Baru saja para warganet disuguhkan unggahan yang cukup menggelitik berbau poligami. Yup, bahasan tentang poligami yang nggak akan ada habisnya. Ada segelintir yang masih pro, banyak juga yang sudah menentang. Pernikahan monogami saja sudah kompleks, bayangkan menikah berpoligami ribetnya bagaimana kan?

Kali ini Hipwee sengaja melemparkan pertanyaan kepada 7 orang cowok-cowok milenial Hipwee seputar pendapat mereka tentang poligami. Kira-kira mereka setuju atau nggak ya? Dan apa saja alasan di balik jawaban mereka tersebut? Buat yang penasaran, simak ulasannya berikut ini ya!

1. Katanya sih cinta itu sakral dan suci. Plus nambah istri sama dengan nambah mertua. Ya kecuali kamu nggak keberatan punya banyak mertua sih, hehe~

Satu aja hebohnya minta ampun~ via unsplash.com

Advertisement

Saya tidak setuju, karena menikah itu adalah hal sakral dan suci. Dan menurut saya berbagi cinta itu hal yg sulit, apalagi berbagi cinta dengan dua orang yang mempunyai peran yang sama yaitu istri. Kalau berbagi cinta terhadap istri dan anak atau istri dengan ibu mertua bisa sih. Tapi kalau berbagi cinta dan mencoba adil untuk (para) istri, saya tidak bisa.

– Aan, 23 tahun

2. Punya pasangan satu saja kadang suka bikin pusing tujuh keliling, apalagi kalau ditambah-tambah. Sanggup nggak, semua beban tanggung jawabnya dikali dua atau tiga?

Setia sama satu saja susah, apalagi setia sama banyak cinta? via unsplash.com

Aku nggak setuju. Alasannya… mengurus dan mencukupi 1 istri aja sulitnya luar biasa. Bukan hanya urusan uang ya. Masalah bagi waktu, masalah diskusi, masalah kompromi, masalah mencocokkan keluarga. Ada banyak hal yang harus dilakukan untuk 1 istri. Bayangkan kalau 2 istri, semua masalah itu dikali 2. Menurutku poligami itu bukan hanya merugikan perempuan tapi juga sangat merepotkan laki-laki. Bercandanya gini, emangnya ada laki-laki yang mau punya lebih dari sepasang mertua?? Hehehe~

Advertisement

– Reza, 31 tahun

3. Singkat, padat dan jelas menentang adanya poligami

No, thanks! via unsplash.com

Aku nggak setuju. Alasannya? Karena menikah nggak sebercanda itu.

– Armando, 28 tahun

4. Kalau kata teman kita satu ini sih, cukup dibingungkan dengan satu orang saja nggak usah ditambah-tambah lagi

Banyak yang diam-diam terluka via unsplash.com

Aku tidak setuju sih. Alasannya ya karena satu aja sudah bingung kok (malah) tambah~

-Om Jhony, 25 tahun

5. Sudah menikah, pas menghadapi realita banyak cowok milenial yang justru makin ogah poligami. Selain karena nggak mau makin repot, juga karena nggak sanggup melipatgandakan mertua~

Hmmm via www.rbth.com

Sebagai suami, saya tidak setuju sama poligami. Nikah satu kali saja ribet, apalagi nikah 2-4 kali lagi. Belum lagi berhadapan dengan mertua. Punya mertua dari satu istri saja kadang bikin geleng-geleng kepala, apalagi banyak mertua.

– Bima, 26 tahun

6. Ini pun dengan jelas menegaskan satu saja susah. Lah kamu yakin nggak mau satu saja?

Satu saja deh ya~ via unsplash.com

Aku ya tidak setuju. Soalnya susah Bro, satu aja susah, Bro. Serius deh.

– Galih, 24 tahun

7. Sekali pun dijelaskan panjang lebar, intinya teman kita ini ogah poligami. Satu hati untuk satu cinta, uwuwu~

Pikir-pikir dulu deh sebelum ‘bercabang’ via thoughtcatalog.com

Sosok suami berpoligami … adalah dia yang dengan sadar mencederai makna cinta yang dipercayakan padanya. Dan aku TIDAK SETUJU dong.

Sejatinya Yang Maha Kuasa menciptakan Adam dan Hawa, bukan Adam dan Hawa, Sinta, Alina, Raisa, dan Marshanda. Cukup Hawa aja. Lagipula, memangnya ada cowok (bahkan manusia secara umum) yang bisa berlaku adil? Aku sih sama sekali nggak yakin. Bahkan ada juga orang yang nggak bisa adil pada anak-anaknya sendiri lo. Mau bagaimana pun keadaannya, aku menentang poligami. Cinta itu suci, nggak bisa dibagi-bagi. Kalau mau dibagi, mending bagi-bagi nasi bungkus aja gih. HAHAHA!

– Makoto, dari Cipete, 26 tahun

Menikah adalah pengalaman personal masing-masing pribadi dan tentunya semua orang berhak memilih apa yang terbaik buat jalan hidupnya. Tanpa mendiskreditkan pihak mana pun, Hipwee yakin kamu yang membaca ini sudah cukup dewasa untuk berpendapat dan memilih mau menjalani jalan hidup yang seperti apa. Mau monogami dengan satu pasangan saja atau ada rencana berpoligami, yang pasti kamu wajib bertanggungjawab dengan pilihanmu. Kalau menurut kamu, gimana nih?

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya