Mengenal Festival Kumbh Mela di India, Mensucikan Diri dengan Mandi Massal di Sungai Gangga

Festival mandi Kumbh Mela

India merupakan salah satu negara dengan keanekaragaman budaya. Terdapat berbagai jenis suku hingga agama yang menyebabkan banyaknya perayaan ritual tradisional di sana. Dengan penduduk mayoritas beragama Hindu, maka tak heran jika India memiliki banyak festival tahunan. Terlebih agama ini memiliki lebih dari satu dewa yang masing-masing mempunyai perayaan di waktunya sendiri.

Advertisement

Jika kamu sudah tak asing dengan ritual Diwali, Holi, ataupun Onam yang seringkali tampil di perfilman India. Kini Hipwee akan membahas soal ritual mandi suci Kumbh Mela. Perayaan tersebut baru-baru ini diperbincangkan masyarakat dunia. Dikabarkan menjadi salah satu pemicu masifnya penularan Covid-19 yang membuat sistem kesehatan di sana terancam lumpuh. Lantas bagaimana festival ini dijalankan? Simak ulasannya berikut ini, ya.

Kumbh Mela merupakan festival keagamaan yang dirayakan 4 kali dalam 12 tahun. Tanggalnya ditentukan dari posisi astrologi matahari, bulan dan jupiter

Masyarakat India yangmengikuti festival Kumbh mela | Credit: Amit Gaur via unsplash.com

Kumb Mela merupakan tradisi ziarah terbesar di India. Ritual mandi bareng ini dilakukan di tepi Sungai Gangga dengan empat tempat istimewa, yakni Haridwar, Prayag, Ujjain dan Nashik. Tradisi ini seharusnya berlangsung selama dua bulan, di mana para peserta ziarah secara simbolis membasuh tubuh mereka di Sungai yang dinilai suci di India.

Umat Hindu meyakini bahwa mandi di Sungai Gangga dapat membebaskan seseorang dari dosa dan mandi pada saat Kumbh membawa keselamatan dari siklus hidup. Mereka mengibaratkan sungai sebagai Dewi Gangga yang mendatangkan keberuntungan dan memfasilitasi moksa (pembebabas siklus hidup dan mati). Dalam 12 tahun digelar selama 4 kali dengan tanggal berbeda mengikuti posisi astrologi.

Advertisement

Peserta Kumbh Mela berasal dari semua lapisan penduduk Hindu. Ritual ini dipercaya ketika dewa dan asura (setan) bertarung memperebutkan madu keabadiaan (amrita)

Ilustrasi Kumbh Mela | Credit: Amit Gaur via unsplash.com

Berdasarkan daftar “Intangible Cultural Heritage of Humanity” UNESCO pada 2017, Kumbh Mela berasal dari mitologi Hindu. Pertempuran antara Dewa Wisnu yang dianggap sebagai pelindung alam semesta dengan para asura atau setan yang menyebabkan malapetaka di dunia.

Wisnu muncul sebagai pemenang dengan membawa madu keabadian. Menurut teks Hindu kuno ketika Wisnu menjauh dari iblis, sebanyak empat tetes nektar jatuh di 4 lokasi yang telah disebutkan di atas. Kumbh Mela pun diadakan ketika air Sungai Gangga dipercaya berubah menjadi madu.

Ada 4 klasifikasi Kumbh Mela, yang paling suci adalah Maha Kumbh Mela yang diadakan setiap 144 tahun sekali di Allahabad

Mandi suci di Sungai Gangga | Credit: Rajesh Balouria via pixabay.com

Setidaknya ada 4 klasifikasi, yakni Maha Kumbh Mela, Adrh Kumbh Mela, Purna Kumbh Mela, dan Kumbh Mela saja. Tradisi ini ikut dihadiri sejumlah orang suci dari sekte Hindu yang berbeda, mulai dari Naga yang tak memakai baju apa pun, Kalpwasis yang mandi tiga kali sehari, dan Urdhawavahur yang mengimani dengan pertapaan intens. Mereka datang untuk melakukan ritual sakral dengan kelompok masing-masing.

Sebab pemerintah pusat India dan pemerintah Uttarakhand tetap menggelar acara ini, disebut tradisi Kumb Mela memicu gelombang kedua pandemi Covid-19

Ratusan ribu orang berdesak-desakan untuk mandi dalam festival keagamaan Kumbh Mela di Sungai Gangga pada Rabu, (14/4/2021). Dilansir dari Reuters, polisi mengatakan ada sekitar 650 ribu yang telah mandi di Sungai Gangga. Nyatanya pil pahit harus diterima, usai festival kasus Covid-19 di India melonjak lebih dari 300 ribu orang setiap hari. Bahkan India sampai menghadapi tsunami virus corona yang berdampak pada ekonomi, politik dan juga sistem kesehatan masyarakat.

Selain karena festival keagamaan, diketahui kesadaran untuk menerapkan protokol di sana masih rendah. Seperti berkerumun tanpa jarak hingga pemakaian masker masih belum maksimal dilakukan. Itulah sederet fakta soal festival keagaaman Kumbh Mela yang baru saja dilaksanakan pada April 2021 silam.

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Editor

Penikmat jatuh cinta, penyuka anime dan fans Liverpool asal Jombang yang terkadang menulis karena hobi.

CLOSE