7. Mustika pun akan menerima jika pada akhirnya dia harus memiliki jodoh seorang duda, selama dia baik bagi dirinya

family

kalau sudah jodoh, ya, gimana? via www.pinterest.com

Aku terima. Namanya jodoh masa kita mau menolak. Toh, kalau cowok ini baik buat kita kenapa harus menolak dia. – Mustika Karindra

Mustika pun akan menerima jika pada akhirnya dia harus memiliki jodoh seorang duda yang punya sudah punya anak. Baginya, selama cowok itu baik bagi dirinya dan kehidupannya, nggak ada alasan untuk menolak dan tidak menjadikannya pendamping hidup.

8. Buat Silvia, banyak hal yang bisa dijadikan alasan untuk memilih pendamping hidup, selain dari status dan masa lalunya

family

nggak masalah via www.instagram.com

Advertisement

Buat Silvia, banyak hal yang bisa dijadikan alasan untuk memilih pendamping hidup, selain dari status dan masa lalunya. Baginya, semua sebab akan ada alasannya dan jika alasan tersebut masuk di akal, maka Silvia akan menerima jika pada akhirnya seorang dengan status dudalah yang akan menjadi suaminya.

Aku pribadi sih nggak masalah. Masih banyak hal yang bisa membuat seorang pria layak menjadi pasangan kita, selain status dan masa lalunya. Toh, dia berpisah pasti ada alasannya. Asal masuk akal alasannya, I think dia tetap bisa jadi pendamping hidup kita.

Nah, beda lagi soal orangtua. Mungkin aku bakal setengah mati ngeyakinin mereka untuk lelaki yang satu ini. Tapi, itu bukan masalah sih selama si lelaki ini memang bersedia hidup bareng dan sayang sama keluarganya. (Silvia Ayudya)

9. Meski akan lebih membutuhkan effort lebih, Dhani pun tidak akan keberatan untuk menerima seorang duda

Ya, terima aja, namanya juga jodoh. Yang penting dia orangnya baik dan klik dengan kita. Cuma emang pasti butuh effort lebih untuk meyakinkan keluarga, deketin anaknya, dll. (Pradnya Wardhani)

Advertisement

Meski akan lebih butuh effort lebih, Dhani tidak akan keberatan untuk menerima seorang duda. Sebab baginya, jika orang tersebut baik dan sudah klik dengan diri sendiri, maka tak akan ada alasan lagi untuk tidak memilihnya. Tinggal bagaiamana usaha untuk mendekatkan diri pada anaknya dan meyakinkan keluarga.

1o. Bagi Dhian semua ada pada keyakinan di dalam hati. Kalau sudah yakin kenapa tidak?

Perihal jodoh buat Dhian adalah bagaimana soal kemantapan hati, restu orangtua, dan bagaimana jalan dari Sang Pencipta. Tapi, semua ada di dalam hati, kalau sudah yakin kenapa mesti menolak. Apalagi jika memang itu sudah takdir.

Mengenai jodoh, siapapun dia harus ada pertimbangan yang matang. Selain kemantapan hati, restu orangtua yang memang harus, karena pernikahan bukan hanya you and me, but also our family, dan pastinya solat istikhoroh, tanya sama Allah. Kalau dia memang baik untukmu dan dialah jodohmu, Allah akan mudahkan semua urusannya sampai nanti menikah. Kalau dia bukan jodohmu, sekalipun dia baik Allah akan tunjukkan hal hal yang bisa bikin kamu berubah.

Kalau hati udah yakin, orangtua merestui, keluarga saling cocok, anak-anak dia menerima kita, ya sudah. Happy wedding! (Dhian Kurniawati)

11. “Karena kan kalau udah jodoh mau lari ke ujung manapun, dia dia juga.”

family

🙂 via adammason.com

Perihal jodoh yang satu ini, menurut Vickent memang agak susah. Sebab akan ada beberapa hal yang harus dipastikan, apalagi jika pernikahan sebelumnya gagal karena pernikahan. Jadi, harus ada beberapa hal yang dirembukkan sama-sama.

Susah sih jawabnya, tapi kalaupun memang jodohnya duda, aku kudu mastiin beberapa hal. Terutama jika pada pernikahan sebelumnya, mereka cerai hidup. Hal yang harus ada ketika nanti nikah ya keterbukaan. Jadi, kita harus punya komitmen untuk saling terbuka dalam segala hal, terutama jika menyangkut soal nafkah anak itu.

Jika memang sudah jodohnya, sebagai manusia kudu nerima aja. Karena kan kalau udah jodoh mau lari ke ujung manapun. Dia dia juga. – Vickent Fiktillifenny

12. “Kalau nggak klik takutnya nanti pengen ngirim ke pesantren kan setelah nikah.”

Kalau aku merasa nggak masalah. Mau dia duda dan sudah punya anak kalau memang dia jodohku, ya, aku akan terima satu paket. Tapi waktu pacaran harus diamati dulu, klik nggak sama anaknya. Kalau nggak klik takutnya nanti pengen ngirim dia (si anak) ke pesantren kan setelah nikah. (Nendra Primonik)

Bagi Nendra Primonik pun soal status dan anak akan diterimanya jika memang takdir membawanya pada jodoh yang sudah ditentukan. Namun, dia perlu waktu untuk mengamati bagaimana hubungan yang akan terjalin di antaranya dan juga dengan anaknya. Agar tidak ada pikiran untuk mengirimnya ke pesantren setelah nikah.

Itulah beberapa pendapat dari cewek jika bagaimana kelak mereka harus memiliki suami dengan status janda dan sudah memiliki anak. Lantas, gimana menurut kamu?

Suka artikel ini? Yuk follow Hipwee di mig.me!

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya