Lion Air memang terkenal sebagai maskapai yang murah meriah dan mempunyai berbagai rute yang tidak dimiliki maskapai lain. Terlihat sangat menarik bukan? Tapi amat disayangkan banyak keluhan terhadap singa udara yang satu ini. Mulai dari seringnya delay sampai penelantaran penumpang diikuti dengan tidak jelasnya kompensasi ganti rugi akibat keterlambatan.

Minggu, 1 Oktober kemarin, lagi-lagi Lion Air melakukan kesalahan yang sama, menelantarkan penumpang di berbagai bandara. Bandara Internasional Soekarno Hatta terjadi keterlambatan yang begitu parah. Penumpang yang tidak sabar pun jadi emosi dan kesal dengan keadaan tersebut.

Penumpang terlantar di Bandara Internasional Soekarno Hatta tanggal 1 Oktober kemarin. Gara-garanya banyak penerbangan delay dan nggak jelas kapan berangkatnya

suasana hiruk pikuk penumpang lion via www.facebook.com

Advertisement

Entah apa yang terjadi, Lion Air mengalami keterlambatan yang cukup parah untuk beberapa nomor penerbangan sekaligus. Pesawat dengan tujuan kota-kota seperti Denpasar, Padang, Medan, Jogja dan Jambi tidak berangkat sesuai jadwal semestinya. Ratusan penumpang pun terdampar di ruang tunggu Bandara Internasional Soekarno Hatta, Cengkareng pada Minggu malam.

Salah satu ungkapan kekecewaan terhadap Lion Air dituliskan Davina Azalia Khan, salah satu penumpang Lion Air tujuan Jogja, di laman Facebooknya.

“Kami hanyalah sedikit dari sekian ratus penumpang di ruang tunggu A10 Terminal 1 yg menanti di tengah ketidakpastian kapan tiket besi terbang yang sudah kami beli dari jauh hari membawa kami ke tempat tujuan. Mungkin ada ratusan penumpang juga di ruang tunggu A1 sampai A12.

Bukan barang baru memang Singa Udara ini tidak memberangkatkan penumpangnya sesuai jadwal. Tapi hari ini nampaknya termasuk yg paling parah.

Tiba di bandara dan mengantri check-in saya mulai curiga krn tidak ada suara pengumuman sama sekali yg biasa terdengar di bandara.

Setelah check in, kami makan di warung padang & bertemu seorang Bapak bercerita dg sebal diikuti dua Bapak lain yg ikut menggerutu karena pesawat mereka ditunda sekian jam, kemudian dinaikkan pesawat, tak lama bukan berangkat malah diminta turun.

Saat masuk ke ruang tunggu suasana lebih gaduh lagi. Beberapa ibu yg hendak terbang ke Solo bercerita pesawat mereka seharusnya pukul 15.15 baru saja dipanggil siap boarding pukul 20.45. Dari cerita beliau penerbangan pukul 8 pagi baru terbang pukul 17. Bahkan sore tadi sempat ada demonstrasi dari para penumpang. Saat ini polisi akhirnya datang mengamankan pintu saat penumpang hendak boarding.”

Tak diketahui apa penyebab keterlambatan massal dari beberapa nomor penerbangan Lion Air ini. Pihak maskapai juga belum memberikan klarifikasinya

lion air via www.mro-network.com

Advertisement

Dilansir dari Viva, Humas Angkasa Pura menyatakan bahwa keterlambatan ini bisa jadi karena terjadinya rotasi pesawat. Dia juga menambahkan bahwa masalah keterlambatan ini juga dikarenakan adanya perpindahan slot, sebagian penerbangan dari Halim dipindah ke Bandara Soekarno-Hatta sampai 5 Oktober karena HUT TNI. Tapi entah kenapa bisa delay secara berjamaah seperti ini, belum ada penjelasan dari maskapai terkait.

Penumpang yang lelah menunggu semakin khawatir akan nasib mereka karena tidak ada informasi yang jelas kapan mereka akan diberangkatkan. Penumpang yang sudah kelaparan dan kehausan pun tak mendapat kompensasi minimal minum atau snack sampai berjam-jam kemudian. Hal inilah yang menyebabkan beberapa orang marah dan kesal karena telah ditelantarkan sedemikian rupa.

Sampai jelang tengah malam pun belum ada kejelasan tentang nasib mereka. Kapan diberangkatkan atau seperti apa kompensasi yang berhak mereka dapatkan. Penumpang yang nggak sabar pun ‘ngamuk’ di bandara

penumpang di bandara lain mengalami hal yang sama via www.facebook.com

“Yang menjadi sorotan tidak ada pengumuman sama sekali & tidak ada kejelasan kenapa semua penerbangan tertunda sedemikian parah. Parahnya tidak ada kompensasi yg layak sesuai undang-undang. Kenapa maskapai ini masih seperti ini?” terang Davina yang baru saja pulang ke Indonesia setelah menyelesaikan studinya di Inggris.

Sampai malam pun tidak jelas apa penyebab keterlambatan parah ini. Hal ini ditambah tidak ada informasi apapun untuk menjelaskan keadaan yang sebenarnya terjadi. Kesal dengan tidak jelasnya nasib mereka, beberapa orang pun terlihat marah dan ‘ngamuk’. Salah seorang di antaranya ada yang memukul kaca loket customer service sampai retak.

Parahnya lagi, masalah keterlambatan parah ini tentu akan berimbas ke bandara lain di mana jam operasionalnya terbatas. Penumpang yang naik di pesawat yang sama dengan jurusan sebaliknya pun akan mendapatkan masalah yang sama. Hal ini memang perlu tindakan tegas dari otoritas penerbangan khususnya Kementrian Perhubungan. Jangan sampai penumpang selalu dirugikan seperti ini. Dan tak cuma sekali, melainkan berkali-kali.

Hipwee Travel berharap ini jadi kasus terakhir dari episode keterlambatan Lion Air. Tapi sepertinya sulit untuk jadi kenyataan.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya