Gerbong MRT Jakarta Malah Dipakai Fashion Show Saat Jam Sibuk. Para Penumpang pun Protes!

Protes fashion show di MRT

Sejak beroperasi pada Maret 2019, MRT jadi transportasi favorit warga Jakarta. Kereta ini bisa menjangkau berbagai wilayah dengan cepat. Gerbong keretanya pun nyaman dan bersih. Harga tiketnya juga cukup terjangkau, mulai dari tiga ribu hingga belasan ribu rupiah. Nggak heran kalau banyak orang yang menjadikannya alat transportasi sehari-hari.

Advertisement

Seiring dengan semakin populernya MRT, semakin banyak pula orang yang ingin memanfaatkannya untuk berbagai kegiatan. Salah satunya adalah fashion show yang digelar di gerbong MRT. Namun bukannya mendapat pujian, program ini justru menuai protes dari para penumpang.

Baru-baru ini, gerbong MRT digunakan untuk fashion show saat jam pulang kantor. Lantas ada penumpang yang protes keras karena merasa dirugikan

Melalui Twitter, akun @inizali membagikan video fashion show tersebut pada Jumat (31/1). Tampak beberapa model mondar-mandir di gerbong MRT dengan elegan. Mereka mengenakan berbagai busana yang modis dan memamerkannya di depan para penumpang. Dilansir dari Kompas, ternyata acara itu adalah kerja sama MRT Jakarta dengan Hard Rock FM yang bertajuk ‚ÄúHard Rock FM Fashion Show Rock 2020‚ÄĚ. Pagelaran dilakukan di gerbong tiga dan empat sebagai catwalk, sepanjang rute MRT Stasiun Bundaran HI ‚Äď Stasiun Cipete.

Advertisement

Sayangnya, fashion show ini dimulai pada pukul 18.00 WIB, bersamaan dengan jam pulang kerja. Padahal banyak orang yang ingin cepat-cepat pulang ke tempat tinggalnya untuk beristirahat. Namun mereka justru terganggu oleh acara tersebut. Ada penumpang MRT yang sudah hampir masuk ke gerbong, tetapi disuruh pindah karena harus menyediakan tempat untuk catwalk. Akhirnya penumpang itu pun tertinggal kereta. Hasilnya, para penumpang pun protes karena transportasi umum jadi ajang fashion show saat jam sibuk.

Setelah kabar ini jadi viral, banyak warganet yang turut memberikan komentar. Mereka berpendapat kalau seharusnya MRT memprioritaskan kenyamanan penumpang

Berbagai tanggapan warganet via twitter.com

Sejumlah warganet melayangkan protes pada pihak MRT terkait masalah ini. Mereka berpendapat, seharusnya acara fashion show nggak dilakukan di gerbong kereta saat jam pulang kantor, sebab bisa mengganggu para penumpang. Apalagi ada penumpang yang sudah lelah bekerja sejak pagi dan hanya ingin cepat sampai ke rumah.

Di sisi lain, ada juga warganet yang memuji kreativitas fashion show ini. Namun dia menyarankan agar kegiatan tersebut dilakukan di gerbong kereta yang sudah nggak terpakai agar nggak menganggu penumpang. Ada juga warganet yang menyarankan untuk mengadakan fashion show di gerbong saat akhir pekan saja.

Advertisement

Menanggapi protes tersebut, akhirnya pihak MRT dan penyelenggara acara meminta maaf pada orang-orang. Mereka juga menjelaskan kalau fashion show ini bertujuan baik

Permohonan maaf dari MRT dan Hard Rock FM via twitter.com

Pada hari yang sama dengan viralnya fashion show itu, pihak MRT meminta maaf pada orang-orang atas ketidaknyamanan yang telah ditimbulkan. Mereka juga berterima kasih pada warganet yang telah memberikan masukan. Hard Rock FM selaku penyelenggara fashion show juga turut meminta maaf pada segala pihak yang merasa terganggu.

Dilansir dari Tempo, Muhammad Kamaluddin selaku Corporate Secretary Division Head PT MRT Jakarta menyampaikan kalau sebetulnya fashion show ini bertujuan baik. Mereka ingin memberi ruang kreatif pada industri mode dan busana Indonesia. Bahkan pihak penyelenggara juga telah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jakarta. Namun Kamaluddin mengakui kalau ada kesalahan teknis dalam acara ini sehingga terjadi hal yang nggak diharapkan.

Semoga dengan adanya berbagai kritik, pihak MRT bisa memperbaiki kualitas pelayanannya ya. Memang bagus kalau mereka bisa mengadakan kegiatan kreatif seperti ini. Namun jangan lupa, tujuan utama MRT adalah memberi pelayanan transportasi yang baik dan nyaman bagi para penumpang.

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Tinggal di hutan dan suka makan bambu

Editor

Traveler Baper, Penghulu Kaum Jomblo

CLOSE