dataran rendah, dan pegunungan. Kawasan ini memiliki 400 spesies fauna laut, dengan ragam ikan hias dan terumbu karang. Sedikit mendongak ke atas, ada lanskap pegunungan yang akan memanjakan mata.

3. Cagar Biosfer Merapi Merbabu Menoreh

Cagar Biosfer Merapi Merbabu Menoreh|Photo by Maybianto, CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons via commons.wikimedia.org

Dengan luas 254.876,75 ha, Cagar Biosfer Merapi Merbabu Menoreh terkenal dengan ekosistem hutan pegunungan yang jadi rumah bagi beragam flora dan fauna emdemik Jawa. Di samping itu, kawasan ini juga terkenal sebagai destinasi favorit para pendaki.

Nah, itu dia penjelasan mengenai Cagar Biosfer, berikut 3 kawasan baru yang itetapkan UNESCO sebagai Cagar Biosfer di Indonesia. Mari sama-sama lindungi kelangsungan alam, karena dengan itu kita juga telah berkontribusi untuk melindungi segenap ekosistem dan masyarakat setempat.

Apakah kamu tertarik untuk mengikuti jalan-jalan lewat virtual tour selama masa new normal ini? Kasih tahu pendapatmu di sini

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

colour my life with the chaos of trouble

Editor

Penikmat jatuh cinta, penyuka anime dan fans Liverpool asal Jombang yang terkadang menulis karena hobi.

CLOSE