Sebagai seorang wanita, kamu pasti menunggu momen di mana sang kekasih datang melamarmu sebagai tanda untuk lebih serius ke jenjang hubungan berikutnya. Saat prosesi lamaran datang, itu pasti menjadi momen yang paling membahagiakan untuk kamu dan dia. Tapi, setelah kamu resmi jadi tunangannya dan sambil menunggu hari H pernikahanmu tiba, mungkin kamu juga memiliki perasaan yang berbeda di hatimu.

Untuk menuju sebuah hubungan yang lebih serius akan jadi sebuah hal yang wajar kalau kamu merasakan hal-hal di bawah ini. Namun, jangan sampai kamu larut ya.

1. Mungkin kamu tiba-tiba teringat sama mantan pacar yang dulu pernah jadi bagian dari kisah cintamu.

Nggak ada yang bisa disalahkan kalau kamu tiba-tiba teringat dengan mantan pacarmu di masa lalu. Tapi akan jadi sebuah hal yang salah jika kamu kemudian larut dalam ingatan itu dan secara nggak sadar kamu jadi memiliki kangen untuk dia. Duh, jangan sampai ya. Kamu harus ingat jika dia sudah menjadi bagian di masa lalu dan masa depan bersama tunanganmu akan segera kamu jalani.

2. Setelah bertunangan, kamu semakin mengetahui semua sifat yang ada di dalam dirinya dan kamu pun berpikir apa kelak kamu akan menghadapinya dengan mudah.

kok kamu…. via ashadeofpen.com

Advertisement

Setelah kamu resmi menjadi tunangannya, kamu pasti akan semakin mengenal dia dengan segala sifat baik maupun buruk yang ada di dalam dirinya. Tidak menutup kemungkinan jika sifat buruknya yang baru kamu ketahui menjadi bumbu pertengkaran dalam hubungan kalian, karena hal itu nggak salah kok kalau kamu berpikir apa kelak kamu akan bisa menghadapinya dengan mudah. Justru kamu harus memikirkannya agar setelah kaluan menikah hal itu nggak lagi jadi sebuah pertengkaran yang besar.

3. Karena sifat buruknya yang belum berubah, timbul ragu dari keyakinanmu untuk menghabiskan sisa hidupmu sama dia.

aku ragu, Mz. via www.theswexperts.com

Dia yang semakin kamu kenal dari hari ke hari ternyata belum bisa mengubah sifat buruknya, karena hal itu keraguan dari apa yang kamu yakini pun muncul, kamu berpikir antara yakin dan tidak untuk menghabiskan sisa hidupmu dengannya. Nah, kalau kamu sampai merasakan hal itu, lebih baik kamu ajak dia untuk membicarakannya baik-baik. Jangan sampai keraguanmu buat hubungan kalian jadi nggak baik ya. 🙂

4. Usai lamaran dan menjelang pernikahan pasti banyak persiapan yang membuatmu stres. Itu pun bisa jadi salah satu atas perasaanmu yang buruk.

stres masih banyak yang kurang~ via theguidancegirl.com

Wajar rasanya jika calon pengantin mengalami masa-masa stres yang membuat perasaanmu jadi nggak menentu. Terlebih jika kamu dan dia masih terpaksa LDR usai lamaran, otomatis kamu akan mengurus segala persiapan pernikahan kalian sendirian. Lantaran capek dan kesal, kamu meluapkan semua emosi padanya saat dia menelpon kamu untuk menanyakan bagaimana kondisimu. Duh, kalau udah seperti itu kondisi kalian pasti jadi nggak baik. Untuk itu, kamu harus pintar-pintar menjaga emosi dan stresmu ya.

5. Akibat perbedaan pendapat di antara kamu dan dia, pertengkaran pun nggak bisa lagi dihindari. Dan, karena itu kamu pun merasa sedih sendiri.

maaf ya… via papasemar.com

Dalam menyiapkan prosesi pernikahan kamu dan dia, pasti banyak banget perbedaan pendapat untuk menentukan hal-hal yang dapat menyempurnakan acara itu. Belum lagi keinginan orangtua masing-masing yang seringkali menjadi salah satu keinginan yang sulit untuk ditolak. Perdebatan itu pun nggak jarang berubah jadi pertengkaran buat kamu dan dia, karena itu kamu jadi merasa sedih sendiri dan berurai air mata. Nggak salah kok, tapi jangan sampai terus-terusan ya. Ingat, sedihmu nggak akan membuat persiapan itu selesai dengan sendirinya.

6. Mulai timbul penyesalan di hatimu karena teringat akan pesan dan larangan orangtuamu yang sempat kamu abaikan dulu.

mom… 🙁 via www.skinhealth.ga

Setelah bertunangan dengan calon yang pasti direstui oleh orangtuamu, mungkin kamu merasakan sebuah penyesalan saat teringat dengan segala pesan yang mereka berikan untuk kamu dalam memilih pendamping yang baik. Mungkin juga kamu terkenang dengan bantahan yang kamu kasih pada mereka saat kekasihmu dulu tidak diberikan restu oleh ibu dan ayahmu. Kamu baru menyadarinya saat ini jika sedari dulu mereka selalu ingin kamu mendapatkan yang terbaik. Kalau begitu, jangan lupa minta maaf pada mereka ya. 🙂

7. Pikiranmu pun melayang pada kenyamanan yang akan kamu dapatkan setelah menikah, apa itu akan senyaman saat kamu bersama dengan orangtuamu.

i love you, Dad… via familymanweb.com

Nggak ada yang bisa pungkiri kalau memang saat bersama dengan orang tua adalah saat yang paling nyaman dibanding apapun. Berangkat dari kenyamanan yang kamu punya itu pun pikiran kamu jadi berjalan memikirkan apa kamu akan senyaman itu setelah menikah nanti. Boleh kok kamu memikirkan itu, tapi kamu harus tahu kalau apa yang kamu pikirkan belum tentu sama dengan kenyataan. Tugasmu adalah bagaimana membuat kehidupan pernikahanmu kelak menjadi nyaman untuk dijalani.

8. Semakin dekat dengan hari H pernikahanmu, mungkin semakin berat juga rasa sedih yang kamu punya karena mengingat semua jasa orangtua dan kesalahan yang pernah kamu lakukan pada mereka.

maafkan aku, Bu, Yah… via quotesgram.com

Rasa sedih yang kamu punya mungkin akan semakin besar kamu rasakan karena kamu mengingat semua jasa orangtuamu dan kesalahan yang kamu perbuat pada mereka. Hal itu juga sangat wajar terjadi lantaran kamu sadar jika sebentar lagi kamu akan memulai hidupmu yang baru bersama dengan pasanganmu. Kalau kamu merasakan hal itu, hal yang harus kamu lakukan adalah meminta maaf dan mengucapkan terima kasihmu pada mereka. Nggak usah malu juga untuk menambahkan pelukan pada mereka. 🙂

Semua hal di atas bukanlah hal yang aneh untuk kamu rasakan setelah kamu bertunangan sampai menjelang hari bahagiamu. Namun, meski menjadi sebiah kewajaran, jangan sampai kamu larut dan memutuskan hal yang salah. Kamu harus tetap menghadapi dengan kepala dingin agar kamu nggak mengambil langkah yang berujung penyesalan. Ingatlah, kalau kamu sudah sampai di tahap itu, artinya hubungan yang kamu jalin nggak lagi sebatas pada kamu dan dia, tapi juga menjadi hubungan antarkeluarga. 🙂