Mendaki gunung memang kegiatan yang mengundang risiko. Makanya, peralatan yang kita gunakan saat melibas jalur pendakian pun gak bisa sembarangan. Setidaknya kita perlu keril, tenda, sleeping bag, serta sepatu trekking.

Tentu saja, harga peralatan tadi gak bisa dibilang murah. Tapi, demi keselamatan pendakian, kita perlu menyisihkan uang untuk berinvestasi pada outdoor gear tersebut. Nah, karena mereka sudah menunjang kelangsungan pendakian yang kita lakukan, kita tentu wajib berterima kasih pada mereka dengan merawatnya baik-baik kayak pacar sendiri. Hehehe.

Advertisement

Biar peralatanmu yang lumayan mahal itu gak rusak di tengah jalan, pastikan kamu merawatnya baik-baik dengan melakukan tips-tips berikut ini.

1. Keril membawa beban paling besar selama pendakian. Makanya, pastikan kamu merawatnya dengan benar sepulang mendaki

Keril memikul beban paling berat, makanya harus dirawat.

Keril memikul beban paling berat, makanya harus dirawat. via angankhayalan.blogspot.com

Sepanjang pendakian, peran keril sangat penting untuk membantu kita mengangkut perlengkapan serta logistik yang kita perlukan. Coba bayangkan kalau keril kita tiba-tiba sobek di tengah jalan, bisa-bisa kamu batal mendaki, deh. Makanya, perawatannya pun gak boleh asal-asalan.

  • Sepulang mendaki, pastikan kamu langsung mengosongkan kerilmu. Cek kantong-kantongnya, jangan sampai ada benda tertinggal di dalam keril, terutama sisa-sisa logistik yang gampang mengundang semut dan jamur. Balikkan tasmu biar semua kotoran yang ada di dalamnya rontok semua.
  • Saat mencucinya, hindari deterjen dan sikat. Alih-alih, gunakan kain lembut dan sabun tanpa deterjen. Kalau kerilmu gak begitu kotor, gak perlu buru-buru dicuci. kamu bisa membersihkan noda dan debu yang menempel dengan lap basah. Kalau nodanya bandel, gunakan sikat gigi dan sedikit sabun tanpa deterjen, misalnya shampo atau sabun bayi, lalu sikat dengan lembut.
  • Kalau memang udah kotor banget , kamu bisa merendamnya sebentar di air hangat yang dicampur sedikit sabun tanpa deterjen atau air sirih. Sabun tanpa deterjen cukup ampuh untuk mengangkat kotoran tanpa harus merusak tas saat direndam. Alternatif yang alami, kamu bisa juga memanfaatkan air rendaman sirih yang ampuh untuk menghalau bau. Yang penting, jangan gunakan mesin cuci untuk mencuci kerilmu.
  • Setelah dicuci, gantung dan angin-anginkan tasmu di tempat teduh. Jangan dijemur langsung di bawah sinar matahari, karena itu bisa bikin warna tasmu menjadi pudar. Cukup angin-anginkan saja di tempat teduh yang sirkulasi udaranya baik.
  • Biar tasmu gak lembab saat disimpan, manfaatkan silica gel atau kapur barus. Tas yang lembab bisa mengundang jamur. Selain gak sedap dipandang, jamur ini juga bisa merusak tasmu. Nah, biar gak ada jamur yang menghampiri, kamu bisa menyimpan beberapa silica gel atau kapur barus di dalamnya. Tentunya setelah keril benar-benar kering seusai dicuci.
  • Agar debu gak nempel, bungkus kerilmu dengan plastik sebelum disimpan. Sudah dicuci dan diberi silica gel, sayang dong, kalau tasmu kena debu? makanya, sebelum disimpan, bungkus kerilmu dengan plastik. Pastikan seluruh permukaan tas tertutupi dan tak ada tali yang menjuntai keluar.
  • Jangan tindih kerilmu dengan benda berat agar bentuknya tetap terjaga. Keril biasanya memiliki frame untuk menjaga agar bentuknya tetap tegak saat dijejali dengan perlengkapan pendakian. Menindihnya dengan benda yang berat saat disimpan bisa merusak frame kerilmu.

2. Sepatu gunung adalah peralatan yang kamu andalkan untuk melibas jalur pendakian. Rawat sepatumu biar performanya tetap maksimal

Sepatu gunung harus dirawat agar tetap awet

Sepatu gunung harus dirawat agar tetap awet via agustinriosteris.blogspot.com

Advertisement

Selain keril, sepatu trekking juga penting untuk menunjang setiap langkahmu dalam menyusuri berbagai medan di jalur pendakian, mulai dari tanah keras, lumpur, sampai medan berpasir. Nah, biar sepatumu bisa lebih panjang umurnya dan bisa mengantarkanmu mendaki lebih banyak gunung, pastikan kamu merawatnya dengan cara yang benar.

  • Jangan biarkan sepatumu basah terlalu lama saat pendakian. Cuaca yang gak bisa diprediksi selama mendaki—terutama saat musim hujan—bisa membuat kita menghadapi hujan dan lumpur yang bikin sepatu kita basah dan kotor. Padahal, sepatu trekking yang kita punya belum tentu tahan air. Apalagi, air dan lumpur yang menempel bisa mengurangi umur sepatumu. Makanya, jangan pernah lupa untuk membawa lap penyerap air seperti plas chamois yang bisa langsung menyerap air dan mengurangi basah di sepatumu. Apalagi, sepatu yang basah ‘kan bisa bikin masuk angin.
  • Saat mencuci, cukup bersihkan dengan sikat lembut dan sabun tanpa deterjen. Sepatu trekking yagn kamu punya sebaiknya gak usah direndam biar lapisan lemnya gak rusak. Cukup dibasahi aja, lalu gunakan sikat gigi dan sabun tanpa deterjen. Tapi, kalau gak terlalu kotor, sebaiknya gak usah sering-sering dicuci.
  • Setelah dicuci, cukup keringkan di tempat yang teduh. Seperti halnya keril, sinar matahari langsung juga bisa merusak warna sepatumu. Letakkan aja di tempat teduh yang memiliki sirkulasi udara yang baik tapi terlindung dari sindar matahari.
  • Setelah kering, sisipkan silica gel dan letakkan di rak terbuka. Tak perlu memasukkannya lagi ke dalam kotak, cukup taruh saja di rak sepatu. Yang penting, jangan sampai ditumpuk dengan sepatu lainnya. Biar bentuknya tetap terjaga, kamu juga bisa menyisipkan gumpalan kertas ke dalam sepatu.
  • Biar sepatumu makin awet, gak ada salahnya dijahit sebelum digunakan. Biasanya, kita menjahit sepatu setelah lemnya terkelupas dan solnya mulai lepas. Padahal, menjahit sol sepatu justru lebih baik dilakukan saat kita baru membelinya. Jahitan pada sepatu baru memang bikin sepatu kurang sedap dipandang. Tapi, dijamin umur sepatumu bisa lebih panjang.

3. Sleeping bag menjaga tidurmu tetap nyaman selama mendaki. Kamu juga harus merawatnya dengan benar supaya kenyamanannya tetap terjaga

Sleeping bag yang dirawat dengan benar bakal terasa nyaman

Sleeping bag yang dirawat dengan benar bakal terasa nyaman via restoreadventure.wordpress.com

Sleeping bag atau yang biasa disingkat SB juga punya peranan yang gak kalah penting selama pendakian. Tanpa ini, bisa-bisa kamu gak bisa tidur gara-gara kedinginan. Makanya, biar kamu tetap nyaman memakainya, SB-mu perlu diperlakukan dengan benar. Berikut beberapa cara merawat kantong tidur ini.

  • Pada pagi hari setelah kamu menggunakannya di dalam tenda, keluarkan kantong tidurmu dan jemur sebentar di luar tenda. Mendaki sampai ke puncak adalah kegiatan yang menguras keringat. Saat masuk ke sleeping bag, kamu tentu gak sempat mandi dulu karena air di gunung terbatas. Jangankan mandi, ganti baju aja belum tentu. Nah, biar SB-mu gak jadi bau gara-gara keringat dan debu yang menempel, biarkan dia terkena sinar matahari setelah kamu bangun pada pagi harinya. Buka lebar-lebar dan jemur saja di atas tenda barang sejenak.
  • Cucilah SB sesekali biar kotorannya terangkat dan bahannya kembali empuk dan mengembang. Sleeping bag umumnya menggunakan bahan khusus yang membuatnya tak perlu sering-sering dicuci. Cucilah setelah beberapa kali penggunaan agar SB kembali bersih dan mengembang. Untuk mencucinya, kamu bisa merendamnya selama sekitar setengah jam dalam campuran air plus sabun tanpa deterjen. Setelah itu, kucek lembut pada bagian yang kotor agar kotorannya terangkat. Untuk noda yang membandel, kamu bisa menggunakan sikat yang halus.
  • Setelah dicuci, cukup gantung dan angin-anginkan sleeping bag di tempat yang terlindung dari sinar matahari. Sinar matahari adalah musuh buat warna peralatan outdoor, makanya, cukup jemur sampai kering di tempat teduh.
  • Simpanlah sleeping bag pada kantong yang longgar atau gantung saja di lemari. Bila tidak digunakan dalam waktu lama, jangan menyimpannya dalam keadaan terkompresi seperti saat kamu mengemasnya dalam keril, karena bisa membuat tingkat kenyamannya berkurang. Masukkan ke kantong yang longgar plus sisipkan silica gel bila perlu.

4. Tenda jadi satu-satunya tempat berteduh andalanmu di atas gunung. Biar tetap nyaman dan aman saat digunakan, pastikan kamu memperlakukannya dengan benar

Tenda, salah satu peralatan paling penting saat mendaki

Tenda, salah satu peralatan paling penting saat mendaki via hanymustika.blogspot.com

Sebuah tenda akan melindungimu dari terpaan panas dan hujan di atas gunung. Makanya, gak heran bila tenda menjadi salah satu peralatan outdoor yang paling mahal. Kamu mungkin lebih suka menyewanya ketika hendak mendaki. Tapi, buat kamu yang memilikinya, tentu pengen tendanya tetap awet, ‘kan? Kalau begitu, jangan sampai keliru merawatnya.

  • Pertama, pastikan kamu gak mendirikan tenda di tempat yang membuatnya rawan terkoyak. Hindari mendirikan tenda di tempat-tempat yang memiliki akar-akaran maupun batu-batu yang tajam. Selain gak nyaman dipakai tidur, tempat seperti ini juga bisa mengoyak alas tendamu.
  • Sepulang mendaki, langsung keluarkan tenda dari wadahnya dan bersihkan dari kotoran yang tercecer. Tenda yang kamu gunakan pasti gak luput dari kotoran seperti tanah dan sisa makanan. Jadi, pastikan tak ada kotoran yang menempel sebelum disimpan. Bagian frame juga patut diperhatikan agar frame-nya tidak mudah berkarat.
  • Setelah tak ada kotoran yang menempel, cucilah tenda dalam keadaan berdiri. Dirikan dulu tendamu dengan frame terpasang. Ini akan memudahkan tenda untuk dibersihkan. Selanjutnya, siram dengan air mengalir dan bersihkan kotoran yang menempel dengan kain plus mild soap. Sementara, bagian flysheet bisa direndam sebentar dalam ember atau digantung lalu disemprot air. Bersihkan noda yagn menempel dengan spons atau kain lembut. Jangan lupa cuci kantongnya juga.
  • Setelah selesai dicuci, jangan buru-buru dibongkar dulu. Biarkan tenda mengering dalam keadaan berdiri. Kamu bisa memanfaatkan plas chamois untuk mengeringkan sudut-sudut tenda. Selanjutnya, letakkan saja di udara terbuka yang terlindung dari sinar matahari seperti di teras rumah dan biarkan kering dengan sendirinya. Setelah tenda dibongkar, jangan lupa lap frame-nya satu persatu dengan kain kering.
  • Sisipkan silica gel dan simpan di tempat yang sejuk dan kering. Kamu bisa menyimpannya di dalam ruangan atau di lemari. Yang penting, hindari tempat-tempat lembab untuk menyimpan peralatan outdoormu.

Nah, mudah-mudahan info cara merawat peralatan mendaki ini bisa menambah pengetahuanmu, sehingga kamu bisa memperlakukan mereka dengan benar. Kamu punya tips lainnya? Jangan ragu bagikan ke pembaca lewat komentar, yuk!

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya