Tahu nggak sih jumlah pulau yang ada di Indonesia itu 17.504 buah pulau. Banyak banget ya. Saking banyaknya pulau – pulau yang ada di Indonesia, kurang lebih separuh dari seluruh pulau di Indonesia tidak dihuni manusia. Sudah berapa pulau di Indonesia yang sudah kamu singgahi? Ada lebih dari 10 nggak? Hehehe.

Di TN Komodo ada banyak pulau-pulau kecil yang cantik. Beberapa pulau cantik yang tidak masuk dalam zona perlindungan dimanfaatkan untuk wisata bahari. Selain untuk kunjungan harian, kamu bisa juga lho merasakan tinggal di pulau. Kali ini aku mau cerita pengalamanku tinggal di Pulau Seraya yang nyaris tak berpenghuni. Tapi pulaunya eksotis abis deh!

Banyak pulau cantik di Indonesia yang punya pantai putih dan koral cantik yang seru untuk snorkeling. Cobain nginep di salah satunya

Perjalanan menuju pulau naik kapal via www.dinilint.com

Advertisement

Salah satu pulau tak berpenghuni ada di Pulau Seraya yang ada di Taman Nasional Komodo. Pulau Seraya ini letaknya nggak jauh dari Labuan Bajo. Untuk pergi ke sana cukup butuh waktu sekitar 30 menit naik kapal motor dari Labuan Bajo. Lumayan gampang kok akses ke sana.

Meskipun pulau kecil, tapi untuk menginap mesti pesan via email. Keren banget ‘kan?

santai di pantai via www.dinilint.com

Jangan bayangin aku bawa-bawa tenda dan bawa persiapan masak-memasak ya. Pulau Seraya ini sudah dikelola menjadi penginapan. Di sepanjang pantai ada semacam pondok bambu berjumlah nggak lebih dari 40 pondok. Aku harus kirim email untuk book salah satu pondok di Pulau Seraya. Urusan pembayaran akan dilakukan saat aku sudah sampai di pulau. Biaya menginap satu malam sekitar Rp300.000 per pondok, sudah termasuk antar jemput pakai kapal ya. Nggak mungkin kan aku berenang ke pulau.

Kami bertemu di satu penginapan dekat dengan pelabuhan. Dari situ kami jalan kaki bareng-bareng ke pelabuhan. Kami naik kapal kecil bermotor untuk menuju pulau. Butuh waktu sekitar 30 menit untuk menuju ke sana. Sepanjang perjalanan pemandangan cantik pun menyambut kami. Dari kejauhan pulau kecil yang cantik dengan pantai putih dan koral warna-warni sudah Nampak. Pertama lihat langsung pengen nyebur ke laut.

Tinggal di Pulau Seraya wajib snorkeling karena koralnya bagus banget. Bisa pesan alat snorkel di pulau

Ketemu bintang laut di depan kamar via www.dinilint.com

Advertisement

Setelah beres urusan per-booking-an (serah terima kunci, pesan menu untuk makan siang, taruh barang di kamar), aku pun langsung nyebur ke laut. Aku bisa pinjam alat snorkel di pulau. Tapi sayangnya di pulau tidak ada sewa life jacket, jadi mau nggak mau harus bisa berenang, atau mainnya jangan kejauhan. Sebenernya nggak perlu jauh-jauh juga si, karena koralnya sangat dekat dengan pulau dan lumayan dangkal.

Nggak ada yang jual makan di pulau, tapi ada yang masakin dong

Makan malam anak pulau via www.dinilint.com

Hari-hari kami dipenuhi dengan berenang di laut, snorkeling, leyeh-leyeh di pantai, dan makan. Kebanyakan menu yang tersedia di pulau adalah menu western. Ya karena kebanyakan yang tinggal di situ orang bule. Hiks,, 2 hari nginep di pulau aku kangen nasi dong.

Air bersih terbatas, listrik terbatas. Mandinya sehari sekali aja ya

Air laut banyak, air tawar langka. Nasib anak pulau via www.dinilint.com

Sesungguhnya air bersih cuma ada ketika sore, saat genset menyala. Jadi sepanjang hari nggak ada listrik di Seraya. Kalo habis main air laut, ya udah pasrah aja. Nanti pas sore dan genset udah nyala baru deh mandi pake air tawar. Untuk urusan kamar mandi pun kami harus ngirit air tawar. Kalo urusan guyur pup, kami harus ngambil dari laut, biar air tawarnya awet. Listrik cuma nyala dari jam 5 sore sampe jam 9 malam. Di atas jam 9 tidur aja gelap-gelapan. Kalo beruntung bisa lihat bintang lho.

Saat malam, gensetnya mati. Malam di pulau bener-bener gelap. Sebenernya nggak gelap banget, karena bintangnya ada banyak banget. Pemandangan yang langka banget kalo di kota yang penuh dengan polusi. Aku tidur di kasur yang empuk, nyaman banget. Perasaan nyamuk juga nggak ada. Beneran nggak ada nyamuk atau karena udah kecapekan jadi nggak berasa ya?

Kalo takut berenang lihat koral pagi-pagi dari depan kamar. Santai aja say kaya di pantai~

dermaga di Pulau Seraya via www.dinilint.com

Pagi hari di pulau ini seru banget. Langit pelang-pelan berubah warna dari gelap, jadi merah, berubah lagi jadi oranye, terus kuning, dan lama-kelamaan jadi langit biru yang cerah. Kalo pagi kan air pasang, jadi aku nggak perlu nyebur untuk lihat koral, koralnya nongol sendiri di atas permukaan laut. Aku bias lihat dengan jelas dari depan kamar. Tapi ada pengalaman buruk nih saat air mulai naik. Aku nggak tahan buat nggak nyebur ke air. Eh pas nyebur diserang deh sama ubur-ubur kecil. Sengatannya berasa sampe siang. Hiks.

Naik ke bukit untuk lihat pemandangan dari puncak. Ternyata di sisi lain ada kampung penduduk lokal.

Kampung penduduk di sisi pulau yang lain via www.dinilint.com

Hal wajib selain snorkeling dan goler-goler di pantai adalah naik ke bukit. Tipikal pulau-pulau di TN Komodo punya bukit yang indah banget. Sama halnya dengan di Pulau Seraya. Bukit ini punya tone warna hijau dan kuning yang dilatari langit biru yang cerah. Karena terlalu senang saat main-main ke bukit, aku jalan sampe di ujung pulau yang lain. Ternyata di sisi sebelah ada kampung nelayan. Kebetulan pas nemu kampung nelayan, pas kelaperan. Harapanku sih ada warung yang jualan jajanan. Eh malah yang ada diminta jajan sama anak-anak dari kampung. Sayang, aku cuma bawa air putih untuk eksplor pulau. Lain kali ya dek.

Bayangin deh leyeh-leyeh di pantai berpasir putih sepanjang hari, duduk-duduk di bawah pohon kelapa, snorkeling sesuka hati, dan naik ke bukit cantik di belakang kamar. Itu yang aku lakukan selama tinggal di Pulau Seraya. Kamu tertarik nggak nih?

Untuk aku pribadi tinggal di pulau 2 malam sudah cukup. Nah, kalo bule-bule itu bisa tinggal sampe seminggu bahkan sebulan. Pengalaman begini harus dicoba minimal sekali seumur hidup deh. Berani?

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya