Nggak Cocok untuk Refreshing, 7 Kota ini Layak Sandang Predikat Paling Bising di Dunia

Kota paling bising di dunia

Bagi kita orang Indonesia, Jakarta adalah salah satu kota yang terlalu bising untuk dipilih sebagai destinasi refreshing. Membayangkan riuh bunyi mesin kendaraan saban hari, klakson yang memburu kuping sekalipun telah diganjal earphone, hingga aktivitas proyek pembangunan di sana-sini, membuat siapa saja yang merasa terganggu ingin mendaftarkan Jakarta sebagai kandidat kota paling bising di dunia.

Advertisement

Sebenarnya kebisingan Jakarta belum semengganggu itu hingga pantas menyandang predikat paling bising di dunia. Setidaknya jika kita bandingkan dengan 7 kota berikut ini. Untuk diketahui, WHO menyarankan tingkat kebisingan yang sehat itu nggak boleh melebihi 55 desibel pada siang hari dan 40 desibel pada malam hari. Ini karena kebisingan dapat menyebabkan gangguan pendengaran, masalah kardiovaskular, gangguan kognitif, stres hingga depresi.

1. Mumbai, India

Mumbai, India | Gambar oleh Jaskaran Singh dari Pixabay

Kalau liburanmu adalah ajang untuk mencari ketenangan diri setelah hari-hari sibuk bekerja, maka kota Mumbai di India ini nggak akan cocok jadi destinasi pilihan. Rata-rata tingkat kebisingan kota ini mencapai 100 desibel. Majalah Traffic Infra Tech seperti dilansir Brüel & Kjær mencatat kontributor kebisingan di Mumbai adalah proyek konstruksi, petasan, pengeras suara saat festival, dan klakson yang dibunyikan sembarangan.

2. Kolkata, India

Kolkata, India | Gambar oleh travelphotographer dari Pixabay

Kota kedua di India yang nggak kalah bising adalah Kolkata. Tingkat kebisingan rata-ratanya juga mencapai 100 desibel. Orang-orang di kota ini sangat suka membunyikan klakson loh. Sebuah survei oleh Badan Pengendalian Pencemaran Benggala Barat mengungkapkan, salah satu penyeberangan tersibuk di kota ini rata-rata mengeluarkan 18.857 klakson dalam 24 jam, atau satu klakson setiap lima detik. Bahkan pada siang hari, rata-rata satu klakson meraung setiap tiga detik.

Advertisement

3. Kairo, Mesir

Kairo, Mesir | Mstyslav Chernov, CC BY-SA 3.0, via Wikimedia Commons

Bergeser ke Kairo di Mesir, kota ini juga nggak cocok buat yang mendambakan liburan adem ayem. Kebisingan yang menguasai kota metropolitan ini selama 24 jam rata-rata tercatat stabil pada angka 90 desibel dan nggak pernah turun melebihi 70 desibel. Untuk dibayangkan, kebisingan tersebut dapat dibandingkan dengan menghabiskan sepanjang hari liburanmu di dalam pabrik yang sibuk.

4. Karachi, Pakistan

Frere Hall, Karachi, Pakistan | Photo by Asim Iftikhar Nagi, CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons

Dihuni oleh 15 juta penduduk dengan sekurangnya lima juta kendaraan di jalanan, lalu-lintas adalah penyebab utama kebisingan di Karachi, Pakistan. Seperti telah disinggung di paragraf awal, tingkat kebisingan yang mencapai 90 desibel di Karachi telah berdampak terhadap kesehatan masyarakat. Sebuah penelitian yang dikutip Brüel & Kjær melaporkan sekitar 83 persen polisi jalan, 33 persen pengemudi becak, dan 57 persen pemilik toko di area perbelanjaan yang sibuk mengalami gangguan pendengaran akibat kebisingan

5. Tokyo, Jepang

Shibuya, Tokyo, Jepang | Gambar oleh meguraw645 dari Pixabay

Tokyo adalah salah satu kota yang kerap disambangi wisatawan kalau ke Jepang. Kalau ditinjau dari aspek kesehatan jangka panjang, kota ini nggak ramah untuk liburan loh. Di kota dengan 35 juta penduduk ini rata-rata tingkat kebisingannya berada pada angka 90 desibel. Kontributornya adalah pengeras suara, proyek konstruksi, dan transportasi. Nggak sedikit warga Tokyo yang menggunakan penutup telinga untuk meminimalisir kebisingan nan menggangu tersebut.

Advertisement

6. New York, Amerika Serikat

New York, Amerika Serikat | Gambar oleh Jo Wiggijo dari Pixabay

Diakui sebagai “kota yang nggak pernah tidur”, nggak aneh kalau New York sangat berisik. Tingkat kebisingan di kota ini mencapai 90 desibel, dan hal ini secara konsisten telah jadi masalah kualitas hidup nomor satu para New Yorker. Untuk dibayangkan, pada tahun 2012, pihak berwenang di New York menerima lebih dari 40.000 keluhan terkait kebisingan, seperti truk sampah, sirine polisi, alat pemotong rumput hingga hewan peliharaan.

7. Shanghai, Tiongkok

Shanghai, Tiongkok | Gambar oleh John_Appleseed dari Pixabay

Shanghai yang modern dan sibuk mencatatkan kebisingan rata-rata hingga 85 desibel. Hal ini telah menghasilkan 100.000 keluhan setiap tahunnya. Hampir setengah dari total keluhan tersebut didasarkan pada pengeras suara milik toko-toko, aktvitas kedai makanan dan minuman, hewan peliharaan, karaoke dan aktivitas hiburan luar ruangan.

Nah, itu dia 7 kota di dunia yang sangat bising sehingga kurang cocok disambangi kalau tujuannya adalah mencari ketenangan.

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

get me away from here I'm dying

Editor

Penikmat jatuh cinta, penyuka anime dan fans Liverpool asal Jombang yang terkadang menulis karena hobi.

CLOSE