Pernah mendengar kisah sebuah kawasan yang disebut segitiga Bermuda? Hipwee Travel yakin sebagian besar dari kamu, sedikit-banyak, tahu soal kawasan angker di benua Amerika tersebut. Perairan antara Bermuda dan Kuba di Amerika Tengah ini memang termasyur keangkerannya. Sejak tahun 1840, tercatat puluhan pesawat dan kapal laut hilang secara misterius. Serem kan?

Namun, siapa sangka Indonesia juga memiliki kawasan angker yang dinilai mirip dengan Segitiga Bermuda. Banyak orang mengenalnya dengan kawasan Segitiga Masalembo, sebuah garis khayal yang menghubungkan Pulau Bawean, Kota Majene, dan Kepulauan Tengah yang berada di Laut Jawa dan termasuk wilayah perairan Masalembo.

Beberapa kecelakaan transportasi laut dan udara pernah terjadi di kawasan tersebut. Akan tetapi, kira-kira apa aja ya yang bisa menjelaskan soal Segitiga Masalembo? Yuk langsung simak aja!

 

Belasan moda transportasi pernah mengalami kecelakaan di kawasan Segitiga Masalembo

Kecelakaan Adam Air adalah kecelakaan yang paling bisa diingat via mobiter.net

Advertisement

Keangkeran Segitiga Masalembo mulai terjadi pada awal tahun 1981. Sebuah kecelakaan laut mengejutkan seantero negeri. Awan kelam menyelimuti dunia kemaritiman Indonesia. Tepatnya 27 Januari, KMP Tampomas II tenggelam secara mengenaskan setelah sebelumnya terbakar di sebuah kawasan perairan tersebut. Ratusan nyawa hilang pada tragedi tersebut.

Beberapa seniman bahkan mengabadikan kisah kelam tersebut dalam karya. Salah satunya Iwan Fals dengan lagunya yang berjudul Celoteh Camar Tolol.

Memasuki millennium baru, kawasan angker Segitiga Masalembo makin ditakuti keeksisannya. Pada 29 Desember 2006, kapal Senopati Nusantara tenggelam. Tak lama kemudian, kala orang-orang masih dalam euforia tahun baru 2007, sebuah pesawat Adam Air hilang di perairan tersebut. Bahkan, kalau kamu masih ingat, ada semacam sayembara yang digelar pemerintah untuk menemukan puing-puing pesawat. Duh, horor banget sih.

Sejak pertengahan 2007, kecelakaan kapal laut mendominasi catatan kelam sejarah transportasi Indonesia

Kecelakaan laut terus terjadi via nasional.republika.co.id

Tak sampai di sana, rentetan tenggelamnya kapal terus terjadi. KM Mutiara Indah pada 19 Juli 2007, KM Fajar Mas pada 27 Juli 2007, KM Sumber Awal pada 16 Agustus 2007, KM Teratai Prima pada 11 Januari 2009, KM Meratus Banjar II pada 2 September 2015, hingga KM Lintas Belawan pada 17/2/2016, semuanya mengalami kecelakaan, kemudian karam di perairan tersebut.

 

Segitiga Masalembo tak lepas dari mitos-mitos. Mulai dari kerajaan makhluk halus, hingga penampakan binatang raksasa bertebaran di masyarakat

ilustrasi via i52.tinypic.com

Perbincangan soal mitos memang selalu menarik untuk diperbincangkan. Terutama mitos yang ada kaitannya dengan Segitiga Masalembo.

Cukup banyak mitos yang pernah mewarnai kisah kawasan perairan angker tersebut. Salah satunya mengenai kerajaannya makhluk halus. Dikutip dari Tribun Kaltim, agar diberi keselamatan dan dihindarkan dari kecelakaan, setiap transportasi yang akan numpang lewat kawasan tersebut kudu memberi salam dan sesajen.

Beberapa orang, bahkan mengaku pernah melihat penampakan aneh mulai dari burung raksasa, ular laut raksasa hingga naga. Mitos lain yang berasal dari nelayan Masalembo menyebut jika ada gelombang bergaris putih, haram hukumnya untuk menerjang. Mitosnya, itu adalah lintasan sakral dari daerah Ratu Malaka, ibu dari Suku Laut.

Waduh, kalau kita yang belum pernah merasakannya sih bakal bilang, “Ada-ada aja.”

Berbagai spekulasi ilmiah pun pernah menjelaskan kenapa Segitiga Masalembo begitu angker untuk dilewati

Salah satu spekluasi ilmiah tentang arus laut via dongenggeologi.files.wordpress.com

Sama seperti kisah di Segitiga Bermuda. Spekulasi ilmiah tentang banyaknya kecelakan di Segitiga Masalembo bertebaran di mana-mana. Spekulasi ilmiah tampaknya diedarkan untuk menutupi mitos-mitos yang ada di masyarakat.

Mulai dari berbahayanya pertemuan dua arus laut di Segitiga Masalembo, kantung udara di tengah laut, hingga magnet bumi yang jadi penyebab pesawat dan kapal kehilangan arah, pernah jadi spekulasi ilmiah untuk menjelaskan Segitiga Masalembo.

Spekulasi mengenai magnet bumi memang sudah beredar di masyarakat, tapi belum sampai saat ini belum ada yang bisa, sedikit atau banyak, menjelaskan hipotesis tersebut. Berbeda dengan arus laut, banyak orang yakin hal tersebut jadi alasan yang cukup masuk akal. Buktinya, kecelakaan kapal laut terjadi lebih sering ketimbang kecelakaan pesawat. Kawasan Segitiga Masalembo dikenal memiliki arus sangat kencang.

Dari arah Laut Jawa, arus kencang memanjang ke dua arah, yaitu arah barat dan selatan Pulau Sulawesi.  Sedankan di sisi lain, jenis arus berbeda datang dari utara Pulau Sulawesi memanjang melewati Selat Makassar menuju selatan dan akhirnya melaju ke dua arah. Satu ke arah timur dan satunya ke arah selat Lombok.

Pada satu titik, tepatnya di perairan Masalembo, dua arus utama yang disebutkan tadi. Nah atas dasar teori arus laut tersebutlah banyak musibah terjadi pada waktu antara Desember-Januari atau Juli-Agustus. Pada bulan-bulan tersebut, arus laut sedang kencang-kencangnya dan cukup berbahaya untuk kelancaran transportasi.

Soal kantong udara, kawasan ini konon memiliki sebuah ruangan berisi udara yang mengalir dengan kecepatan tinggi, sehingga mampu menyedot materi yang melewati kawasan tersebut.  Jadi ketika ada pesawat terbang rendah, konon bisa terhisap menghantam laut atau terlempar melambung ke atas.

Bagaimana? Sudah cukup mengobati rasa penasaran soal Segitiga Masalembo? Saking tenarnya kawasan ini, sebuah televisi nasional bahkan pernah menjadikannya sebuah serial misteri.

Ya, walaupun jumlah kecelakaan di sana tak sebanyak Segitiga Bermuda, tapi deretan kecelakaan tersebut cukup membuat orang-orang percaya bahwa ada sebuah misteri yang terjadi di kawasan perairan Masalembo. Namun pada akhirnya, manusia hanya mampu menerka-nerka lewat hipotesisnya, dan Tuhan-lah yang tahu persisnya.

Suka artikel ini? Yuk follow Hipwee di mig.me!