Salah satu tahap awal dalam persiapan pernikahan adalah menentukan kapan pernikahan itu akan digelar. Memang cuma tanggal sih, tapi urusan ini nggak bisa dianggap enteng, lho. Kamu dan pasangan harus benar-benar mempertimbangkan banyak hal sampai ketemu satu tanggal yang akhirnya disepakati sebagai hari dilaksanakannya pernikahan.

Untuk itulah kali ini Hipwee Wedding merangkum 6 pedoman dalam menentukan tanggal pernikahan. Agar kamu dapat insight kapan sebaiknya kamu dan dia mengikat janji sehidup semati.

1. Cuaca jadi faktor penting. Usahakan untuk menghindari musim hujan terutama jika akan melaksanakan pernikahan outdoor

Outdoor wedding via magazine.banananina.co.id

Advertisement

Makin ke sini, cuaca memang jadi semakin sulit ditebak. Namun bukan berarti masalah cuaca bisa kamu sepelekan begitu saja. Perhitungkan baik-baik mengenai rencana tanggal pelaksanaan pernikahan, apakah bertepatan dengan musim hujan atau tidak, terlebih untukmu yang akan melangsungkan resepsi dengan konsep outdoor. Hal ini sangat krusial, mengingat kenyamanan tamu undangan juga merupakan prioritas. Nggak mau juga ‘kan dekorasi yang sudah ditata apik jadi sia-sia karena terguyur air hujan?

2. Tanggal muda dirasa lebih banyak menguntungkan. Baik untuk si pengantin dan juga tamu undangan

Tanggal muda via www.zougla.gr

Kamu juga bisa mengedepankan tanggal muda sebagai tanggal dilaksanakannya pernikahan. Bukan tanpa sebab, namun di tanggal ini biasanya orang sedang dalam kondisi keuangan yang baik. Para tamu undangan akan dengan leluasa menghadiri pernikahanmu meski harus menuju ke kota yang berbeda. Belum lagi soal urusan kado ataupun isi amplop. Kalau diselenggarakan di awal bulan, tamu undangan juga seperti diberi kemudahan untuk yang satu ini.

3. Perhatikan juga hari libur nasional dan long weekend. Tamu akan banyak menyempatkan untuk hadir jika diselenggarakan di hari itu

long weekend via www.pasei.com

Hari libur nasional atau long weekend juga bisa jadi pilihan untuk dilangsungkannya acara pernikahan. Dengan memilih tanggal merah ini, sanak saudara dan kerabat yang berada di luar kota biasanya akan menyempatkan hadir. Selain untuk ikut merayakan hari bahagia kalian, mereka justru sekalian menyisipkan agenda liburan. Satu dua pulau terlampaui, deh!

4. Tanggal spesial vs adat istiadat. Bicarakan baik-baik dengan anggota keluarga ya!

Diobrolin dulu sama keluarga via tv.avclub.com

Advertisement

Nggak bisa dimungkiri bahwa penentuan tanggal pernikahan bukan hanya urusan kamu dan pasangan, tapi juga melibatkan keluarga. Jika biasanya dari kamu dan dia ingin memakai tanggal spesial seperti hari jadian, atau tanggal pertama kali bertemu sebagai tanggal dilangsungkannya akad nikah, pihak keluarga mungkin punya pendapat berbeda karena tanggal yang dipilih dianggap bukan hari baik.

Untuk yang satu ini, please, jangan kedepankan ego dan jauhkan diri dari rasa emosi. Bicarakan dengan kepala dingin dan temukan kata sepakat agar tidak ada pihak yang merasa dirugikan. Selain itu, kamu bisa mempertimbangakan beberapa hal lain dalam memilih tanggal pernikahan seperti yang sudah disebutkan dalam artikel ini.

5. Inginnya sih di tanggal cantik, tapi…

Tanggal cantik via malesbanget.com

Tanggal cantik memang punya magnet tersendiri buat para calon pengantin. Selain mudah diingat, ada kesan berbeda jika akhirnya bisa menikah di tanggal tersebut. Tapi, banyak yang harus dipertimbangkan jika ingin memilih tanggal cantik untuk hari pernikahan. Pertama; tidak semua tanggal cantik ada di akhir pekan, pikirkan juga mengenai cuti bekerja yang mungkin jadi bertambah dan kemungkinan pihak keluarga dan kerabat yang tidak bisa hadir dikarenakan dilaksanakan di hari aktif.

Kedua; biasanya para vendor pasang tarif dengan harga tinggi untuk tanggal cantik ini. Mereka melihat peluang dengan banyaknya orang yang ingin menikah di tanggal cantik tersebut. Selain itu, jika tidak segera dipersiapkan, kamu mungkin saja akan kalang kabut karena gedung sudah penuh atau makeup artist andalan sudah keburu dibooked orang lain saking banyaknya yang akan menikah di tanggal itu. Jadi, tanggal cantik sebaiknya jangan dijadikan patokan.

6. Untuk jaga-jaga terhadap hal-hal yang tidak diinginkan, siapkan juga tanggal cadangan

Siapkan tanggal cadangan via exitpromise.com

Tidak ada salahnya untuk menyiapkan tanggal cadangan. Ini berguna jika ternyata lebih dari 3 vendor yang kita inginkan tidak bisa dipakai jasanya karena sudah lebih dulu tanda tangan kontrak dengan klien lain. Tanggal cadangan juga berguna jika ternyata dirasa kurang tepat terkait masalah cuaca, cuti kerja yang tidak diapproved, atau banyak pihak keluarga yang tidak bisa hadir jika pernikahan dilaksanakan di tanggal utama.

Meski ‘hanya’ sebuah tanggal, nyatanya kamu perlu berbagai pertimbangan sampai mendapatkan tanggal yang dirasa tepat. Namun, yang perlu dicatat, jangan cuma karena satu hal ini, kamu dan pasangan (atau bahkan dengan keluarga) jadi bersitegang karena semua maunya menang sendiri. Prinsipnya semua hari itu baik, yang tidak baik adalah kalau sampai tidak jadi menikah.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya