Bagi pengantin yang baru menikah, tentu menginginkan punya kehidupan yang menyenangkan di awal pernikahan. Punya rumah, mobil, dan tabungan yang banyak. Tapi, seringkali, banyak yang terlupa. Kalau sesungguhnya, di awal pernikahan itu harus lebih banyak menabung dan berhemat. Namun, kebanyakan pengantin baru yang sulit untuk mengaturnya.  Nah, agar tidak boros saat awal pernikahan, simak yuk artikel Hipwee ini!

1. Gengsi ingin langsung punya mobil bisa ditahan. Cek dulu seberapa butuh kamu sama kendaraan yang pengen kamu beli

Ngeeeeeeng via www.ditegal.com

”Duh, pengen deh bisa beli mobil. Adem, nggak perlu panas-panasan naik motor.”

Wajar kok kalau kamu pengen punya mobil buat keluarga, selain bisa meningkatkan gengsi juga mempermudah mobilitas keluarga. Orang yang udah punya mobil emang kelihatan keren sih. Tapi, perlu dicatat ya kalau uang tabungan kamu belum cukup buat beli mobil, mending ditahan-tahan aja dulu. Meskipun ada mobil yang harganya murah, tetap aja yang namanya mobil itu mahal. Bisa kamu cek, harga termurah untuk 1 mobil baru keluarga, seharga 150-250 juta. Kalau kamu cuma mampu bayar angsuran mobil 3,5 juta/bulan dengan harga harga 150 Juta. Kamu akan bisa melunasi 1 mobil itu selama 50 bulan. Cek lagi gaji perbulanmu berapa. Kalau gajimu di bawah harga angsuran mobil, mending tahan-tahan dulu deh. Yakali, maksain bener mau beli mobil.

Tahan dulu, nggak apa-apa panas-panasan dan hujan badai naik motor. Toh, tujuan kendaraan adalah sampai tempat tujuan dengan selamat. Bukan untuk gaya-gayaan. Apalagi saat awal-awal membangun rumah tangga. Pikir lagi, seberapa butuh kamu punya mobil?

2. Nggak perlu memaksakan beli rumah kalau uangnya memang belum ada, rasakan dulu susah senang ngontrak rumah. Toh masih berdua ini~

Advertisement

Ngontrak aja dulu, bray via rumahdiy.com

”Capek ngontrak! Kecil, sumpek! Kapan ya bisa beli rumah”

Siapa sih yang nggak pengen punya rumah sendiri? Nggak ada yang bisa marah-marah atau nagihin uang sewa. Mau kamu coret-coret, dicat atau kamu rubuhin temboknya, nggak masalah. Yang jadi masalah adalah, saat keinginan tersebut terlalu tinggi namun penghasilan tak mencukupi. Mau tidak mau keinginan tersebut harus disimpan dahulu hingga uangnya terkumpul. FYI harga 1 rumah di Jakarta dengan type 36 saja bisa mencapai 500 juta. Kalau kamu menahan untuk memilih sewa kontrakan rumah, jauh lebih murah. Ngontrak rumah 1 tahun cuma 10-20 juta untuk kisaran Jakarta.

Kalau kamu memaksakan meskipun uangnya ada, yakin besok-besok bisa makan lagi? Beras mahal lho sekarang

3. Tahan-tahan dulu pengen ena-ena di ranjang bagus seharga puluhan juta. Toh masih ada ranjang yang lama atau warisan Tahan-tahanlah, yang ada per-nya juga belum tentu enak

Waduh, bisa muter-muter tuh via sofreakingcool.com

”Sayang, kapan ya bisa ena-ena yang di ranjang empuk? Masa di kapuk mulu.”

Kamu pernah ngerasain ena-ena sama pasangan halal kamu nggak di kamar hotel? Kalau iya, kamu tahu kan empuknya spring bed hotel gimana. Nah, tentunya, kalau ada kualitas yang bagus, juga ada harga yang mahal. Meskipun ada spring bed yang harganya terjangkau tetap saja itu termasuk pemborosan. Mending sabar, ena-enanya di kasur kapuk aja dulu. Toh, rasanya sama-sama enak. Ya kan?

4. Mending boros sekarang atau boros pas hari tua? Pilih konsekuensinya deh~

Jangan sampe deh, hemat-hemat! via cdn1-a.production.liputan6.static6.com

Menghambur-hamburkan uang itu enak banget. Kamu bisa bebas beli apa aja yang kamu suka. Toh, cari uang di usia muda itu mudah. Fisik masih oke, pikiran masih fresh. Tapi, apa iya kamu nggak pengen nabung-nabung dulu buat hari tuamu. Sisihkan buat masa depan anakmu nanti.

Konsekensinya adalah kamu mau enak hari ini atau susah dihari tua?

5. Terkadang ada dana silaturahmi yang tak terduga. Makanya jangan boros, kan malu sama mertua kalau tahu kamu nggak bisa me-manage- uang~

Pengen deh kayak bu Sri Mulyani, pinter manage duit via cdn-2.tstatic.net

Kamu perlu banyak belajar deh sama Bu Menteri Keuangan RI, Ibu Sri Mulyani yang jago banget sama keuangan. Beliau dipilih jadi menteri karena kecapakannya mengatur uang negara. Iya, negara. Kalau negara aja bisa apalagi keuangan keluarga.

Nah, berangkat dari sinilah harus kamu pahami bahwa mengatur keuangan itu sangat penting. Jangan boros. Untuk keluarga, pasti akan selalu ada dana dadakan yang tak terduga. Misalnya arisan keluarga, atau ada musibah banjir, yang terkadang kita nggak tahu kapan terjadi. Maka dari itu, kamu tetap harus pintar mengatur keuangan kamu karena dana dadakan yang tak terduga inipasti akan selalu muncul, di waktu-waktu yang kamu nggak pernah tahu.

6. Istri harus bisa masak, selain menambah keromantisan, juga harus hemat. Yakali makan di luar mulu, kecuali kamu kaya banget~

Masak sendiri gih, kayak chef Marinka via 4.bp.blogspot.com

Cara terbaik untuk menekan biaya agar hemat dan tidak boros adalah, kamu harus bisa memasak. Penting. Selain masak nasi dirumah bikin keuangan keluarga hemat, juga menambah nilai plus dimata keluarga. Coba hitung, makan di restoran bisa Rp 60.000/orang pagi-siang-malam. Dikalikan 2 selama 30 hari :). Boroskan? Coba kalau kamu bisa berhemat beli 1 karung beras dan beli sayur-sayuran. Percaya, jauh banget dari kata boros.

Hm, malu atuh kalau nggak bisa masak di depan anak-anak.

Sejatinya, hidup boros itu nggak baik. Selain gak bagus buat diri sendiri juga berpengaruh terhadap masa depan. Apalagi untuk kamu yang baru awal-awal menikah. Ingat, saat sudah berumah tangga, kamu harus lebih ‘pelit’ dalam soal uang. Jangan gampang terkecoh dengan nikmatnya barang-barang mewah sesaat.

Nggak ada salahnya merasakan susahnya hidup di awal pernikahan. Toh itu akan menguji mentalmu sebagai pasangan yang baik untuk rumah tangga. Maka dari itu, boros diawal pernikahan tidak pernah baik. Yang ada nyusahin diri dan pasangan kamu kemudian hari.

So, pilih mana?