Pengalaman Traveling Sendirian ke 7 Negara Membuatku Lebih Kuat sebagai Cewek #HipweeJurnal

Cewek traveling sendirian

Sejak kecil aku bercita-cita melihat indahnya dunia. Karena itulah aku berencana menginjakkan kaki ke luar negeri. Syukurlah impian itu bisa terwujud pada awal tahun 2016, ketika aku berusia 21 tahun. Saat itu kakak lelakiku menawariku untuk liburan ke tiga negara sekaligus. Namun syaratnya satu: aku harus pergi ke sana sendirian. Tanpa ditemani teman, keluarga, atau pacar. Syarat itu sengaja diberikan Kakak supaya aku belajar mandiri.

Advertisement

Setelah mempertimbangkannya, aku memutuskan untuk menerima tawaran Kakak. Lantas dia membelikan tiket pesawat promo untukku yang harganya lebih murah dari tiket biasa. Namun uang saku dan sebagainya harus pakai uangku sendiri. Setelah melakukan persiapan singkat, aku pun bersiap untuk berangkat ke luar negeri pertama kalinya. Sendirian.

Saat pertama kali menginjakkan kaki ke luar negeri, rasanya sungguh seru dan mengejutkan. Tapi aku juga merasa takut karena banyak hal yang belum kupahami

Aku bersama Mark di Merlion Park, Singapura via www.instagram.com

Negara pertama yang aku kunjungi adalah Singapura. Karena udah menjadi negara maju, kondisinya beda banget dengan Indonesia. Serba modern dan teratur! Namun karena itu pertama kalinya ke luar negeri, aku betul-betul bingung. Jalanannya nggak kukenal sama sekali. Bahkan aku nggak bisa menemukan hostel yang udah dipesan. Rasanya ingin berhenti dan menangis di pinggir jalan aja. Tapi nggak ada orang lain yang bisa kuandalin, jadi aku harus menyelesaikan masalahku sendiri.

Syukurlah akhirnya aku menemukan hostel untuk menginap. Setelah itu, perlahan-lahan kondisinya semakin terkendali.

Advertisement

Traveling sendirian membuatku lebih terbuka. Aku pun bisa berteman dengan orang-orang dari berbagai negara

Merayakan ulang tahun di Vietnam bersama teman-teman baru via www.instagram.com

Di Singapura, aku jalan bareng dengan seorang cowok bernama Mark. Dia adalah keponakan wanita tua yang satu kamar denganku di hostel. Syukurlah mereka berdua baik hati. Setelah sehari di Singapura, aku pun terbang ke Vietnam dan berkenalan dengan teman-teman baru lagi. Bahkan saat itu aku merayakan ulang tahunku yang ke-21 bersama mereka.

Walaupun bersikap terbuka, aku tetap berhati-hati pada orang lain karena bisa aja mereka berniat jahat. Namun syukurlah semua orang yang kutemui saat traveling bersikap baik padaku.

Siapa bilang traveling itu harus beramai-ramai? Justru dengan traveling sendirian, liburanku jadi lebih fleksibel dan minim drama

Advertisement

Petronas Twin Tower di Malaysia yang kukunjungi saat malam via www.instagram.com

Nggak setiap saat aku bisa jalan bareng dengan teman-teman baru. Karena itulah aku menghabiskan banyak waktu sendirian juga saat traveling. Setelah dari Vietnam, aku terbang ke Malaysia dan di sana nggak sempat berkenalan dengan siapapun. Namun rasanya nggak kesepian kok, justru liburanku jadi lebih fleksibel dan minim drama.

Aku juga jadi lebih ahli merencanakan kegiatan supaya waktu nggak terbuang sia-sia. Uang yang kubawa pun kuhemat sebisa mungkin. Pokoknya banyak deh hal baru yang kupelajari saat solo traveling!

Setelah berhasil “menaklukkan” Singapura, Vietnam, dan Malaysia, aku pun mencoba solo traveling ke negara lain yang lebih sulit: Hong Kong

Jalan-jalan di Victoria Park, Hong Kong via www.instagram.com

Sekitar akhir tahun 2016, aku liburan sendirian ke Hong Kong. Tapi kali nggak hanya untuk bersenang-senang. Aku juga ditugasi untuk melakukan networking ke sejumlah galeri seni di Hong Kong. Pasalnya, keluargaku mempunyai galeri seni di Indonesia. Awalnya aku merasa takut dan nggak percaya diri saat harus melakukan networking. Tapi aku berusaha menyemangati diri sendiri dan akhirnya berhasil. Selain networking, aku juga mengunjungi sejumlah objek wisata di Hong Kong.

Pernah tuh aku tersesat malam-malam di kuil sepi yang nggak ada orangnya. Seandainya saat itu ada orang yang menyerangku, aku bakal balas menyerang tanpa ragu.

Beberapa bulan setelah pulang dari Hong Kong, aku traveling ke India yang katanya berbahaya buat turis cewek

Aku di depan Gateway of India via www.instagram.com

Pada pertengahan tahun 2017, aku pergi ke India bersama kakak lelakiku dan istrinya. Namun aku hanya bersama mereka selama dua hari. Lantas tiga hari selanjutnya, aku menghabiskan waktu sendirian di India yang terkenal berbahaya buat turis cewek. Bahkan sering terjadi pemerkosaan di India! Rasanya aku takut banget, tapi harus tetap bertahan. Soalnya nggak ada orang lain yang bisa kuandalkan. Jadi aku harus mengurus dan melindungi diriku sendiri.

Selama di India, para sopir taksi berusaha menipuku dengan menaikkan tarif. Namun aku memasang tampang galak dan sedikit membentak, jadi mereka batal menipuku. Aku juga diikuti oleh para pengemis. Namun aku pura-pura nggak melihat mereka dan berlalu begitu aja. Pokoknya aku berusaha sewaspada mungkin selama traveling di India. Semua barang bawaan juga berusaha kulindungi. Syukurlah nggak terjadi hal buruk selama solo traveling di sana.

Dua negara terakhir yang aku kunjungi adalah Thailand dan Myanmar. Lagi-lagi aku harus kuat secara mental dan fisik supaya traveling berjalan lancar

Saat berada di kuil Myanmar via www.instagram.com

Aku mengunjungi Thailand dan Myanmar pada akhir tahun 2017. Ternyata Thailand adalah negara yang nyaman karena fasilitasnya untuk turis sudah sangat oke. Walaupun begitu, aku masih merasa takut tersasar. Barulah aku merasa nyaman saat liburan ke Myanmar. Mungkin karena udah terbiasa traveling sendirian, kali itu aku bisa jalan-jalan santai dan sangat menikmati objek wisatanya. Aku juga udah nggak bingung lagi kalau harus naik transportasi umum, masuk objek wisata, atau berbicara dengan warga lokal.

Hingga kini, aku telah melakukan solo traveling ke 7 negara yaitu Singapura, Vietnam, Malaysia, Hong Kong, India, Thailand, dan Myanmar. Awalnya memang tegang dan takut, tapi pada akhirnya pasti bisa menikmati dengan santai. Semoga pengalamanku ini bisa menginspirasimu untuk jalan-jalan sendirian ke luar negeri ya~

#HipweeJurnal adalah ruang dari para penulis Hipwee kesayanganmu untuk berbagi opini, pengalaman, serta kisah pribadinya yang seru dan mungkin kamu perlu tahu

Baca tulisan #HipweeJurnal dari penulis lainnya di sini!

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Tinggal di hutan dan suka makan bambu

Editor

Learn to love everything there is about life, love to learn a bit more every passing day

CLOSE