Coba Refleksi Diri, Jika 5 Tanda Ini Masih Ada di Dalam Diri, Artinya Nikahmu Perlu Ditunda Nanti

Evaluasi sikap sebelum nikah

Menikah bukanlah perkara yang mudah diputuskan. Perlu kesiapan luar biasa yang direncanakan jauh-jauh hari oleh para pemuda/i yang menginginkan untuk menikah. Memang di luar sana ada yang mengambil jalan yang cenderung singkat, misal melalui taaruf, pacaran sebentar kemudian nikah, bahkan ada pula yang melalui aplikasi kencan online. Apa pun ikhtiarmu dalam mencari jodoh, pastikan bahwa dirimu memang sudah siap menikah.

Advertisement

Sebaliknya, kalau kamu masih punya sifat-sifat ini, sebaiknya evaluasi kesiapan dirimu untuk menikah. Sebab, setelah menikah akan ada banyak tantangan yang membutuhkan ketegaran hati dan jiwa raga. Simak yuk satu-satu.

1. Kalau kamu masih punya kebiasaan suka menunda-nunda pekerjaan, coba evaluasi keinginanmu untuk menikah

Menunda via nudge.ai

Menjalani kehidupan pernikahan tak semudah menunda pekerjaan. Bayangkan saja, kalau kamu sudah punya anak, rasanya nggak mungkin melakukan banyak pekerjaan sekaligus dengan cara menunda-nunda. Bisa-bisa anakmu terabaikan nantinya. Selain itu, kebiasaan menunda juga buruk untuk keuanganmu pasca nikah. Jadi, mulai kendalikan kebiasaan jelekmu ini sebelum nikah ya…

2. Punya pengelolaan keuangan yang buruk. Sering kehabisan gaji karena kebanyakan foya-foya di awal bulan

tidak bisa mengatur keuangan via id.pinterest.com

Sulit mengatur keuangan adalah benalu pada kehidupan pernikahan. Saat sudah berhadapan dengan kebutuhan rumah tangga yang banyak jenisnya itu, kamu dan pasangan diharuskan untuk bijak dan saling dewasa mengatur keuangan. Tidak ada lagi istilah egois di sini. Semuanya adalah keputusan bersama yang diambil dengan jalan tengah sebaik-baiknya pula.

Advertisement

3. Masih menggantungkan keputusan besar kepada orang lain

kurang bisa memutuskan sendiri via www.femina.co.id

Contoh masih bergantung pada orang lain contohnya adalah selalu mengandalkan keputusan besar kepada orang tua. Mau kuliah di mana, mau jurusan apa, mau nikah sama siapa, dst, kesemuanya harus diputuskan 100% oleh orang tua. Ini berbeda dengan sekadar meminta pendapat orang tua, tetapi jika kamu berrumahtangga kelak, nggak mungkin kan apa-apa harus diputuskan orang tua dulu?

4. Punya pengendalian emosi yang buruk. Istilah kerennya: sumbu pendek

Pengendalian emosi yang jelek via digest.bps.org.uk

Ini mungkin kurang disadari olehmu sendiri. Hanya orang lain (terutama sahabat dekat atau keluarga) yang bisa memberikan penilaian presisi terhadap karaktermu. Orang yang emosian memang cenderung tidak merasa dirinya emosian, tapi orang sekitar akan bisa merasakannya. Coba tanyakan orang sekitarmu apakah kamu cenderung sumbu pendek.

5. Masih menganggap nikah adalah perlombaan. Kalau melihat teman-temanmu nikah, baper dan mikir ‘kapan giliranku yaa’

menikah bukan perlombaan via www.hipwee.com

Perlu diketahui, bahwa menikah bukanlah perlombaan cepat-cepatan. Tapi lama-lamaan dan bahagia-bahagiaan. Percuma kalau kamu sudah kebelet nikah akibat melihat kawan yang menikah duluan, tapi di sisi lain malah melupakan persiapan-persiapan yang krusial. Jika kamu memang sudah siap menikah, menikahlah. Namun jika belum, coba evaluasi diri sendiri dulu sebelum melangkan ke pelaminan karena perkara nikah itu bukan sesederhana gegabah memilih tempat makan siang. #jangangegabahnikah

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

@jenganten jenganten.com

CLOSE