Hipwee Travel akan memberikan liputan khusus destinasi wisata populer di Indonesia. Kami menamainya Reportase Jelajah Wisata. Tiap bulannya kami akan mengupas satu destinasi yang sering jadi impian para traveler. Tak cuma destinasinya saja, kami juga akan membahas sudut pandang dan cerita-cerita lain seputar destinasi tersebut yang tak pernah ternarasikan sebelumnya.

Untuk destinasi bulan ini pilihan kami jatuh ke Sumba, tempat wisata hits yang sering disebut surga yang tertinggal di dunia. Ada 5 tulisan di Reportase Jelajah Wisata Sumba yang akan terbit setiap hari. Simak tulisan keempat yang membahas panduan backpacker ke Sumba. Yuk simak!

Sumba tengah jadi destinasi primadona yang lagi banyak dikunjungi wisatawan. Semenjak 2-3 tahun belakangan, travel influencer maupun selebgram berbondong-bondong ke sana. Maka tak heran pamor Sumba kian melejit di linimasa. Open trip pun beterbaran untuk memfasilitasi minat traveler yang ingin berlibur ke Sumba.

Advertisement

Open trip jadi pilihan yang ideal mengingat medan Sumba yang belum terlalu ramah untuk pariwisata. Apalagi antar lokasi 1 dengan yang lain begitu jauh dan butuh effort lebih untuk mendatangi semuanya. Dengan open trip, setidaknya kamu tinggal duduk tenang dan menyiapkan kamera untuk foto-foto nantinya. Harga open trip juga lumayan terjangkau kok, sekitar 2-3 jutaan.

Tapi kalau kamu nggak terbiasa jalan bareng orang lain dan pengen sedikit mengirit, ya Hipwee bisa apa? Oh tetep bisa, kami bakal kasih panduan backpacker ke Sumba selama 4 hari 3 malam. Yuk simak dan cobain kalau berani sih. Hehehe.

Hari pertama, start dari Tambolaka. Cari penginapan dan cari kendaraan buat trip besoknya.

danau weekuri via www.hipwee.com

Dari bandara Tambolaka kamu harus segera check in penginapan dan cari kendaraan buat besok. Kalau mau cari motor memang agak sulit. Tapi kalau mau naik mobil agak mahal. Tergantung budget kamu sih. Untuk keliling ke Sumba Barat Daya, Hipwee sih saranin sewa mobil aja. Lebih aman sih kalau naik mobil. Di kawasan selatan masih agak rawan kejahatan terutama saat malam hari. Naik motor bisa aja sih, cuma apa nggak pegel menempuh jarak 30km antar satu tempat dengan tempat lainnya?

Advertisement

Hotel : 250.000

Makan 2 kali : 50.000

Hari kedua, keliling Sumba Barat Daya mulai dari Danau Weekuri, Kampung Adat Ratenggaro, Mbawana Beach dan Tanjung Mareha

Nah, di hari kedua ini baru dimulai perjalanan di Sumba. Kenapa nggak mulai di hari pertama? Sisa waktu untuk ngetrip cuma ada 2-3 jam di sore hari. Sewa mobil nanggung banget ‘kan? Waktu yang mepet bakal bikin kemalaman juga. Untuk itu lebih baik dipuas-puasin di hari kedua ini.

Tadi kita sepakati dulu ya, sewa mobil harganya 750 ribu per hari. Ada yang lebih murah ada banyak yang lebih mahal. Itu semua tergantung nego aja sih. Tapi kita bikin yang standar aja ya. Kalau motor sih lebih murah, 100 atau 150 ribu udah dilepas. Tapi kalau ditambah bensin sekitar 50 ribu ya lumayan juga. Belum nanti kalau terjadi apa-apa kaya ban bocor atau motor mogok di tempat antah berantah? Percaya deh, di Sumba itu orangnya dikit banget. Lebih banyak ilalang dan kuda-kuda berkeliaran.

Tujuan wisata di Sumba Barat Daya yang pertama adalah Danau Weekuri. Buat kamu yang pengen menikmati kesegaran danau air asin dengan pemandangan spektakuler wajib ke sini. Baca panduan lengkap untuk menuju ke danau tersebut di artikel ini. Setelah itu kamu bisa berkunjung ke Kampung Adat Ratenggaro lalu ke Pantai Mbawana dan Tanjung Mareha.

Mobil sehari : 750.000

Makan 2 kali : 50.000

Tips supir : 50.000

Masuk tiket wisata (all in) : sekitar 100.000

Hotel : 250.000

Hari ketiga, check out hotel lalu menuju ke Sumba Timur. Ada angkutan berbentuk mobil avanza yang setiap pagi menuju ke Waingapu. Jangan sekali-kali naik angkutan umum, karena perjalanannya bisa sampai seharian

walakiri beach via sola.ai

Tidak mudah mencari transport antar kota di Sumba. Itulah sebabnya sewa mobil sangat penting meskipun jatuhnya agak mahal. Ada dua pilihan sih buat kamu yang backpackeran. Mau naik angkutan ke Waingapu lalu menginap di sana. Atau bisa sewa mobil dari Tambolaka dan balik lagi malam harinya. Untuk yang opsi kedua ini lebih capek dan lebih mahal, karena sewa mobilnya rata-rata 1,3 juta.

Kalau kamu mau naik angkutan umum, ada kok, tapi pagi berangkat ke Waingapu. Sampainya sih sore kali ya. Jadi buang-buang waktu di jalan. Lebih baik kamu naik mobil Avanza gitu (angkutan juga sih) tapi nggak berhenti terus. Paling jam 1 siang sudah sampai. Kamu masih bisa keliling-keliling di hari itu.

Angkutan umum (avanza) Tambolaka-Waingapu : 150.000

Hotel : 250.000

Makan 2 kali : 50.000

Sewa motor 2 hari dan bensin : 250.000

Masuk tempat wisata : 50.000

Sewa sepeda motor aja di Waingapu. Lanjut deh keliling sendirian ke Puru Kambera, Pantai Walakiri lalu ke bukit Wairinding

bukit wairinding via www.instagram.com

Sesampainya di Waingapu, segeralah check in hotel lalu sewa sepeda motor. Naik motor lebih murah dan efisien mengingat Waingapu kota yang nggak kecil-kecil amat lah, jadi mending motoran aja. Apalagi jarak lokasi satu dengan yang lain nggak jauh-jauh amat. Kamu bisa mulai ke savana Puru Kambera untuk merasakan suasana khas Afrika. Setelah puas dari sana, segeralah mampir ke Pantai Walakiri di mana ada dancing trees yang eksotis. Jelang sunset, nikmatilah bukit Wairinding yang pesonanya bikin merinding itu.

Hari terakhir, mampir ke Bukit Tenau hunting sunrise. Lalu siangnya ke bandara deh, pulang…

bukit tenau via www.instagram.com

Pagi harinya kamu bisa datang ke bukit Tenau yang lokasinya nggak terlalu jauh dari Waingapu. Naik motor aja kaya kemarin. Setelah puas hunting sunrise di Bukit Tenau, kamu harus segera balik ke hotel dan siap-siap pulang. Kalau bisa sih hotelnya ada fasilitas antar jemput bandara ya, jadi kamu nggak perlu keluar uang lagi deh buat ke bandara.

Oh iya, penerbangan dari Jakarta ke Tambolaka dan Waingapu-Jakarta biasanya 3-3,5 juta PP. Ada beberapa maskapai seperti Garuda Indonesia, Batik, Wings dan juga NAM Air. Jadi ya cukup mahal sih tiket pesawatnya. Nabung dulu ya.

Total biaya trip backpacker ke Sumba yang sudah kita irit-irit kurang lebih Rp2.100.000,- ini dengan asumsi kamu berangjat sendiri ya. Kalau kamu datang berdua bisa share harga mobil dan kamar, jadi kurang lebih 1,5 juta aja. Tapi ya itu tadi, ribet dan rempong banget kalau kamu urus semuanya sendiri di sana. Beda dikit juga kok dengan harga trip yang selama ini ditawarkan Travel Organizer ke Sumba. Selisihnya cuma 500 ribuan kok, tapi sudah nyaman, ke mana-mana naik mobil dan ada guidenya juga.

Semua dikembalikan ke kamu sih ya, mau yang enak tapi sedikit mahal atau rempong tapi sedikit lebih murah. Hipwee Travel sudah kasih gambaran detail dan juga harga-harganya, jadi semua dikembalikan ke kamu. Mau ke Sumba pake trip atau backpacker nggak masalah, yang penting sih datang ke sana. Hehehe. Semoga panduan ini cukup membantu kamu ya.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya