Buat kamu yang sering jalan-jalan menikmati keindahan dan kekayaan Indonesia, kamu pasti pernah menemukan langit telanjang tanpa balutan awan. Warna gelap memang mendominasi, tapi gelap itulah yang membuat indah dengan kerlap-kerlip jutaan bintang. Sungguh memanjakan bagi siapa saja yang memandangnya.

Di samping perasaan menakjubkan tersebut, akan selalu ada perasaan ingin mengabadikan momen. Tujuannya macam-macam, entah untuk merekomendasikan destinasi, atau untuk sekedar pamer pada orang lain, atau untuk bahan cerita bagi anak-anakmu kelak.

Kali ini Hipwee Travel akan berbagi ilmu bermanfaat nih buat siapa saja yang ingin chasing the stars bermodalkan kamera DSLR dengan lensa bawaan dan tripod. Sesimpel itu ‘kan? Kamu tinggal memerhatikan hal-hal di bawah ini aja kok. Nggak susah~

 

Pastikan langit malam cerah di tempatmu berdiri cerah. Tanpa ada satu pun awan atau polusi cahaya yang menghalangi

Bersihhh via hipwee.com

Advertisement

Buat kamu yang mikir motret langit penuh bintang kudu dilakukan di atas gunung atau dataran tinggi lainnya, Hipwee minta maaf, kamu keliru soal itu. Memotret bintang nggak perlu dilakukan dari tempat tinggi. Kamu bisa melakukannya di pantai, atau tempat-tempat terbuka lainnya yang jauh dari hingar bingar perkotaan.

Dan yang nggak kalah penting, supaya jutaan bintang bisa tampak jelas di kamera, adalah langit yang cerah. Kamu nggak bisa motret langit yang bagus kalau cuaca saat itu lagi jelek. Hindari juga polusi cahaya, itu bisa bikin hasil motretmu ‘kebocoran’ cahaya.

Kalau mau mendapatkan potret milky way, coba cari tahu ciri-ciri biar gampang membidik keberadaannya

Sumpah ini bukan editan 🙁 via hipwee.com

Terlepas dari polemik bumi datar, jika kamu ingin memotret milky way atau potret kecil dari keseluruhan galaksi, kamu harus tahu dulu bagaimana bentuk. Milky way sendiri bisa dengan mudah kamu temukan, yaitu kumpulan bintang yang membentuk jalur sinar di langit dan bahkan mirip dengan penampakan asap.

Kalau lagi nggak beruntung, kamu bisa kena nimbrung bulan. Pemandangan milky way bisa terganggu dengan keberadaan bulan. Makanya kalau bisa, ‘tangkaplah’ pemandangan tersebut di kala malam masih belum terlalu siang dan terlalu pagi. Belum banyak noise cahaya. Selain itu, kesempatan memotret akan lebih panjang.

Atur tripodmu dan ubah fokus pada lensamu ke posisi infinity atau tak terhingga

milky ways di rinjani via www.instagram.com

Setelah memastikan dua hal di atas, termasuk keberadaan milky way, saatnya kamu keluarkan ‘senjatamu’. Pasang kamera pada tripod di posisi strategis, yang kira-kira mulus untuk memotret jutaan bintang. Pergunakan setting kamera dengan manual. Habis itu, mulailah mengatur lensa ke fokus yang tak terhingga.

Ini yang paling krusial. Ubah pengaturan pada kamera, mulai dari diafragma, ISO, sampai coba shutter speed yang paling lambat

Ya beginilah kira-kira via hipwee.com

Buat kamu yang pakai kamera dengan lensa bawaan, jangan kuatir dulu. Hasil potretanmu nggak bakal kalah kok sama yang pro. Hanya saja, kamu sangat harus mengerti pengaturan yang ada di kameramu. Untuk bisa menangkap pemandangan langit penuh bintang pada malam hari, kamu kudu mengatur diafragma yang bukaannya paling besar. Makin kecil angka di pengaturan, makin besar bukaannya.

Kalau kamu pakai kamera Canon, atur saja di angka 4,5. Lalu jangan lupa atur ISO ke angka 3200 dan shutter speed menjadi 30 detik. Pengaturan kecepatan jepretan tersebut paling ideal untuk ‘menangkap’ bintang. Dengan shutter speed selama itu, kamu masih bisa melihat bintang tetap sebagai titik, bukan. Sebab pergerakan bintang nggak terlalu cepat kok. Kamu juga bisa menggunakan shutter speed lebih cepat sedikit, tapi hasilnya nanti bisa jadi lebih gelap.

 

Supaya hasilnya lebih halus, buat kamu yang nggak idealis, suntinglah sedikit hasil jepretanmu

edit dikit via gmthiar.wordpress.com

Proses penyuntingan foto memang kerap jadi perdebatan. Di luar sana banyak yang menentang proses ini. Namun buat kamu yang pemula, nggak ada salahnya juga kok. Asal masih wajar aja. Kita perlu menyunting foto di aplikasi, seperti photoshop atau lightroom, supaya bisa membuatnya lebih halus. Biar lebih cakeplah intinya mah. Kalau di dunia nyatanya mah, cewek perlu make-up biar bisa lebih cakep. Meskipun ada cewek yang tetap cantik meski tak dandan. :p

Nah itulah informasi yang bisa Hipwee kasih buat siapa saja yang pengen motret milky way. Nggak susah-susah amat ‘kan? Udah siap buat memamerkan hasil sama temen-temenmu? Hehehe.

Suka artikel ini? Yuk follow Hipwee di mig.me!