Dalam menyelenggarakan pesta pernikahan, biasanya masyarakat pilih standing party karena jumlah undangan yang cukup banyak hingga ratusan. Hal ini berbeda dengan resepsi a la Barat, yakni tamu-tamu yang diundang sedikit sehingga mereka pilih seating party. Dengan nuansa hangat dan lebih dekat, kamu pun jadi menginginkan konsep pernikahan serba duduk ini.

Meski terlihat lebih sederhana, sebenarnya terdapat hal-hal yang perlu dipahami kalau mau memakai seating party. Misalnya saja letak meja dan kursi, serta penempatan para tamu pada satu meja. Karena kalau nggak kamu perhatikan dan pikirkan dengan matang, maka suasana hangat dan keakraban pesta jadi rusak. Oleh sebab itu, simak 8 hal berikut ini agar pernikahan dengan konsep seating party kamu berjalan lancar dan penuh keceriaan.

1. Kamu harus tahu siapa saja yang akan diundang. Seating party tak perlu banyak mengundang, cukup yang terdekat saja

hanya yang terdekat saja

hanya yang terdekat saja via www.alodita.com

Advertisement

Satu hal yang pasti saat kamu memutuskan seating party yaitu jumlah tamu yang diundang hanya segelintir saja, tak sebanyak standing party. Kamu bisa memprioritaskan orang-orang terdekat saja, seperti keluarga dan para sahabat. Ketika ingin mengundang kolega pun biasanya hanya yang terdekat atau orang penting (seperti atasan di kantor) untuk menghormatinya. Begitupun dengan para tetangga, kalau di resepsi biasanya hampir se-RT, seating party cukup sebelah dan depan rumah saja (atau yang hubungannya paling dekat). Kamu juga perlu membicarakan dengan orang tua agar tak ada cekcok soal tamu-tamu ini. Dengan demikian, seleksi ketat siapa saja yang akan diundang kamu lakukan bersama pasangan.

2. Letak meja dan kursi, serta penempatan duduk perlu diatur. Terutama bagi calon pengantin yang akan jadi perhatian para tamu

kalian jadi pust perhatian

kalian jadi pust perhatian via www.sylviegilphotography.com

Kamu nggak boleh asal meletakkan meja dan kursi di lokasi resepsi karena dapat memengaruhi suasana pesta. Apalagi letak meja dan kursi bagi pengantin, kamu harus mempertimbangkan dengan baik akan duduk di mana dan seperti apa bentuk meja yang dipakai. Kalau kamu menginginkan meja berbentuk persegi panjang, maka pasangan pengantin duduk di tengah-tengah meja bersama para best men dan bridesmaids. Posisinya yaitu pengantin pria duduk di sebelah kanan pengantin wanita – di mana sebelah kiri mempelai wanita adalah para best men. Sedangkan di sebelah kanan pengantin pria duduk para bridesmaids.

Tapi kalau kamu pilih meja berbentuk bulat, pengantin duduk di tengah-tengah yang menjadi pusat perhatian pesta. Tak lupa posisinya pun harus menghadap para tamu undangan dengan urutan duduknya sama dengan meja berbentuk persegi panjang. Namun ada juga pengantin yang membaur dengan para tamu, seperti setiap meja dikosongkan dua bangku untuk pengantin. Biar sederhana, namun kehangatan dan keakraban makin terjaga.

3. Biasanya keluarga ditempatkan bersama keluarga juga. Namun diberi kebebasan untuk mereka memilih sendiri siapa saja yang duduk bersama

biasanya keluarga dengan keluarga

biasanya keluarga dengan keluarga via kerah.dvrlists.com

Advertisement

Dalam konsep seating party, tempat duduk keluarga masing-masing akan disatukan dalam satu meja. Biasanya orang tua pengantin wanita akan dihadapkan dengan orang tua pengantin pria. Ada kakek dan nenek, saudara kandung, maupun anggota keluarga lainnya selama meja masih cukup. Kadang pengantin pun memberi kebebasan kepada mereka untuk menentukan siapa saja yang duduk bersamanya.

4. Boleh saja menggabungkan tamu yang saling kenal pada satu meja. Tak masalah juga kalau mau menempatkan 1 atau 2 tamu ke mereka untuk membaur

asal mereka juga nyambung ya

asal mereka juga nyambung ya via www.theknot.com

Penempatan tamu undangan di luar keluarga seperti para sahabat dan teman-teman sering menyulitkan pengantin mengaturnya. Untuk itu, kamu dan pasangan harus mengetahui siapa saja yang saling kenal. Nggak ada salahnya juga kalau dalam suatu kelompok kamu tambahkan satu atau dua orang, namun harus dipastikan obrolan mereka akan nyambung. Karena kalau nggak nanti malah jadi awkward moment di pesta pernikahanmu.

5. Kalau ada tamu yang nggak kenal siapapun, tempatkan saja di meja dengan orang-orang yang punya kesamaan

jangan bikin jadi awkward

jangan bikin jadi awkward via apracticalwedding.com

Nggak semua tamu saling kenal, pasti ada saja satu orang cuma kenal kamu atau pasangan saja. Oleh karena itu, tamu yang seperti ini sebaiknya ditempatkan di meja dengan orang-orang yang punya banyak kesamaan. Misalnya dari karakter, intelektualitas, hobi, atau penyanyi idolanya. Dengan begitu, kamu telah berhasil menyelamatkan tamu tersebut biar nggak diam saja seperti tak ditemani. Hehe…

6. Buat tamu yang jomblo hindari gabungkan dengan sesama jomblo atau meja yang semuanya berpasangan. Kamu harus memikirkan sebaik mungkin

jangan asal tempatkan mereka ya

jangan asal tempatkan mereka ya via blog.evantinedesign.com

Hal satu ini penting banget kamu perhatikan karena dari daftar tamu yang hadir pasti ada kaum jomblo. Para fakir asmara yang sensitif ini perlu kamu perlakukan dengan hati-hati, salah satunya dalam penempatan meja. Haram hukumnya kalau kamu mengumpulkan mereka pada suatu meja, apalagi jika mejanya terletak paling pojok dan belakang. Hindari juga menempatkan mereka dengan para tamu yang datang bersama pasangan, karena bisa buat kaum jomblo tersinggung. Sebaiknya digabungkan namun dengan jumlah tamu jomblo dan tamu yang hadir bersama pasangan imbang. Apalagi kalau dalam mengobrol kira-kira nyambung, maka pengaturan posisi duduk ini bakal sukses. Oleh karena itu, kamu harus memikirkan secara matang penempatan meja ini ya.

7. Pastikan juga anak-anak yang akan datang. Kalau hanya beberapa saja, tempatkan mereka bersama orangtuanya saja

kalau cuma segini aja ya digabungkan dengan meja bersama orangtua saja

kalau cuma segini aja ya digabungkan dengan meja bersama orangtua saja via www.weddedwonderland.com

Jangan sepelekan jumlah anak-anak yang kamu undang. Kalau hanya segelintir saja lebih baik tempatkan bersama orang tuanya. Namun jika jumlahnya cukup lumayan, kamu perlu menyediakan meja khusus untuk mereka. Kalau bisa letak meja mereka pun dekat dengan orang tua, agar lebih mudah kalau para anak ini mendatangi orang tua atau bikin ribut suasana pesta. Hehe.

8. Jangan lupa gunakan kartu dan amplop untuk memberi petunjuk kepada para tamu. Atau bisa juga berupa papan daftar tempat duduk mereka

buat papan seperti ini

buat papan seperti ini via happywedd.com

Agar meja dan kursi para tamu tak tertukar, kamu perlu menggunakan kartu dan amplop. Hal ini juga mempermudah para tamu dalam menemukan tempat duduknya, misalnya place dan escort cards. Dalam amplop dan kartu tersebut, kamu perlu tuliskan nama tamu dan nomor mejanya. Biasanya kartu ini akan diletakkan di dekat pintu masuk lokasi berdasarkan abjad nama tamu. Atau ada pilihan lain juga yaitu menggunakan papan yang berisi daftar nama dan tempat duduk para tamu. Papannya pun dihias secantik mungkin dan ditaruh di dekat pintu masuk lokasi. Kamu bisa memilih salah satunya atau memakai ketiganya supaya makin lengkap dan tak ada tamu yang salah duduk.

Meski terlihat sederhana, sebenarnya konsep seating party juga nggak kalah ribetnya dengan standing party. Bahkan, dengan jumlah tamu yang sedikit tanpa disadari kamu dituntut membuat resepsi pernikahan tak mengecewakan dan berjalan lancar. Selamat mencoba ya.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya