#TerusBukaJalan untuk Pariwisata Lokal, BRI dan Kemenparekraf Gelar Webinar Perspektif Anak Muda Soal Wisata

Webinar Pariwisata Indonesia

Pandemi Covid-19 yang sudah setahun dialami Indonesia, memang membuat beberapa sektor vital jatuh tersungkur. Namun kini perlahan semua didorong untuk bangkit dan melakukan penyesuaian. Ya, meskipun tetap harus dilakukan di tengah perlawanan dalam menekan jumlah penyebaran Covid-19.

Segala upaya baik dari pemerintah maupun swasta dilakukan agar roda ekonomi dan sektor-sektor strategis lain tetap berjalan. Salah satunya sektor pariwisata dan ekonomi kreatif yang terdampak cukup signifikan. Sepanjang pandemi tahun lalu semua orang dihimbau untuk tidak bepergian. Hal ini dilakukan untuk menekan penyebaran, namun di sisi lain justru membuat pelaku wisata menjerit.

Sehingga diperlukan upaya strategis dan kreatif yang bisa kembali menggenjot pariwisata lokal Indonesia, namun juga tetap aman dan sesuai protokol pencegahan Covid-19. Untuk itu dibutuhkan saran dan masukan dari anak-anak muda agar industri pariwisisata lokal Indonesia bisa bertahan, berkelanjutan, dan tetap aman.

Pendapat Yuki Anggia soal kesiapan sektor wisata di masa pandemi

Nah untuk itulah BRI bekerja sama dengan Kemenparekraf menggelar webinar #TerusBukaJalan Pariwisata Lokal dari Perspektif Generasi Muda dengan menggandeng Yuki Anggia sebagai travel influencer pada Jumat (19/3) lalu.

(dok. tangkapan layar/ #TerusBukaJalan Pariwisata Lokal dari Perspektif Generasi Muda)

Sebagai travel influencer yang biasanya melakukan perjalanan untuk bekerja maupun berwisata, pandemi nyatanya juga memaksa Yuki membatalkan beberapa trip. Namun itu tak bertahan lama, sebab Yuki sendiri mengakui bahwa sejak tahun lalu ia sudah banyak menerima undangan review dari hotel dan destinasi wisata yang sudah menerapkan protokol kesehatan berbasis Cleanliness (Kebersihan), Health (Kesehatan), Safety (Keamanan), dan Environment Sustainability (Kelestarian Lingkungan) atau disingkat CHSE.

“Beberapa daerah, terutama destinasi wisata yang sudah populer saat ini sih lebih siap menyambut turis dengan protokol kesehatan. Pemerintah (daerah) dan Kemenparekraf juga sudah menerapkan standar-standar CHSE untuk higienitas, kebersihan, keamanan di lokasi wisata dan di hotel-hotel juga,” terang Yuki.

Yuki menambahkan bahwa yang paling mendasar ketika melakukan perjalanan wisata di masa pandemi ini adalah melakukan proteksi diri dengan 3M dan menaati peraturan. Terlebih bahwa pemerintah di destinasi wisata juga sudah menerapkan prokes pencegahan. Bagi Yuki sendiri, destinasi wisata lokal Indonesia memang seperti one stop tourism yang komplit. Iklimnya yang tropis membuat destinasi pantai dan bawah laut menjadi kegemarannya. Apalagi pantai-pantai di daerah Indonesia Timur seperti di Ternate dan Labuan Bajo.

Kemenparekraf fokus pada destinasi tulang punggung dan super prioritas

(dok. tangkapan layar/#TerusBukaJalan Pariwisata Lokal dari Perspektif Generasi Muda)

Pemerintah memang sedang menggencarkan kampanye untuk mengajak para wisatawan mengunjungi destinasi tulang punggung seperti Bali, dan juga lima destinasi super premium seperti Mandalika, Borobudur, Danau Toba, Likupang, dan Labuan Bajo. Dalam webinar yang turut dihadiri Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno menjelaskan bahwa diperlukan strategi khusus untuk memulihkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif yang terdampak pandemi.

“Saya sangat menyadari bahwa pariwisata itu akan bisa pulih kalau angka Covid-19 ini menurun. Jadi kita harus fokus bagaimana protokol kesehatan yang ketat dan disiplin… yang kedua bagaimana kita fokus untuk perluasan testing, tracing, dan treatment. Dan terakhir vaksinasi di destinai wisata, ” tegas Sandi.

Selain rencana strategis pemulihan dari pemerintah, sektor swasta juga turut serta mendorong kemudahan untuk wisatawan bepergian di destinasi lokal. Seperti yang diungkapkan Yuki Anggia, bagi yang ingin berwisata ke destinasi di Indonesia Timur namun terhalang dengan biaya yang mahal, solusinya adalah dengan memesan tiket di online travel agent (OTA) jauh-jauh dari hari keberangkatan.

Berbagai OTA juga sudah bekerja sama dengan perbankan untuk mempermudah para pelancong yang ingin merencakan wisatanya lebih mudah dan terjangkau. Misalnya saja seperti BRI yang meluncurkan Kartu Kredit BRI Wonderful Indonesia. Kartu kredit dari BRI hasil kerja sama dengan Kementerian Pariwisata ini dihadirkan khusus untuk kamu yang ingin menikmati keindahan bentang alam dan budaya Indonesia.

(dok. tangkapan layar #TerusBukaJalan Pariwisata Lokal dari Perspektif Generasi Muda)

“Ini sebenarnya kartu yang punya desain yang menarik yang desainnya itu bisa dipilih sesuai dengan destinasi yang menjadi favoritnya. Nah di situ ada promo-promo yang related dengan detinasinya. Ada salah satu desainnya misalnya Labuan Bajo, nah di situ ada paket khusus diskon misalnya, bayar cicilan dengan bunga 0%, kemudian juga paylater, ditambah lagi setiap transaksi akan mendapat reward poin,” terang Handayani selaku Direktur Konsumer BRI.

Meskipun pandemi, nyatanya kamu masih bisa melakukan berbagai perjalanan wisata ke destinasi favoritmu. Kalau mau tahu lebih lanjut soal persiapan berwisata ke destinasi lokal di Indonesia, kamu bisa menonton ulang webinar #TerusBukaJalan Pariwisata Lokal dari Perspektif Generasi Muda di sini.

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Kopito Ergo Sum -- Aku minum kopi maka aku ada.

Editor

I know I glow up