Semua orang pastilah mengidam-idamkan sebuah cerita bahagia di dalam jalinan pernikahan. Sebelum bisa sampai pada jenjang yang begitu serius tersebut, khayalanmu pasti menerawang pada hal-hal indah yang membuatmu ingin segera mewujudkannya. Namun, pada kenyataannya, semua hal itu nggak melulu bisa terwujud dengan sempurna, karena kembali lagi pada kenyataan jika pernikahan nggak pernah sesederhana yang ada di dalam bayanganmu.

Berangkat dari hal tersebut, pasti kamu pernah memikirkan pandangan-pandangan naif tentang pernikahan seperti di bawah ini. Yuk, coba sama-sama dibuktikan!

1. Pikiran untuk selalu bisa ena-ena setiap waktu bisa jadi menguasai otak cowok. Karena itu, nggak salah kalau mereka berpikir untuk segera menikah saja daripada harus jajan di pinggir jalan

mau ena-ena~ via www.cosmopolitan.it

Bukan suatu yang mustahil jika cowok berpikir akan bisa selalu ena-ena dengan pasangan halalnya setiap waktu. Pikiran untuk ena-ena itulah yang kemudian meluruskan niat para cowok untuk lebih baik menikah saja daripada mereka harus menabur dosa dengan jajan sembarangan di pinggir jalan.

Ya, nggak salah jika memang pikiran itu terbentuk begitu saja, wajar dan normal. Tapi, ya, pada kenyataannya apa kelak ena-ena itu bisa terus dilakukan setiap saat? Yakin? Hihi. Pasti akan ada waktunya rasa kepengen yang bergelora mesti ditahan karena satu dan lain hal yang buat nggak bisa. Dan… Coba pertimbangkan hal lain lagi deh karena perkara nikah nggak pernah sebatas pada mau ena-enanya saja.

2. Buat cewek yang masih kuliah, rasanya pikiran menikah bisa timbul kapan saja lantaran rasa capek dan pusing menghadapi dosen dan tugas yang tiada akhir

Advertisement

mak, pusing kuliah! via www.thesun.co.uk

Hasrat ingin segera menikah juga pasti dialami oleh para cewek yang duduk di bangku kuliah. Bagi mereka akan jauh lebih baik memikirkan untuk menikah daripada harus memikirkan tugas, ujian, dan dosen yang nggak pernah ada habisnya. Perasaan itu biasanya muncul dengan sendirinya lantaran rasa pusing, capek, dan bosan ketika terus menghadapi berbagai kerikil yang menghiasi jalan pendidikan mereka. Namun, cobalah resapi lebih dalam jika perihal memikirkan pernikahan nggak akan pernah semulus yang ada di bayangan. Percayalah jika mahligai pernikahan akan jauh lebih seram dan menantang dari apa yang kamu rasakan di dunia perkuliahan.

3. Cowok pun berkhayal ketika menikah kelak akan ada yang melayani dan mengurusi segala sesuatu kebutuhannya. Bagi mereka, mungkin itu yang namanya surga dunia

mas, ini saarapannya. 🙂 via sharebunda.com

Khayalan cowok yang melayang terlalu jauh mungkin sampai di tahap membayangkan surga dunia yang akan didapatkannya setelah menikah. Surga dunia yang ada dalam bayangan mereka tercipta ketika mereka meyakini jika setelah menikah akan ada seorang istri yang siap sedia melayani dan mengurusi segala sesuatu kebutuhannya. Padahal, dalam kenyataannya nggak cuma istri yang perlu melakukan itu, suami pun juga wajib melakukannya.

4. Harapan segera keluar dari rumah dan mendapatkan kebebasan yang dicari pun rasanya menjadi hal yang diidamkan oleh cewek, terlebih jika pada dasarnya dia selalu dikekang oleh orangtuanya

bawa aku pergi, mas… via techteet.com

Bagi cewek yang terbiasa dikekang oleh orangtua pastilah akan berpikir jika ketika menikah dia akan bisa segera bebas. Motivasi untuk bisa segera ‘kabur’ dari rumah inilah yang kemudian membawa angan-angan para cewek untuk bisa segera menikah. Mereka beranggapan jika dengan menikah maka kebebasan akan ada di genggaman. Padahal dalam kenyataannya usai menikah justru akan membuat kebebasan semakin susah didapatkan karena akan ada tanggung jawab yang lebih besar yang harus dipenuhi. Jadi, jangan anggap menikah bisa membuat kamu bebas begitu saja.

5. Bisa menularkan hobi pada anak-anaknya kelak menjadi anggapan yang begitu menyenangkan bagi para cowok. Ya, anggapan itu ada selama mereka belum tahu jika mengurus anak itu perkara yang nggak mudah

tumbuh pintar ya, nak. via www.e-okezone.com

Jika para cowok punya hobi yang begitu digandrungi untuk dilakukan, maka hal itu akan membuat khayalan mereka terbang pada keinginan untuk menurukannya pada anak-anak mereka, kelak. Berangkat dari alasan itulah kemudian mereka menginginkan untuk segera menikah agar khayalan itu bisa segera terlaksana. Semua itu ada lantaran mereka belum mengetahui kenyataan yang sebenarnya jika perkara mengurus anak nggak pernah semudah membayangkannya.

6. Nggak sedikit cewek yang berpikir jika masalah akan hilang begitu saja dan berganti dengan bahagia setelah ada ucapan ‘saya terima nikahnya’

Nggak sedikit juga cewek yang berpikir untuk menikah lantaran mereka memiliki banyak masalah yang tengah dihadapi. Pikiran mereka pun dengan mudahnya mengira jika dengan menikah semua masalah akan hilang seketika. Kenyataannya, masalah nggak akan hilang sesederhana pikiran yang ada. Justru dengan menikah nggak menutup kemungkinan kalau akan ada berbagai masalah baru yang akan datang bergantian. Satu hal yang perlu dipahami adalah masalah yang ada harus diselesaikan, bukan didiamkan begitu saja atau malah ditinggal pergi tanpa penyelesaian.

7. Bukan nggak mungkin jika banyak pasangan yang mengira dengan menikah mereka akan bisa dengan mudah melerai pertengkaran yang sering dialami seperti saat masih pacaran

aku mau bahagia sama kamu… via www.halooglasi.com

Dalam satu hubungan pasti ada masa di mana pertengkaran nggak bisa lagi dielakkan. Berangkat dari alasan itulah ada banyak pasangan yang ingin segera menikah untuk bisa menghindari berbagai pertengkaran yang dialami selama masa pacaran. Mereka mengira dengan menikah nggak akan lagi ada pertengkaran yang akan dihadapi. Tapi, lagi dan lagi semua bayangan itu nggak akan sesuai dengan apa yang dinamakan kenyataan. Toh, pertengkaran itu akan tetap ada, tapi justru kamu harus bisa mensyukurinya karena pertengkaran yang ada akan bisa jadi bumbu cinta di dalam hubungan kalian berdua.

Itulah beberapa pikiran naif yang bisa jadi menghiasi pikiranmu selama ini. Nggak salah sih kalau kamu membayangkan banyak hal untuk menuju hari-hari bahagiamu usai pernikahan. Namun, pikiran itu jelas harus diimbangi dengan penglihatanmu dalam melihat kenyataan yang ada. Kamu harus ingat jika nggak semua pikiran yang kamu pikirkan akan sesuai dengan kenyataan. Terlebih dalam pernikahan, semua unsur yang ada nggak pernah sesederhana kamu membayangkannya. Jadi, pikirkan dulu dengan matang, jangan larut dalam perasaan dan keinginan. 🙂