Apa kabarmu, Kekasih?

Baik-baik sajakah kamu di seberang sana? Apakah kamu juga merindukanku? Di sini, aku tenggelam dalam rindu yang tak berkesudahan. Tak terasa, hampir tiga bulan kita tak berjumpa. Masih terngiang jelas di benakku, senyum bahagia yang memulas wajahmu ketika kamu menjemputku di bandara kotamu. Pun, rekaman wajah sedih dan tangismu yang mesti melepasku untuk kembali ke kotaku tak pernah lari dari pikiranku.

Advertisement

Pekerjaanku di sini dan kesibukanmu di sana membuat kita harus berpisah sementara. Tapi, hei, tak lama lagi kita akan kembali bertemu. Perjumpaan kita tinggal menghitung hari dan minggu. Aku janji, begitu kamu tiba di sini, aku akan mengajakmu menjamahi keelokan yang ada di sudut-sudut kota yang kini jadi tempat tinggalku, Balikpapan.

Aku janji, pertemuan kita di sini akan menjadi petualangan yang tak terlupakan.

Aku selalu rindu senyum lebarmu saat melihat laut. Jadi, biarkan aku melihat senyum itu lagi di Pantai Melawai yang tersohor keindahannya

Senja di Pantai Melawai via www.flickr.com

Kamu memang belum pernah melihat langsung rona wajah Balikpapan. Tapi, meski terkenal sebagai kota industri, jangan mengira kalau kota ini panas dan sumpek. Balikpapan punya segundang kejutan buatmu. Tunggu aja sampai aku perlihatkan padamu pantai yang tak kalah indahnya dari kotamu.

Advertisement

Aku ingin mengajakmu menyentuh panorama Pantai Melawai yang eloknya kala senja seelok dirimu. Menikmati senja di sini adalah cara terindah memandangi matahari terbenam di Balikpapan. Aku yakin, kamu pun tak sabar menanti untuk menginjakkan kaki ke pasir putihnya.

Aku lupa kapan terakhir kita dinner romantis berdua.  Aku pun tak sabar mengajakmu makan malam ditemani debur ombak di Pantai Kemala

Dinner di Pantai Kemala via kidung-renjana.blogspot.com

Biar kita bisa makin intim menikmati waktu, aku sudah berencana untuk mengajakmu dinner romantis berdua di Pantai Kemala. Mungkin bukan candle light dinner yang menurutku bikin pegal, tapi aku yakin kamu pasti bakal suka. Bayangkan kita duduk di bangku-bangku kayu dengan santai, sementara kaki kita masih penuh pasir dan kulit kita menghitam karena kelamaan berjemur.

Suasananya mengingatkanku pada Pantai Jimbaran yang pernah kita sambangi berdua saat berlibur ke Bali dulu. Ah, mengenangnya membuat rinduku semakin menjadi-jadi.

Jangan lupa bawa pakaian outdoor dan losion anti nyamuk, Sayang. Karena aku akan mengajakmu menjelajahi rimbunnya Hutan Lindung Sungai Wain

Kera Merah, salah satu penghuni hutan lindung sungai Wain via outrop.blogspot.com

Ini penting. Jangan lupa bawa pakaian outdoor yang menutup kulit seperti celana panjang dan kemeja flanel. Simpan juga losion anti nyamuk dalam tasmu, karena aku tak rela kalau kulitmu digigiti nyamuk saat kita menyambangi Hutan Lindung Sungai Wain nanti.

Ya, aku akan mengajakmu bertualangan di hutan ala Butet Maunurung di Sokola Rimba. Kita memang bukan hendak menyambangi tempat tinggal suku Rimba, tapi kalau beruntung, kita mungkin bisa melihat beruang madu, bekantan, sampai orang utan di sana. Aku yakin, ini akan jadi pengalaman yang selalu terkenang dalam benak kita.

Selain menikmati rimbunnya hutan lindung dengan satwa-satwanya, kita juga akan mampir ke Penangkaran Buaya Teritip dan bercengkerama dengan ribuan buaya di sana

Buaya di Teritip via thatsofarahz.wordpress.com

Selain mengintip satwa liar yang berkeliaran di hutan Sungai Wain, ada satu lagi tempat berisi fauna-fauna luar biasa yang ingin kutunjukkan padamu, yaitu Penangkaran Buaya Teritip yang dihuni ribuan buaya. Tenang, mereka gak dilepas begitu saja, kok, melainkan berada dalam kandang-kandang yang bisa kita intip satu per satu. Kamu bahkan bisa mencoba mengelus punggung buaya kalau mau.

Kalau kamu bosan dengan buaya, kita juga bisa berjalan-jalan menunggang gajah Lampung di sana. Ada juga kandang ular dan monyet yang pasti akan menarik perhatianmu. Pulangnya, kamu akan kuajak mencicipi sate buaya.

Oh iya, ada satu lagi tempat menarik di mana kamu bisa memandangi kawanan beruang madu yang menjadi maskot kota Balikpapan

Beruang madu di KWPLH via id.kwplh.beruangmadu.org

Aku pernah bercerita kalau beruang madu dijadikan sebagai maskot kota Balikpapan, ‘kan? Nah, aku yakin kamu pasti senang jika kuajak ke Kawasan Wisata Pendidikan Lingkungan Hidup. Di sana, kita bisa melangkahkan kaki di boardwalk sembari melihat beruang madu keluar untuk mencari makan di pagi dan sore hari.

Selain menambah wawasan tentang satwa dilindungi ini, kita juga bisa melihat kucing dan anjing yang lucu-lucu dirumahkan di tempat ini.

Kamu juga pasti ingin tahu rasanya berjalan-jalan di atas jembatan gantung yang menghubungkan pohon-pohon raksasa. Nanti kamu bisa merasakannya sendiri di Bukit Bangkirai

Jembatan Tajuk di Bukit Bangkirai. via beritadaerah.co.id

Ya, di Bukit Bangkirai, kamu bisa menikmati pengalaman berjalan di jembatan gantung yang dibangun di atas pohon-pohon raksasa. Dibawah kakimu, daun-daun pepohonan hutan membentuk kanopi hijau. Derit kayu jembatan, gesekan dedaunan, serta kicau burung yang bersahut-sahutan akan membuatmu enggan pulang.

Tapi, tempat nan indah ini gak berada di Balikpapan. Kita mesti melipir selama sekitar satu setengah jam ke Kabupaten Kutai Kartanegara. Tapi, perjalanan ini dijamin akan berkesan karena sepanjang jalan kita gak henti-hentinya disuguhi pemandangan hutan yang rupawan.

Percayakah kamu kalau ingin menikmati Venice yang romantis kita gak perlu jauh-jauh ke Italia? Balikpapan punya sebuah kampung di atas air yang bisa kita jelajahi dengan perahu berdua

Kampung atas air Margasari via www.flickr.com

Ketika kamu sudah sampai di sini, ingatkan aku untuk mengajakmu ke Kampung Atas Air Margasari. Kampung ini benar-benar berada tepat di atas laut. Apalagi, kampung ini juga ditata dengan baik, membuatnya menjadi salah satu desa wisata paling keren di Balikpapan.

Aku ingin sekali menyusuri desa ini menaiki perahu denganmu, melihat bocah-bocah kampung ini menceburkan diri dan berenang dengan lincahnya. Di malam hari, suasananya makin romantis seiring lampu-lampu kampung yang temaram dinyalakan.

Ah, rinduku sampai di puncaknya. Semoga tempat-tempat yang kuceritakan ini menjadi “racun” yang membuatmu makin gak sabar untuk kemari. Aku sendiri sudah tak sanggup menulis lagi. Saat ini, aku cuma ingin memelukmu erat sampai kita tak terpisahkan lagi. Tapi, aku tahu aku mesti bersabar sedikit lagi, karena perjumpaan kita tinggal menghitung hari.

Dari kekasihmu yang menanti di Balikpapan.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya