Surga pariwisata dunia, Maldives, sedang berada dalam situasi genting. Persoalan politik di negara tersebut telah membuat kondisi negara tersebut berada dalam status darurat. Beberapa negara bahkan sampai mengeluarkan Travel Advice agar warganya tidak berkunjung ke Maldives, terutama ibukota Male. Apa sih yang sebenarnya terjadi di negeri kepulauan itu? Kok beberapa negara sampai mengeluarkan Travel Advice?

Buat kamu yang pengen ke Maldives dalam waktu dekat sebaiknya simak ulasan Hipwee Travel berikut. Setelah itu kamu boleh putuskan tetap berangkat atau tidak.

Persoalan politik di Maldives mendekati titik nadir. Presiden Yameen menolak keputusan pengadilan untuk membebaskan pihak oposisi yang tertuduh melakukan tindak terorisme

maldives darurat via www.dailymail.co.uk

Advertisement

Dikutip dari Daily Mail, Senin yang lalu (5/2) Presiden Maldives Abdullah Yameen telah menangkap mantan presiden Maomun Abdul Goyyum dan mengirim tentara ke Mahkamah Agung untuk menangkap hakim MA. Hal ini berawal dari keputusan hakim Mahkamah Agung untuk membebaskan 9 tokoh oposisi yang dimasukkan ke penjara dengan tuduhan melakukan tindakan terorisme.

Pengadilan memerintahkan pembebasan para tokoh oposisi, enam di antaranya ditahan di penjara utama negeri itu, yang terletak di sebuah pulau tidak berpenghuni. Akan tetapi Presiden Yameen menolak keputusan pengadilan dan justru menangkap hakim Mahkamah Agung. Di Maldives, Yameen memenjarakan tokoh-tokoh oposisi yang berseberangan dengannya. Presiden terpilih tahun 2009 pun juga diasingkan ke Inggris.

Sederhananya begini, Yameen memenjarakan tokoh-tokoh oposisi dengan tuduhan terorisme. Lalu pengadilan membebaskan mereka dan Presiden menolak keputusan tersebut. Lalu hakimnya malah dijebloskan ke penjara.

Pemerintah Maldives menjamin keselamatan para turis yang sedang berlibur ke sana. Mereka berujar kalau politik tidak akan mengganggu stabilitas pariwisata di sana

demonstrasi di Male via www.ndtv.com

Advertisement

Kekacauan situasi politik di Maldives ini membuat beberapa negara mengeluarkan Travel Advice buat para warganya untuk berhati-hati jika sedang berada di Maldives. Amerika, China, Inggris terpantau sudah memberikan Travel Advice, terutama jika berada di ibukota Male yang rawan terjadi konflik dan demonstrasi. Turis dari China pun dihimbau untuk tidak datang ke Maldives di libur Imlek pekan depan.

Juru bicara pemerintah, Ibrahim Hussein Shihab menyampaikan bahwa tidak diberlakukan jam malam bagi turis dan keamanan mereka terjamin di negara tersebut. Namun, tindakan Presiden Yameen yang melawan hukum tentu saja membuat wisatawan was was. Padahal pariwisata telah menyumbang pemasukan yang sangat besar bagi Maldives. Tahun lalu saja, total 1,4 juta pelancong datang ke Maldives.

“Semua bisnis terkait pariwisata akan beroperasi seperti biasa dan situasi di Maldives tetap stabil. Status darurat tidak memberikan larangan traveling ke Maldives maupun di dalam Maldives,” begitu bunyi rilis dari Kementerian Luar Negeri Maldives.

Jadi baiknya bagaimana nih? Tetap berangkat ke Maldives atau tidak?

berangkat nggak nih? via www.twitter.com

Jika kebetulan kamu sudah merancang traveling kamu ke Maldives dalam beberapa hari mendatang, sebaiknya kamu pikirkan ulang. Sebenarnya bandara internasional Velana tidak berada di kota Male melainkan di sebuah pulau buatan. Meskipun begitu, keamanan dalam negeri tersebut sedang dalam kondisi gawat. Demonstrasi dan bentrokan bisa saja terjadi di Male maupun pulau-pulau di Maldives. Nggak mau ‘kan keselamatan kamu terancam padahal niatnya liburan. Kamu bisa juga mengamati perkembangan situasi terkini di Male. Jika trennya membaik, kamu bisa berangkat ke sana.

Semoga kondisi politik Maldives segera kondusif.

Advertisement