Mahasiswa selalu punya dunianya sendiri, yang berbeda dari dunia anak sekolah apalagi yang sudah kerja. Tantangan-tantangan yang dihadapi begitu khas. Mereka yang nggak hidup di dalamnya akan sulit merasakan tantangan-tantangan ini.

Tapi kamu para mahasiswa tentu sangat tahu rasanya harus berjibaku dengan dunia mahasiswa. Nah, kebetulan ini tahun baru, kenapa gak menjadikan tantangan khas mahasiswa ini resolusi tahun barumu aja? Apa saja sih yang harus jadi resolusi tahun barumu? Yok baca!

1. Resolusi nomor satu: semoga dapat kelas idaman. Dosen enak ngajar, materi menyenangkan, nilai (mudah-mudahan) gampang,

(c) Peter M. Fisher/Corbis via news.okezone.com

Mahasiswa akan selalu berhadapan dengan para dosen yang killer. Saya sendiri tak tahu, istilah dosen killer ini dimunculkan oleh siapa, kapan, dan alasannya apa. Tapi dosen killer ini merujuk kepada dosen-dosen yang serem. Dosen yang sering marah tanpa alasan, yang suka bentak-bentak, atau bahkan dosen yang jarang kasih nilai bagus bagi mahasiswa. Dan tak ada yang lebih indah selain bisa berkelit dari dosen killer bukan. Sudah gitu isi materinya menarik dan menyenangkan, nilainya pun gampang. Makanya, ini layak kamu jadikan resolusi tahun baru.

Advertisement

2. Kamu mahasiswa baru? Baiklah: semoga kamu segera dapat pacar

Setiap tahun, selalu ada ritual OSPEK bagi mahasiswa baru. Suka tidak suka, mau tak mau, mahasiswa baru diwajibkan untuk mengikutinya. Ditambah dengan embel-embel hukuman tak bisa lulus kuliah, kalau tak ikut OSPEK, mahasiswa baru dihadapkan pada kewajiban untuk mengikuti OSPEK. Untuk mengurangi kebosanan ospek, tak ada yang lebih menyenangkan selain punya pacar ketika OSPEK. Ketika harus dijemur berdua sama pacar ketika OSPEK, langit yang panas berubah menjadi dingin. Oh indahnya! Makanya cari pacar! HEHE.

3. Kamu yang mahasiswa lama (red: tua) juga nggak haram kok punya pacar baru. Atau mau nikah langsung? :p

Dia masih ingin pacaran. via shayarix.com

Bagi  mahasiswa, pacaran itu pilihan. Tidak hanya mahasiswa baru saja yang membutuhkan pacar ketika OSPEK, agar hari-hari yang dijalani selama OSPEK menjadi lebih indah, mahasiswa lama (Re: tua) pun juga membutuhkan hangatnya pacar. Mahasiswa selalu dikelilingi tugas, tugas, dan tugas. Pasti butuh refreshing. Atau minimal pasangan untuk bisa berbagi cerita, berkeluh kesah, dan saling mengisi kehidupan. Jadi, wajar dong kalau mahasiswa pasti berharap pacar baru, setiap pergantian tahun?

4. Resolusi keempat: semoga harga kertas nggak naik, amin!

mahasiswa skripsi via ww2.rumahrongsok.com

Bagi mahasiswa, kertas adalah bahan primer bagi mahasiswa. Kertas ini sederhana, tapi mampu merubah neraca pengeluaran. Naiknya harga kertas bisa membuat keuangan mahasiswa jadi labil ekonomi dan kebutuhan perut menjadi terganggu. Karena ketika kertas naik, harga fotokopi naik, dan harga untuk nge-print juga naik. Padahal fotokopi dan print adalah kebutuhan wajib bagi mahasiswa. Dengan berubahnya tahun, semoga harga kertas tak naik. Amin~

5. Berdoa untuk kesejahteraan Mama-Papa. Duit bulanan datang lancar, dan kamu pun bisa menghematnya

Bagi mahasiswa yang merantau, salah satu pemasukan keuangan mereka adalah dari kiriman orangtua. Dan tak jarang, kiriman orangtua meleset dari jadwal. Bisa jadi karena orangtua lupa atau karena bank sedang tutup. Apapun alasan itu, mahasiswa tak bisa menuntut macam-macam. Bisa disuruh keluar dari kuliah nanti. Tapi semoga di tahun 2016 nanti, kiriman uang dari orangtua bisa lebih stabil, tepat waktu, dan kalau bisa ya naik. Kalau nggak bisa, yang penting kamu hemat aja deh!

6. Laptop, please jangan rusak dulu…

Jaman sekarang, hampir semua tugas mahasiswa dilakukan secara digital. Hampir tak lagi ada aktivitas mahasiswa yang mewajibkan kita untuk nulis tangan. Pasti pakai laptop. Baik itu nanti tugasnya dikirim via email, ataupun di-print. Meskipun ada beberapa jurusan yang masih memanfaatkan tulisan tangan. Selain itu, laptop juga digunakan untuk menyimpan file-file kuliah. Apa jadinya kalau laptop-yang-punya-sejuta-fungsi itu harus rusak? Jadi, semoga laptop tetap bersahabat dengan kita tahun ini! Amiin.

7. Ya Tuhan, aku nggak minta banyak-banyak. Cuma kalau bisa, boleh dong IP-ku di atas 3…

Bagi mahasiswa, IP 3 adalah suatu hal wajib. Meskipun kadang kita terpeleset dan masuk ke dalam jurang Nasakom alias Nasib satu koma. Jadi semoga saja semester ini kita punya IP 3, biar bisa mengambil semua SKS yang ditawarkan dan cepet skripsi. Selain itu, lumayan lah buat daftar pekerjaan nanti, atau ngelamar beasiswa S-2 pas sudah waktunya. IP 3 = resolusi tahun ini ya!

8. Semoga tanggal merah tahun ini beneran waktunya liburan. Bukannya malah dibuat ngerjain tugas yang numpuk belakangan

Fabi ayyi ala irabbikuma tukadziban – Nikmat mana yang kau dustakan.

Bagi mahasiswa perantauan, tak ada hal yang paling nikmat, selain waktu liburan. Bagi mahasiswa, waktu liburan ada tiga. Yakni dua dari liburan UAS, dan satunya dari tanggal merah yang panjang, sepanjang cintaku padamu, Dik. Tanggal merah yang berderet-deret, bisa memberikan kenikmatan bagi mahasiswa. Khususnya bagi mahasiswa rantau yang jarang sekali menemui keluarga, tanggal merah berderet, artinya waktu yang tepat untuk pulang dan menemui keluarga. Makanya, untuk mewujudkan itu, mari berdo’a kepada tuhan. Semoga saja ada tanggal merah berderet panjang. Dan semoga aja, kamu bisa bener-bener liburan, bukannya malah ngerjain tugas titipan Dosen. Huvt.

9. Resolusi terakhir dan ter-semoga: “Semoga tahun ini aku wisuda!”

Hore, aku wisuda! via www.uajy.ac.id

Sudah berapa kali resolusi itu kamu ucapkan di setiap akhir tahun? Lalu hasilnya? Tenang. Jangan menyerah. Bukankah kita seharusnya lulus di waktu yang tepat, bukan di waktu yang cepat. Percayalah, tuhan selalu ada bersama kalian, sang pejuang skripsi. Dan resolusi ini, harus terus kalian ucapkan setiap malam pergantian tahun. Bukan apa-apa, bukannya ucapan adalah do’a, guys. Di rumah, ada orang tua yang selalu berharap menggunakan pakaian rapi dan melihat anaknya pakai baju toga. Karena di rumah, ada orang tua yang akan tampil ganteng dan cantik, untuk menunggu kalian turun dari panggung dan membawa ijazah. Karena di luar sana, ada wanita dan pria yang menunggu kalian di pelaminan dan hidup berdua selamanya. Jadi, gelorakan terus keinginan untuk lulus setiap tahunnya. Karena wisuda adalah koentji.

Kalian boleh beresolusi ataupun tidak. Yang terpenting adalah bagaimana kita menjalani kehidupan sebagai mahasiswa. Kalian pun bisa menambahkan resolusi kalian sendiri. Bebas. Jadi, kapan kamu lulus?