Rekaman video dari Love Productions ini melansir suku paling terisolir di dunia. Suku ini bernama suku Sentinelese yang tinggal di pulau terpencil Samudra Hindia, North Sentinel Island. Suku ini dianggap masih terisolasi, mungkin satu-satunya yang tersisa di dunia. Tempat tinggalnya yang berada di tengah samudra menghalangi peradaban untuk masuk ke dalamnya.

Media kenamaan Daily Mail mengangkat video tersebut untuk membahas suku Sentinelese yang penuh misteri. Dari mana asal usul mereka hingga bagaimana mereka tetap terisolir selama ribuan tahun. Informasi yang tentu sangat menarik untukmu. Oleh karenanya, yuk simak sama-sama suku Sentinelese ini…

Suku Sentinelese ini dianggap merupakan keturunan langsung dari generasi manusia pertama yang hidup di Afrika…

peta sentinel island via www.dailymail.co.uk

Advertisement

Seperti yang dijelaskan dalam video, suku Sentinelese ini dianggap sebagai keturunan generasi pertama umat manusia yang berasal dari Afrika. Mereka diyakini telah tinggal di pulau North Sentinel Island selama 60.000 ribu tahun dalam sebuah migrasi besar-besaran umat manusia kala itu. Mereka telah hidup terisolir di tengah samudera, dengan pulau tropis nan hijau.

Seperti apa sih penampilan mereka? Begini penjelasan TN Pandit, peneliti yang pernah berusaha untuk datang ke sana!

suku sentinelese via www.dailymail.co.uk

North Sentinel Island terletak di perairan Laut Andaman dan masuk dalam teritorial negara India. Pemerintah India mengaku kesulitan untuk berkomunikasi dengan mereka. Sempat India mengirim peneliti yang juga antropolog bernama T.N. Pandit pada tahun 1967. Pandit membawakan hadiah dan juga makanan untuk mereka. Namun mereka tak butuh hadiah dan makanan tersebut. Bahkan, mereka menganggap pemberian tersebut sebagai hinaan bagi mereka. Ketika ada perahu datang ke sana, dari kejauhan mereka berkumpul di tepi pantai dan berteriak-teriak seakan mengusir agar tak datang.

Bentuk tubuh mereka tak jauh beda dengan orang ras Afrika. Kulit hitam, rambut cepak ikal, dengan bersenjatakan tombak dan panah. Mereka puluhan ribu tahun tinggal di satu pulau ini.

Mereka cenderung agresif terhadap semua orang yang mencoba datang ke sana. Terakhir, tahun 2006 lalu, 2 nelayan dibunuh oleh mereka karena mendekati daratan…

suku sentinelese di pinggir pantai via www.dailymail.co.uk

Advertisement

Saking lamanya hidup mandiri di pulau terpencil tengah Samudra Hindia, mereka sangat terancam dengan kedatangan manusia lain. Tahun 2004 terjadi bencana tsunami di Samudra Hindia. Suatu hari ada lembaga internasional datang ke pulau ini dengan helikopter. Namun, helikopter ini justru dilempari dengan bebatuan. Bahkan parahnya, tahun 2006 ada dua orang nelayan ilegal yang dibunuh oleh suku Sentilenese karena berada terlalu dekat dengan daratan mereka. Senjata utama mereka, selain batu, adalah tombak dan panah api. Serem juga ‘kan?

Namun sebenernya mereka melakukan itu untuk perlindungan diri mengingat mereka tak pernah berinteraksi dengan siapapun di pulau itu.

Organisasi Survivor Internasional mengatakan bahwa penting untuk melindungi hak-hak suku Sentinelese ini karena faktor kesehatan. Mereka akan rentan sekali terkena penyakit jika keluar dari tempat itu…

pulau yang terisolasi via www.dailymail.co.uk

Karena diakibatkan oleh isolasi suku yang begitu sempurna, maka mereka disebut masyarakat paling rentan di planet bumi. Hal ini cukup beralasan karena mereka tak pernah terpapar penyakit yang dialami manusia kebanyakan, semacam flu maupun batuk. Nah, jika mereka mendapatkan penyakit secara tiba-tiba dari luar, maka suku tersebut bisa langsung punah. Untuk itu mereka harus dilindungi baik dari penyakit maupun gangguan dari luar.

Buat yang penasaran dengan videonya, simak dulu deh

Suku Sentinelese memang masih terjaga dari pengaruh budaya luar. Mereka hidup secara mandiri dan tak tergantung oleh pihak lain. Jadi, alangkah lebih baik kalau dunia internasional ikut menjaga dan tidak menakut-nakuti mereka. Karena mereka adalah manusia keturunan generasi pertama yang tersisa.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya