Bulan Ramadan adalah waktu yang spesial untuk berkumpul dengan keluarga. Baik itu keluarga tempat kamu dibesarkan, maupun keluarga yang kamu bangun kelak. Dari mulai makan sahur, masak bareng menyiapkan takjil, berbuka bareng keluarga, jalan ke masjid bersama untuk tarawih. Kalau kamu sudah terbiasa melewati Ramadan dengan keluarga tempat kamu dibesarkan (ayah, ibu, kakak adek), pastinya sudah familiar dengan hal ini. Akan tetapi agak berbeda ketika kamu (atau mereka) yang sudah membangun keluarganya sendiri. Suasananya pasti akan berbeda.

Nah, buat kamu yang masih single tapi pengen mengira-ngira bagaimana rasanya jadi pengantin baru pas bulan Ramadan, intip yuk seperti apa.

“Sayang, tarawih bareng yuk. Itu lho mukena mas kawin dari Abang dipakai. Biar lebih cantik, wahai istri shalihahku”

kado-hadiah-untuk-suami-soleh

Mas, abis cium tangan, yuk tarawih bareng via www.sakinahflorist.com

Advertisement

Berangkat tarawih bareng pasangan halal tentu memiliki kesan tersendiri. Terlebih lagi jika kalian punya visi misi yang sama untuk membentuk keluarga yang agamis. Uwuwuwu. Kurang romantis apa coba, dibandingkan dengan mengajak istri baru memakai mukena baru hasil dari mahar, untuk dipakai ibadah bersama.

“Malam ini Abang buka puasa di mana? Mau adek masakin semur jengkol sambal teri kesukaan Abang nih”

menu-buka-puasa

Menu masakan sang istri via www.viaberita.com

Ketika bulan Ramadan, kebiasaan memasak di rumah seakan menjadi hal yang biasa dilakukan sehari-hari. Kecuali bagi kamu pasangan yang super sibuk, lain ceritanya. Tapi boleh dong, membayangkan kamu sebagai istri yang sedang memasakkan untuk suami. Apalagi konon katanya, masakan enak adalah salah satu bumbu mujarab untuk keharmonisan suami istri. Siap mengasah kemampuan chef kamu?

“Abaaang, bisa bantuin adek mecahin es batu? Untuk takjil kita Bang”

foto-benarkah-es-batu-bisa-menggemukkan-badan

Yang dipecah es batunya ya, jangan gelasnya via nationalgeographic.co.id

Berbuka dengan yang manis, sudah biasa. Tapi berbuka dengan yang manis dan dingin demi melepas dahaga, nikmatnya luar biasa. Sehingga wajar saja kalau di rumah kamu menyiapkan minuman dingin nan segar. Entah itu es pisang ijo, es teh, sirup, dan kawan-kawannya. Biasanya sih, kalau kamu sudah repot di dapur buat menumis bawang sementara jam sudah menunjukkan menit-menit terakhir menjelang berbuka puasa, saat itulah kamu butuh bantuan dari suami/istri kamu untuk mecahin es batu. Hihi.

“Sayang, Abang baru pulang kantor. Mau dibawain apa? Es palu butung atau kolak pisang?”

Resep-Membuat-Es-palu-Butung-Asli-Makassar

Es yang bikin ngecess via resepdanmasakan.com

Advertisement

Sebagai pasangan baru yang baik, ketika kamu pulang dari kerjaan pastinya inget yang di rumah. Siapa sih yang tidak senang ketika dibawakan camilan kecil untuk berbuka semisal es kelapa muda, atau es palu butung ke rumah? Dijamin pasanganmu makin sayang kalau kamu suka memberikan perhatian-perhatian kecil seperti ini.

“Kayaknya Adek kepingin Idul Fitri di tempat orang tua adek, Bang. Abang ikut ya? Abis itu baru deh ke tempat Abang”

Calon-Gumbernur-DKI-Joko-Widodo-sungkem-kepada-ibunya-di-rumah-kediamannya-di-Kampung-Sumber-Solo-Rabu-19-sep-2012

Mudik ke tempat Ibu. Tapi Ibunya siapa? via pekanews.com

Nah, ini adalah obrolan yang lazim sekali dilakukan pasangan suami istri. Mau mudik ke mana, sholat id di mana, ketemu ortu pihak suami dulu atau istri, dan sebagainya. Obrolan semacam gini pastinya diteruskan dengan beli tiket apa, berapa alokasi dana yang dibutuhkan, maupun moda transportasi apa yang akan dipakai mudik.

“Sayang, errr, anu, nanti abis tarawih, mmmm, seperti biasa yaa?”

11327998_1607188439539439_1

Seperti biasa, seperti malam pertama itu Dek via musmus.me

Nah ini, obrolan biasa untuk suami istri tetapi kemungkinan masih malu-malu disampaikan. Namanya juga pengantin baru iya kan. Jadi kode ena-ena semacam “nanti malam seperti biasa ya Sayang” sangat mungkin dilakukan. Tapi ngelakuinnya habis tarawih saja ya, biar ibadahmu tetap sempurna. 😀

“Abang, Adek nggak puasa. Period nih” | “Apa? Yaahh. Libur dong ena-ena nya. Tapi masih bisa nemenin Abang sahur kan, Dek?”

Hal yang cukup bikin bete (atau malah senang) buat cewek ketika puasa adalah period alias menstruasi. Senang sih, bisa kesempatan buat berbuka, tetapi efeknya adalah harus mengganti di bulan lain, dan aktifitas ena-ena bareng suami juga libur dulu. Wkwk, sedih ya? Padahal masih pengantin baru. Pinginnya hajar terus. #eh

“Sayang, keburu imsak nih. Yuk buruan”

Minum-Air-Putih

Minum air putih yang banyak via bkpd.jabarprov.go.id

Buruan minum air yang banyak maksudnya. Bukan buruan yang lain kok. Namanya menjelang imsak, kalau melakukan ‘yang lain’, ntar keburu subuh trus nggak jadi deh puasanya.

Jadi, meskipun pernikahan masih di angan-angan atau baru direncanakan, tak apa kok sedikit berimajinasi tentang obrolan kamu dengan pasangan halalmu kelak. Yuk.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya