Dalam dunia traveling, para petualang pun dapat dikategorikan dalam berbagai golongan. Ada yang termasuk petualang backpacker, flashpacker, dan juga koper. Masing-masing golongan ini biasanya memiliki karakter tersendiri ketika melakukan perjalanannya.

Namun terlepas dari apapun gaya liburanmu, sebagai seorang yang sebetulnya sedang menumpang di tanah orang kamu punya kewajiban untuk bersikap menyenangkan. Mengikuti peraturan dan menghormati budaya sekitar adalah sebuah aturan yang tidak boleh dilanggar. Ya, semua ini ditujukan agar kamu tetap bisa jadi pejalan yang disukai.

Advertisement

Lantas sebetulnya apa saja sih aturan dasar yang kamu perlukan untuk menjadi pejalan yang lebih baik lagi? Yuk cek caranya di artikel Hipwee berikut ini:

1. Kamu boleh khatam menggali informasi soal destinasi yang akan didatangi. Tapi sikap sok tahu adalah hal yang wajib dihindari

jangan sok tahu

jangan sok tahu via time.com

Sebelum pergi berlibur, melakukan riset adalah kebiasaan dari traveler pintar. Mereka akan mengumpulkan sebanyak-banyaknya informasi sehingga sesampainya di sana tidak akan bingung harus kemana. Mempelajari kultur dan kebiasaan masyarakat setempat pun menjadi agenda wajib yang harus dilakukan sebelum hari keberangkatan datang. Dengan bekal informasi tersebut kamu bisa jadi merasa sudah mengetahui seluk beluk kota yang akan kamu datangi nanti. Padahal meski telah meriset banyak hal bukan berarti kamu sudah mengetahui semuanya.

Bisa jadi informasi yang kamu baca sudah tidak lagi relevan dengan kenyataan atau bisa juga informasi yang ada memang tidak benar. Maka dari itu wajib hukumnya bagimu untuk menjauhkan sikap sok tahu. Kalau memang ada hal-hal yang meragukan jangan malu untuk bertanya pada masyarakat lokal. Selain mendapatkan informasi terbaru, bertanya pada orang sekitar juga berguna agar kamu mendapatkan informasi yang belum tentu akan kamu dapatkan dari berbagai buku atau situs referensi.

2. Hanya karena mengeluarkan uang, bukan berarti kamu bisa bersikap serampangan. Menjalin hubungan baik dengan masyarakat lokal sesungguhnya bisa memberimu banyak keuntungan

ngobrol sama orang lokal

ngobrol sama orang lokal via haasintheworld.wordpress.com

Advertisement

Jangan hanya terpaku dengan referensi yang ada di buku atau laman internet saja. Saat berlibur kamu juga bisa ‘memanfaatkan’ penduduk sekitar untuk memberi tahu spot wisata yang lebih menarik. Misalnya saja nih kamu sedang berlibur ke Lombok, bertanyalah pada penduduk lokal di mana saja pantai-pantai yang cantik yang belum banyak diketahui oleh banyak orang.

Tentu akan sangat mengasyikkan jika kamu bisa datang ke pantai-pantai sepi yang indah dan belum padat dikunjungi. Kamu bisa bersantai dengan tenang dan yang paling enak sih koleksi fotomu bisa terlihat berbeda dibandingkan dengan orang lainnya. Bukti keampuhan masyarakat lokal, pernah penulis buktikan saat berkunjung ke Tanjung Bira di mana kami diajak menyaksikan sunset dari tempat tersembunyi di sana. Gimana pemandangannya? Pokoknya luar biasa!

3. Menghargai keberadaan orang lain tidak harus diwujudkan dengan uang. Sering-seringlah mengucap tolong dan terimakasih sebagai bentuk penghargaan

ucapkan tolong dan terimakasih

ucapkan tolong dan terimakasih via galleryhip.com

Bentuk menghargai bantuan orang yang telah memberikan tenaga dan waktunya tidak harus selalu kamu hargai dengan memberi uang. Ya, kalimat minta tolong dan ucapan terimakasih yang keluar dari mulutmu adalah dua kata yang sederhana namun sangat dalam artinya. Siapapun orangnya tentu akan merasa senang bila ada orang yang memerlukan bantuan tidak segan mengucap kata tolong dan terimakasih setelahnya.

Perasaan senang dan merasa dihargai adalah rasa yang muncul bila ada orang yang melakukan ini. Ketika sedang traveling pun, sebagai turis kamu perlu juga melakukan hal tersebut. Jangan hanya karena merasa punya uang, kamu menjadi lupa untuk menghargai orang. Mungkin kamu memang punya uang cukup untuk membayar mereka, tapi bersikap santun juga menjadi hal yang tidak boleh kamu lupa.

4. Dalam setiap perjalanan akan kamu temui perbedaan kebudayaan. Mengomentarinya jelas bukan hal yang bijak untuk dilakukan

komentar sembarangan

komentar sembarangan via inspiremore.com

Semakin sering kamu melakukan perjalanan, maka bertambah banyak pula aneka ragam budaya berbeda yang kamu lihat. Bahkan bisa jadi perbedaan-perbedaan tersebut akan terasa sangat berbeda dengan kebiasaan yang kamu akrabi sejak kecil. Perasaan aneh dan asing bisa jadi membuatmu merasa bahwa kebudayaan lain lebih merepotkan dan tidak sesuai dengan kepribadian.

Akan tapi sebagai seorang pejalan, kamu dilarang keras untuk mengatakan bahwa budaya setempat terasa aneh dan tidak masuk akal. Apalagi jika kebiasaan dan adat istiadat tersebut sudah lama tumbuh di sana. Mengomentari budaya setempat bisa terasa sangat sensitif. So, akan lebih baik jika kamu tidak mengomentari budaya yang ada di sana.

5. Keindahan yang dinikmati sepanjang perjalanan sebenarnya membuat kita berhutang pada alam. Cara paling sederhana demi membalasnya adalah dengan menjaga kebersihan

jangan buang sampah sembarangan

jangan buang sampah sembarangan via fikrifikri.wordpress.com

Masalah ini adalah hal klasik yang biasa dihadapi oleh banyak traveler. Ya, biasanya ketika berlibur kita jadi lebih lengah menjaga kebersihan. Situasi ini bisa jadi disebabkan karena ada perasaan bahwa tempat tersebut bukanlah daerah asli kita. Sikap cuek pun bisa jadi muncul. Padahal nih kewajiban untuk tetap menjaga kebersihan adalah tanggung jawab semua orang di mana pun dia berada.

Sampah-sampah yang sekarang banyak bertumpukan di gunung misalnya adalah bentuk rendahnya tanggung jawab petualang terhadap destinasi liburan yang mereka kunjungi. Untuk menjadi pejalan yang menyenangkan sebaiknya kita tidak boleh lupa untuk menjaga kebersihan di daerah kunjungan. Bersihkan sendiri sampah yang kamu hasilkan agar daerah yang kamu kunjungi jauh dari penumpukan kotoran yang dihasilkan wisatawan.

6. Se-expert apapun dirimu soal detil destinasi, jangan pernah melanggar aturan yang diyakini. Hey, kamu tamu — bukan pejalan yang tak tahu diri!

jangan langgar aturan

jangan langgar aturan via www.lifehack.org

Sebagai petualang yang berjiwa muda rasa ingin ‘bertarung’ melanggar peraturan yang ada seringkali menyelinap di dalam dada. Namun pada saat sedang berlibur adrenalin untuk melawan aturan tersebut sebaiknya kamu tahan. Sikap melanggar dan seenaknya akan membuat orang-orang di sekitarmu kehilangan rasa respek yang ada.

Misalnya saja saat di Bali jangan pernah dengan sengaja kamu menendang sesajen yang ada banyak di sana. Kalau di hotelmu memang tidak boleh diisi lebih dari dua orang ya jangan dilanggar. Seandainya memang ada spot yang tidak boleh di datangi jangan ngeyel untuk tetap datang ke sana. Intinya bersikaplah menghargai dengan aturan yang mereka terapkan.

7. Kerendah hatian jadi hal yang membedakanmu dari pejalan kebanyakan. Perjalananmu akan terasa berbeda saat dijalani dengan penuh keramahan

Bersikap ramah dengan menyapa orang lain adalah salah satu sikap yang akan membuat orang lain merasa senang. Sekedar mengucap “selamat pagi”, ” halo”, atau “apa kabar” adalah contoh sederhana bagi petualang untuk menyapa orang-orang yang kamu temui di jalan. Sebagai negara yang terkenal dengan keramahannya, saling menyapa adalah budaya yang kental di Indonesia.

Menyapa orang memang bukan kewajiban bagi setiap wisatawan. Tapi bila kamu dapat mengaplikasikan kebiasaan ini ketika melakukan perjalanan, ini bisa jadi poin positif yang bisa membedakan kamu dari turis lainnya. Mulai sekarang, cobalah bersikap ramah dengan melempar senyum dan menyapa orang lain yang temui di jalan.

Artikel ini terinspirasi dari laman  National Geographic. Artikel asilinya dapat kamu lihat di sini.

Featured Image by: www.panduaji.net

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya