Event Dieng Culture Festival (DCF) selalu digelar setiap tahun di Banjarnegara, Jawa Tengah. Tahun ini DCF edisi ke 9 akan digelar bulan Agustus nanti. Banyak yang bilang DCF ini adalah festival paling romantis di Indonesia. Ada banyak alasan untuk membuktikannya, mulai dari festival musik, budaya, dan wisata jadi satu dalam rangkaian acara. Suasana dingin di Dieng memang bikin pengunjungnya butuh kehangatan sih. Dan event Dieng Culture Festival selalu mampu menghangatkan mereka. Hehehe.

Buat kamu yang sudah bertahun-tahun kelewatan acara ini, jangan sampai deh lewatin acara tahun ini. Ya kali masa tiap tahun pengen datang tapi gagal terus. Hehe. Kalau memang kamu memang belum tahu keseruan DCF tiap tahunnya, nih Hipwee Travel sajikan ulasan event ini lengkap buat kamu. Yuk simak aja!

Ada banyak sekali acara seru di Dieng Culture Festival, mulai dari Jazz Atas Awan sampai pelepasan lampion yang bikin suasana yang dingin jadi romantis abis

Jazz Atas Awan Sejatinya, DCF memang bukan tempat yang cocok untuk menikmati musik jazz berkelas. Akan tetapi, Jazz Atas Awan ini adalah salah satu cara terbaik menyaksikan musik Jazz. Betapa tidak, musik Jazz ini diadakan di ketinggian lebih dari 2000 MDPL di mana dinginnya bisa mencapai 2 derajat Celcius. Duduk bersama kawan atau pasangan sembari mendengarkan senandung Jazz yang syahdu, adalah satu hal yang patut kamu nikmati di sela sela kehidupanmu yang membosankan. Hehe. Serunya lagi adalah ada pesta kembang api dan pelepasan lampion ke langit Dieng yang begitu dingin. Kurang romantis gimana coba? Jazz Atas Awan menang bukan event jazz yang terbaik tapi jadi satu ide menikmati Jazz dengan cara yang unik dan romantis tentunya. Tag temen kamu yang mau diajak ke DCF 2018. #exploredieng #DCF2018 #diengculturefestival #vsco #instatravel #explorewonosobo

A post shared by Sociotraveler Indonesia (@sociotraveler) on

Advertisement

Acara Dieng Culture Festival 2018 atau edisi ke 9 ini akan digelar pada tanggal 3-5 Agustus 2018 di Desa Wisata Dieng Kulon, Banjarnegara. Bulan-bulan ini selalu dipilih karena suhu di Dieng sangat dingin saat itu. Jika pas dingin banget, bisa sampai minus lho suhunya. Dinginnya Dieng ini ternyata yang bikin acara ini makin terasa spesial lho. Gimana nggak spesial, pas dingin-dingin di ketinggian 2000 meter, eh ada acara Jazz Atas Awan. Alunan musik jazz berpadu dengan kabut dan dingin yang bikin suasana kian syahdu. Duh, apalagi kalau sama pasangan. Jomblo jangan baper ya. 

Kalau menurutmu kurang romantis? Kamu mesti tahu ada acara lain yang bisa bikin kamu setuju kalau DCF ini romantis abis. Di malam kedua, kamu semua akan melepaskan lampion bersama-sama sembari mendengarkan Jazz Atas Awan

dieng culture festival via www.instagram.com

Selain musik Jazz Atas Awan, di malam kedua kamu akan melepas lampion warna-warni ke langit. Semua yang sudah membeli tiket akan mendapatkan lampion. Nah, ketika momennya sedang syahdu karena datangnya bintang tamu yang selalu dirahasiakan muncul tiba-tiba di panggung DCF. Tahun lalu sih ada Anji dan Katon Bagaskara yang jadi guest star-nya. Sontak, bintang tamu pun memeriahkan suasana dan memandu pengunjung untuk melepas lampion ke angkasa. Kamu bisa make a wish sambil melepas lampion. Modus dikit-dikit juga bisa. Hehehe.

Advertisement

Buat panitia, kenapa sih tiap tahun bintang tamunya rahasia?

Tak usah khawatir dengan sampah lampionnya karena keesokan harinya seluruh warga Dieng kerja bakti massal untuk membersihkan sampah lampion yang jatuh. Dieng pun kembali bersih seperti semula.

Ritual cukur rambut gimbal adalah acara puncak yang jadi keunikan khas yang cuma bisa ditemukan di Dieng

cukur rambut gimbal via www.instagram.com

Parade seni budaya pun akan memeriahkan acara ini. Akan ada karnaval di mana si anak berambut gimbal akan diarak dan kemudian akan dipotong rambutnya di Candi Arjuna. Rambut gimbal ini sangat istimewa karena untuk mencukurnya harus dengan ritual dan dilakukan setahun sekali dalam acara Dieng Culture Festival. Si anak kemudian akan meminta syarat yang harus dipenuhi oleh orang tuanya. Ada yang minta sepeda, kambing, bahkan ada yang ‘cuma’ minta es lilin buatan tetangganya. Sangat unik dan khas Dieng. Kamu nggak akan bisa temukan di tempat lain sih.

Cara ikutan acara Dieng Culture Festival gimana sih? Ada dua pilihan, bisa ikut open trip ke sana atau datang sendiri dengan kendaraan pribadi

Ada banyak cara ikutan Dieng Culture Festival tahun ini. Cara pertama adalah ikutan travel yang menyediakan paket trip ke Dieng Culture Festival 2018. Ini adalah cara yang paling mudah dan paling populer. Kamu yang berasal dari luar kota misal Jakarta atau Bandung tinggal cari aja lokasi meeting point yang terdekat misal Jogja atau Purwokerto. Jika ikutan trip kamu nggak perlu ribet pesen tiket yang sangat terbatas, pesen homestay yang biasanya udah penuh beberapa bulan sebelumnya, sampai transport yang harus kamu siapkan pula. Bagi kamu yang nggak suka ribet dan pengen kenalan dengan teman baru di DCF, open trip sebaiknya kamu pilih. Harganya sekitar 1,3 jutaan untuk 3 hari 2 malam.

Tapi buat kamu yang terbiasa semuanya sendiri (jomblo detected), boleh saja kamu urusin semuanya sendirian atau sama temen kamu. Kamu perlu mengurusnya dari sekarang lho ya, karena repot ‘kan kalau kamu kehabisan tiket atau homestay. Masa mau nenda dingin-dingin begitu. Hehehe. Harganya jelas akan lebih murah kalau kamu repot sendiri sih. Namun, dengan selisih harga yang tak seberapa dan effort yang cukup besar, Hipwee sih saranin kamu ikutan trip aja. Siapa tahu dapat jodoh juga ‘kan? Uhuk.

Pokoknya tahun ini jangan sampai kelewatan lagi ya. Rugi lho kalau nggak ikutan Dieng Culture Festival 2018 tahun ini. Semoga kamu dapat hiburan dan juga jodoh di sana ya. Hehehe.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya