Kunjungi 5 Kawasan Wisata Bernuansa Kolonial Belanda di Jakarta. Mumpung dalam Suasana Kemerdekaan!

Wisata Sejarah Jakarta

Memperingati hari kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus bisa dilakukan dengan berbagai cara. Mulai dari melakukan upacara bendera, ziarah ke makam pahlawan, melakukan beragam perlombaan, atau bervakansi ke kawasan wisata sejarah. Bahkan tak sedikit pula yang mendaki gunung.

Advertisement

Nah, Jakarta sebagai Ibu Kota Republik Indonesia nggak bisa dipisahkan dengan sejarah bangsa dalam meraih kemerdekaan. Walaupun peran seluruh daerah di Indonesia sangat berpengaruh terhadap hengkangnya penjajah, tapi Jakarta yang pernah menjadi pusat pemerintahan Hindia Belanda memiliki sejarah penting di Indonesia. Mumpung masih dalam euforia hari kemerdekaan, nggak ada salahnya kamu mengintip “masa lalu” Jakarta di 5 kawasan berikut. Mari napaktilas sejarah Jakarta yang erat dengan kemerdekaan bangsa Indonesia.

1. Kota Tua, awalnya adalah pusat pemerintahan Batavia. Kini jadi tempat wisata yang tampak sangat Indische sekali

Kali besar Kota Tua yang dibangun jadi lebih indah via www.hipwee.com

Kawasan yang sering menjadi pilihan liburan akhir pekan masyarakat Jakarta ini dulunya dikenal dengan sebutan Kota Lama Benedenstad. Di sini kamu bisa mengunjungi beberapa gedung peninggalan Belanda yang kini dialihfungsikan sebagai museum. Museum Sejarah Jakarta hingga Museum Pelabuhan Sunda Kelapa bisa menjadi pilihan wisata edukasi terhadap sejarah bangsa ini. Kamu bisa banget napak tilas sambil naik sepeda ontel atau makan kerak telor.

2. Weltevreden, Jakarta Pusat, pernah menjadi pusat pemerintahan Batavia karena merebaknya wabah di Kota Lama

Museum Kebangkitan Nasional (Eks Gedung Stovia) via travel.tempo.co

Weltevreden adalah kawasan yang sempat menjadi pusat pemerintahan Batavia karena buruknya tata kota dan merebaknya wabah di Kota Lama. Hari ini merujuk kepada seluruh kawasan di Jakarta Pusat, dengan kawasan Gambir dan Menteng sebagai sentralnya. Di sana kamu bisa mengunjungi beberapa peninggalan sejarah yang masih berfungsi seperti, Gedung Kesenian Jakarta, Museum Kebangkitan Nasional (eks Gedung Stovia), Rumah Raden Saleh atau Tugu Proklamasi untuk mengukuhkan semangat perayaan kemerdekaan.

Advertisement

3. Jatinegara, Jakarta Timur, dulunya adalah gerbang Benteng Belanda Meester Cornelis

Pasar Lama Jatinegara yang masih sering disebut Pasar Mester via www.doubletrackers.com

Kawasan Jatinegara dulunya adalah gerbang Benteng Belanda Meester Cornelis yang menyambungkan akses ke arah Buitenzorg atau yang sekarang kita kenal dengan Bogor. Kamu bisa mengunjungi Pasar Lama yang sampai sekarang masih dikenal dengan sebutan Pasar Mester, atau Kelenteng Amurva Bhumi dan Masjid Jami’ Al Anwar, sebagai bukti kerukunan beragama di sana. Selain itu, stasiun Jatinegara juga merupakan peninggalan jaman Belanda.

4. Kampung Tugu, Jakarta Utara, adalah jejak sejarah bangsa Portugis yang pernah singgah

Kampung Tugu, jejak kedatangan bangsa Portugis via situsbudaya.id

Batavia juga sempat disinggahi bangsa Portugis. Dan kawasan Kampung Tugu merupakan salah satu jejak sejarahnya. Di sini dulu tawanan perang keturuan bangsa Portugis dari Malaka yang disentralisasi oleh Hindia Belanda, membangun pemukiman. Jika kamu berkunjung ke sini, kamu bisa mendapati masyarakat sekitar yang masih melestarikan tradisi masa lalu seperti tradisi rebo-rebo, yaitu memainkan Keroncong Tugu dari rumah ke rumah, dan makan bersama di rumah terakhir disinggahi. Tradisi ini biasanya dilakukan setiap 1 Januari.

5. Blok M, Jakarta Selatan, kota satelit yang dirancang Belanda pada tahun 1940

Kawasan Blok M via www.cnnindonesia.com

Selain terkenal di era ’80-’90 an sebagai kawasan nongkrong anak gaul Jakarta, Kawasan Jalan Melawai Blok M ternyata dahulu dirancang oleh Belanda untuk menjadi kota satelit pada tahun 1940. Dengan obesesi Belanda untuk menghasilkan pusat pertumbuhan di selatan kota, maka kawasan ini disiapkan untuk jadi kawasan pemukiman baru. Kamu bisa berkunjung ke kawasan ini dan mencoba menghayati sisa-sisa sejarah yang ada. Atau melipir ke Blok M Square untuk cari buku bekas atau vynil juga oke.

Nah bagaimana, siap untuk napak tilas ke 5 kawasan di Jakarta yang memiliki nilai sejarah bangsa ini?

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

get me away from here I'm dying

Editor

Traveler Baper, Penghulu Kaum Jomblo

CLOSE